BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Fisiologi
Tumbuhan merupakan cabang botani yang mempelajari bekerjanya sistem kehidupan
di dalam tubuh tumbuhan, dan tanggapan terhadap pengaruh lingkungan sekitarnya
sehingga tumbuhan tersebut dapat hidup. Dari fisiologi tumbuhan ini lahirlah
cabang-cabang campuran biologi, seperti biokimia dan biofisika. Fisiologi juga
sangat mempengaruhi perkembangan genetika. Objek kajian dalam dalam fisiologi
tumbuhanadalah fisika sel dan biofisika organ, fotosintesis, transportasi hara
dan hasil metabolisme, regulasi pertumbuhan dan perkembangan, dan mekanisme
respons terhadap rangsangan lingkungan. Organisme yang menjadi kajian fisiologi
tumbuhan adalah
organisme dari kerajaan plantae, meliputi semua jenis tumbuhan,
dan tumbuhan tingkat rendah sampai tumbuhan tingkat tinggi.
Fisiologi
Hewan merupakan cabang botani yang mempelajari fungsi dasar dan mekanisme kerja
alat-alat tubuh dalam kondisi normal, yaitu dalam rangka menciptakan kondisi
hemeostatis. Subjek kajian dari berbagai kelompok hewan Avertebrata dan
Vertebrata, terutama dari kelas Mamalia, hingga manusia. Fisiologi hewan
memiliki posisi yang sentral sehingga tak terpisahkan dengan ilmu-ilmu lainnya.
Cabang-cabang biologi yang berkaitan erat dengan fisiologi hewan, terutama
adalah Biokimia dan Struktur Perkembangan Hewan (Anatomi, Histologi,
Embriologi).
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
fisiologi pada tumbuhan ?
2. Bagaimana
fisiologi pada hewan ?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa saja fisiologi tumbuhan;
2. Untuk
mengetahui apa saja fisiologi hewan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Fisiologi Tumbuhan
1.
Metabolisme
Metabolisme adalah
keseluruhan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme.
Metabolism berasal dari bahasa Yunani metabole = berubah. Pada makhluk hidup
banyak reaksi kimia yang terjadi secara simultan. Jika kita melihat reaksi
kimia satu persatu, akan sulit memahami aliran energi yang terjadi di dalam
sel. Untuk memahami metabolisme sel ada beberapa hal penting, yaitu :
a. Semua
reaksi kimia yang terjadi di dalam sel melibatkan enzim;
b. Reaksi-reaksi
tersebut dapat dikelompokkan ke dalam suatu lintasan. Dalam satu lintasan bisa
terdiri dari 12 atau lebih reaksi (tahap). Setiap lintasan mempunyai fungsi
tersendiri bagi sel atau organisme yang bersangkutan.
Metabolisme dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi penguraian (katabolisme) dan reaksi
penyusunan (anabolisme). Metabolisme dilakukan untuk memperoleh energi,
menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, membentuk struktur sel,
merombak struktur sel, memasukan atau mengeluarkan zat-zat, melakukan gerakan,
menanggapi rangsangan dan berproduksi. Untuk melakukan transformasi energi
makhluk hidup menyelenggarakan metabolisme di dalam sel. Seluruh reaksi-reaksi
yang terjadi di dalam tubuh dibantu oleh enzim atau biokatalisator.
2.
Enzim
(Biokatalisator)
Reaksi-reaksi yang
berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27OC
(suhu ruang) pada tubuh tumbuhan atau suhu 37OC pada tubuh hewan
berdarah panas. Pada suhu tersebut proses oksidasi berjalan lambat. Agar
reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Katalisator adalah
zat yang mempercepat suatu reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi.
Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim.
Secara kimia, enzim tersusun atas dua bagian, yaitu
:
a. Bagian
protein disebut epoenzim. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah),
misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman;
b. Bagian
yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Bagian gugus
prostetik ini dapat berupa logam dan besi, tembaga, seng atau zat organik yang
mengandung logam. Ada pula enzim yang memiliki bagian prostetik yang juga
merupakan bagian yang aktif.
1) Ciri-ciri
enzim :
a) Protein
Enzim adalah suatu
protein dengan demikian sifat-sifat enzim dengan protein, yaitu menggumpal pada
suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH.
b) Bekerja
secara khusus
Enzim bekerja secara
khusus, artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak
dapat mempengaruhi reaksi lainnya.
c) Dapat
digunakan berulang kali
Enzim dapat digunakan
berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Akan tetapi
molekul enzim kadang rusak dan harus diganti.
d) Rusak
oleh panas
Enzim rusak oleh panas
karena enzim adalah suatu protein. Rusaknya enzim oleh panas disebut
denaturasi. Kebanyakan enzim rusak pada suhu di atas 50OC. Jika
telah rusak, enzim tidak dapat berfungsi lagi walaupun pada suhu normal.
e) Diperlukan
dalam jumlah sedikit
Oleh karena enzim
berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi,
maka jumlahnya tidak perlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja
berkali-kali, selama enzim itu sendiri tidak rusak.
f) Dapat
bekerja bolak-balik
Umumnya enzim dapat
bekerja secara bolak-balik. Artinya, suatu enzim dapat bekerja menguraikan satu
persenyawaan menjadi persenyawaan-persenyawaan lain, dan sebaliknya dapat pula
bekerja menyusun persenyawaan-persenyawaan itu menjadi persenyawaan semula. Zat
(substrat) A dapat diuraikan menjadi zat B dan zat C, sebaliknya pada zat C
dapat direaksikan kembali dengan zat B membentuk zat A seperti semula.
g) Kerja
enzim dipengaruhi oleh lingkungan
Lingkungan yang
berpengaruh pada kerja enzim adalah suhu, pH, hasil akhir dan zat penghambat.
(1) Suhu
: Enzim bekerja optimal pada suhu 30OC atau pada suhu tubuh dan akan
rusak pada suhu tinggi. Biasanya enzim barsifat nonaktif pada suhu rendah (0OC
atau dibawahnya), tetapi tidak rusak. Jika suhunya kembali normal enzim mampu
bekerja kembali. Sementara pada suhu tinggi, enzim rusak dan tidak dapat
berfungsi lagi.
(2) pH
: Enzim bekerja optimal pada pH netral. Pada kondisi asam atau basa, kerja
enzim terhambat.
(3) Hasil
akhir : Kerja enzim dipengaruhi oleh hasil akhir. Hasil akhir yang menumpuk
menyebabkan enzim sulit “bertemu” dengan substrat. Semakin menumpuk hasil
akhir, semakin lambat kerja enzim.
(4) Zat
penghambat : Selain hasil akhir, terdapat zat lain yang dapat menghambat kerja
enzim. Zat yang dapat menghambat kerja enzim itu disebut penghambat atau
inhibitor. Zat tersebut memiliki struktur seperti enzim yang dapat “masuk” ke
substrat, atau ada yang memiliki struktur seperti substrat sehingga enzim
“salah masuk” ke penghambat tersebut. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut
: semisal enzim itu anak kunci, terdapat zat penghambat (inhibitor) yang
(a) Strukturnya
mirip anak kunci (enzim), sehingga zat penghambat itu dapat masuk ke dalam
gembok (substrat);
(b) Bentuknya
mirip gembok, sehingga enzim sebagai anak kunci “keliru masuk” ke gembok palsu.
2) Cara
kerja enzim
Molekul selalu bergerak dan bertumbukan
satu sama lain. Jika suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat,
maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat pada enzim
disebut sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan molekul produk ini dapat
menjadi substrat bagi molekul lain. Ada 2 teori mengenai kena enzim, yaitu
teori gembok-anak kunci, dan induced fid.
a) Teori
gembok-anak kunci
Sisi
aktif enzim tertentu mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu
jenis substrat tertentu. Substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok
cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.
Jika enzim mengalami denaturasi karena panas, bentuk sisi aktif berubah
sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH, juga mempunyai pengaruh yang
sama.
b) Teori
induced fid
Menurut
teori ini, sisi aktif enzim lebih fleksibel daripada lubang kunci. Ikatan
antara enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan enzim.
(1) Inhibitor
Inhibitor adalah zat yang dapat
menghambat kerja enzim, ada 2 macam inhibitor, yaitu inhibitor kompetitif dan
inhibitor nonkompetitif.
(a) Inhibitor
kompetitif
Inhibitor kompetitif menghambat kerja
enzim dengan menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini bersaing dengan substrat
untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Penghambatan ini bersifat reversible
dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
(b) Inhibitor
nonkompetitif
Inhibitor nonkompetitif biasanya berupa
senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain
sisi aktif enzim. Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat
dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
3.
Katabolisme
Katabolisme
adalah reaksi penguraian senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih
sederhana. Penguraian suatu senyawa dapat menghasilkan energi. Energi itu berasal
dari terlepasnya ikatan-ikatan kimia yang menyusun suatu persenyawaan. Semakin
kompleks persenyawaan kimia itu, semakin banyak ikatan kimia yang menyusunnya,
dan akan semakin besar energi yang dilepaskannya. Akan tetapi energi itu tidak
dapat digunakan secara langsung oleh sel. Energi itu diubah terlebih dahulu
menjadi persenyawaan adenosin trifospat (ATP) yang dapat digunakan oleh sel
sebagai sumber energi terpakai.
ATP
merupakan gugusan adenin yang berikatan dengan tiga gugusan fosfat. Terlepasnya
ikatan fosfat dalam gugusan adenin menghasilkan energi yang langsung dapat
digunakan oleh sel. Energi itu digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi
kimia, pertumbuhan, transportasi, reproduksi, dan merespon rangsangan.
Contoh
katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi. Yang dimaksud dengan
respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi.
Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun
sel hewan dan manusia. Respirasi dilakukan siang maupun malam. Ditinjau dari
kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam :
a. Respirasi
aerobik, yaitu pernapasan yang menggunakan oksigen untuk mendapatkan energi.
b. Respirasi
anaerobic, yaitu pernapasan yang tidak membutuhkan oksigen untuk mendapatkan
energi. Bahan baku pernapasan adalah karbohidrat, asam lemak atau protein (asam
amino). Hasil pernapasan berupa karbon dioksida, air dan energi dalam bentuk
ATP.
1) Respirasi
aerobik
Persamaan reaksi proses
respirasi aerobic (aerob) secara sederhana dapat dituliskan sebagai berikut :
C6H12
+ 6O2 _______> 6H2O + 6CO2 + 675
kal
Dalam pernyataan,
reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan reaksi yang terjadi
dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi
3 tahapan, yaitu glikolisis, siklus krebs dan transpor elektron.
a) Glikolisis
Glikolisis adalah
peristiwa pengubahan satu molekul glukosa (terdiri dari 6 atom C) menjadi dua
molekul asam piruvat (terdiri dari 3 atom C), 2 molekul NADH dan 2 molekul ATP.
NADH adalah singkatan dari nikotinadenin dinukleotida H yang merupakan sumber
electron berenergi tinggi. ATP adalah singkatan dari adenostin trifosfat, yang
merupakan persenyawaan berenergi tinggi. Selama glikolisis, dihasilkan 4
molekul ATP, akan tetapi 2 molekul ATP di antaranya digunakan kembali untuk
berlangsungnya reaksi-reaksi yang lain sehingga tersisa 2 molekul ATP yang siap
digunakan tubuh. Seluruh proses glikolisis tidak memerlukan oksigen. Reaksi
glikolisis berlangsung di sitoplasma (di luar mitokondria). Hasil akhir sebelum
memasuki daur krebs adalah asam piruvat.
Ada yang membedakan
tahap ini menjadi dua, yaitu glikolisis dan dekarboksilasi oksidatif.
Glikolisis mengubah senyawa 6C menjadi senyawa 3C, sedangkan dekarboksilasi
oksidatif mengubah senyawa 3C menjadi senyawa 2C pada hasil akhir glikolisis
(menjelang memasuki siklus krebs). Yang dimaksud dekarboksilasi oksidatif
adalah reaksi asam piruvat (3C), diubah menjadi asetil KoA (2C).
b) Siklus
Krebs
Krebs adalah nama orang
yang menemukan siklus ini. Sebelum berlangsung siklus krebs, asam piruvat (3C)
diubah menjadi asetil KoA (2C). Asam piruvat tersebut merupakan hasil akhir
dari glikolisis. Memasuki siklus krebs, asetil KoA direaksikan dengan asam
oksaloasetat (4C) menjadi asam sitrat (6C). Selanjutnya, asam oksaloasetat
memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya kembali menjadi asam
oksaloasetat.
Dalam perjalanannya, 1C
(CO2) dilepaskan. Pada tiap tahapan, dilepaskan energy dalam bentuk
ATP dan hydrogen. ATP yang dihasilkan langsung dapat digunakan. Sebaliknya,
hidrogen berenergi digabungkan dengan penerima hidrogen (aseptor hidrogen)
yaitu NAD dan FAD, untuk dibawa ke system transpor electron. Dalam tahap ini
dilepaskan energi, dan hidrogen direaksikan dengan oksigen membentuk air.
Seluruh reaksi siklus krebs berlangsung dengan memerlukan oksigen bebas
(aerobik). Siklus krebs berlangsung di dalam mitokondria.
c) Sistem
Transpor Elektron (STE)
Energ yang dibentuk dari peristiwa glikolisis dan
siklus krebs ada dua macam. Pertama, dalam bentuk ikatan fosfat berenergi
tinggi, yaitu ATP atau GTP ( guanosin trifosfat). Energi ini merupakan energi
siap pakai, yang langsung dapat digunakan. Kedua, dalam bentuk sumber elektron,
yaitu NADH (nikotin adenin dinukleotida H) dan FAD (flavin adenin dinukleotida)
dalam bentuk FADH. Kedua macam sumber elektron ini dibawa ke sistem transpor
elektron. Proses transpor elektron ini sangat kompleks. Pada dasarnya elektron
dan H+ dari NADH dan FADH2 dibawa dari satu substrat ke
substrat lain. Setiap kali dipindahkan, energi yang terlepas digunakan untuk mengikatkan
fosfat anorganik (P) ke molekul ADP sehingga terbentuk ATP. Pada bagian akhir
terdapat oksigen (O2) sebagai penerima (aseptor), sehingga terbentuklah
H2O.
2) Respirasi
Anaerobik
Respirasi anaerobik
(sering disebut respirasi anaerob) adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk
mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. (Respirasi aerobik menggunakan
oksigen untuk mengikat hydrogen membentuk air). Respirasi anaerobik menggunakan
senyawa tertentu misalnya asam piruvat atau asetaldehida, sebagai pengikat
hidrogen dan membentuk asam laktat atau alkohol.
Respirasi anaerobik terjadi pada :
a) Jaringan
yang kekurangan oksigen, misalnya pada jaringan otot; ketika kita lari sangat
cepat atau melakukan konstraksi otot sangat kuat, ada otot yang kekurangan
oksigen;
b) Akar
tumbuhan yang terendam air;
c) Biji-biji
berkulit tebal yang sulit ditembus oksigen;
d) Sel-sel
ragi dan bakteri anaerobik.
Bahan baku respirasi anaerobik
pada peragian adalah glukosa. Selain glukosa, bahan baku seperti fruktosa,
galaktosa, dan manosa juga dapat diubah menjadi alkohol. Hasil akhirnya adalah
alkohol, karbon dioksida, dan energi. Alkohol bersifat racun bagi sel-sel ragi.
Sel-sel ragi hanya tahan terhadap alkohol pada kadar 9-18%. Lebih tinggi dari
kadar tersebut, proses alkoholisasi (pembuatan alkohol) terhenti. Hal yang
demikian merupakan suatu kendala pada industri pembuatan alkohol.
Oleh karena glukosa
tidak terurai lengkap menjadi air dan karbon dioksida, maka energi yang
dihasilkan lebih kecil disbanding respirasi aerobik. Pada respirasi aerobik
dihasilkan 675 kal, sedang pada respirasi anaerobik hanya dihasilkan 21 kal.
Perhatikan persamaan reaksinya berikut ini :
C6H12O6
_______> 2 C2H5OH + 2CO2 + 21
kal
Dari persamaan reaksi
tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. Bahkan, bakteri anaerobik
seperti Clostridium tetani (penyebab
tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas. Infeksi tetanus
dapat terjadi jika luka tertutup sehingga memberi kemungkinan bakteri tumbuh
subur.
(1) Fermentasi
Proses pembuatan
alkohol oleh mikroorganisme disebut fermentasi alkohol. Selain fermentasi
alkohol, fermentasi yang lain juga dilakukan oleh mikroorganisme dengan
menggunakan berbagai substrat zat organik. Jika hasil akhirnya asam laktat,
disebut fermentasi asam laktat, sedangkan jika hasil akhirnya alkohol disebut
fermentasi alkohol. Berikut disajikan uraian singkat fermentasi asam laktat.
(a) Fermentasi
Asam Laktat
Fermentasi asam laktat
tergolong respirasi anaerobik. Hasil akhirnya adalah asam laktat atau asam
susu. Contoh fermentasi ini ialah fermentasi yang berlangsung didalam sel-sel
otot. Jika asam laktat yang dihasilkannya menumpuk, maka akan timbul kelelahan
otot.
Misalnya jika otot kita
bergerak melebihi takaran, maka otot kita akan melakukan respirasi anaerobik
menghasilkan asam laktat. Jika asam laktat berlebihan, otot terasa lelah dan
nyeri. Ketika istirahat, asam laktat diangkut dan dikeluarkan oleh tubuh
sehingga badan terasa segar kembali. Pada fermentasi asam laktat, proses
respirasi diawali dengan tahap glikolisis. Asam piruvat yang dihasilkannya akan
diubah menjadi asam laktat atau asam susu.
4.
Anabolisme
Anabolisme adalah semua
reaksi proses penyusunan yang berlangsung didalam sel. Anabolisme yang akan
dibahas meliputi fotosintesis dan kemosintesis.
a. Fotosintesis
Fotosintesis berasal
dari kata foton = cahaya, sintesis = penyusunan. Fotosintesis adalah peristiwa
penyusunan zat organik (gula) dan zat anorganik (air, karbon dioksida) dengan
pertolongan energi cahaya matahari. Karena bahan baku yang digunakan adalah zat
karbon (karbon dioksida), maka dapat juga disebut asimilasi zat karbon. Dalam
buku ini akan digunakan istilah fotosintesis untuk menyebutkan proses tersebut.
1) Proses
Fotosintesis
Pada dasarnya, proses
fotosintesis merupakan kebalikan dari pernapasan. Proses pernapasan bertujuan
memecah gula menjadi karbon dioksida, air dan energi. Sebaliknya, proses
fotosintesis mereaksikan (menggabungkan) karbon dioksida dan air menjadi gula
dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses fotosintesis umumnya hanya
berlangsung pada pertumbuhan berklorofil pada waktu siang hari. Secara singkat,
persamaan reaksi fotosintesis yang terjadi di alam dapat dituliskan sebagai
berikut :
6CO2 + 12H2O
_____________> C6H12 + 6O2 +
6H2O
a) Percobaan
tentang fotosintesis
Fotosintesis merupakan
suatu proses yang penting bagi kehidupan organisme di bumi. Dengan fotosintesis
ini tumbuhan menyediakan makanan bagi organisme lain baik secara langsung
maupun tidak langsung. Banyak ilmuan yang melakukan penelitian tentang hal yang
berhubungan dengan fotosintesis, diantaranya sebagai berikut :
(1) Ingenhousz
Orang yang pertama kali
menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz (1730 – 1799). Ingen housz
memasukan tumbuhan air Hydrilla
verticilata ke dalam bejana yang
diisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi
tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di terik
matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu.
Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas, yang setelah diuji adalah
oksigen. Ingenhousz menyimpulkan, fotosintesis menghasilkan oksigen.
(2) T.W.
Engelmann
Pada tahun 1822,
engelman melakukan percobaan dengan menggunakan Ganggang Spirogyra. Ganggang
Spirogyra mempunyai kloroplas seperti spiral. Hanya kloroplas yang terkena
cahaya yang mengeluarkan oksigen. Kloroplas yang tidak terkena cahaya tidak
mengeluarkan oksigen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bakteri suka
oksigen yang berkerumun dibagian kloroplas yang terkena cahaya. Kesimpulan dari
percobaan Engelmann adalah bahwa fotosintesis dilakukan oleh kloroplas dan
kloroplas hanya berfotosintesis jika terkena cahaya.
(3) Sacks
Pada tahun 1860, sacks
membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum. Daun yang sebagian
dibungkus kertas timah (kertas bungkus rokok) dipetik disore hari, setelah
terkena sinar matahari sejak pagi hari. Daun tersebut direbus untuk mematikan
sel-selnya. Selanjutnya daun tersebut dimasukkan ke dalam alkohol, agar
klorofilnya larut sehingga daun tersebut menjadi pucat. Jika daun itu ditetesi
dengan yodium, maka bagian yang tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedang
yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. Warna biru kehitaman
menandakan bahwa didaun tersebut terdapat amilum.
(4) Hill
dan F.F. Blackman
Hill pada tahun 1937
berhasil membuktikan bahwa energi sinar yang diterima digunakan untuk memecah
molekul air menjadi H+ dan O2 peristiwa ini dikenal
sebagai fotolisis, yang merupakan tahap awal dari fotosintesis. Fotolisis
berlangsung dengan bantuan cahaya sehingga disebut reaksi terang. Pada reaksi
terang, molekul air (H2O) terurai menjadi molekul oksigen (O2)
dan proton (H2). Dalam reaksi tersebut dihasilkan energi dalam
bentuk ATP dan NADP kemudian H4 yang dihasilkan dalam reaksi
penguraian air tersebut ditangkap oleh NADP, sehingga terbentuk NADPH.
Persamaan
reaksinya adalah sebagai berikut :
12
H2O + ATP + 24 NADP+ _______> 6 O2
+ ATP + 24 NADPH
Reaksi terang tersebut
terjadi di dalam grana. Blackman mengemukakan reaksi gelap yang terjadi di
stroma. Dalam reaksi gelap, ATP dan NADPH yang terbentuk pada reaksi terang
digunakan untuk pembentukan sukrosa dari karbon dioksida. Persamaan reaksinya
adalah sebagai berikut :
6
CO2 + ATP + NADPH _______> (CH2O)6 +
6 H2O
Jika kedua reaksi
tersebut digabungkan, akan menghasilkan reaksi fotosintesis sebagai berikut :
6
CO2 + 12 H2O + energi _______> (C6H12O)
+ 6 H2O + 6 O2
Jadi, reaksi gelap
hanya berlangsung jika tersedia energi proton (H+) yang dihasilkan
oleh reaksi terang . tanpa didahului reaksi terang, reaksi gelap tidak akan
berlangsung.
b) Cahaya
yang Berguna dalam Fotosintesis
Fotosintesis memerlukan
cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Cahaya matahari terdiri dari
banyak cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda. Cahaya yang berguna untuk
fotosintesis adalah cahaya tampak. Gelombang cahaya tampak yang terpendek
adalah cahaya ungu, dan yang terpanjang adalah cahaya merah.
Reaksi fotosintesis
terjadi pada membran fotosintesis tumbuhan. Pada bakteri fotosintesis, membran
tersebut merupakan lipatan membran sel. Pada tumbuhan, alga dan protista bersel
satu (misalnya Euglena), semua reaksi fotosintesis terjadi di dalam organel sel
yang disebut kloroplas. Kloroplas mempunyai sistem membran dalam. Membran ini
terorganisasi menjadi kantong pipih yang disebut tilakoid. Tumpukan tilakoid
disebut grana. Tiap-tiap tilakoid merupakan ruang tertutup dan sebagai tempat
pembentukan ATP. Di sekeliling tilakoid terdapat cairan yang disebut stroma.
Stroma mengandung enzim yang berperan dalam reaksi fotosintesis.
Di
dalam kroloplas terkandung beberapa jenis pigmen, yaitu klorofil a, klorofil b,
dan karotenoid. Kloropil a mampu menyerap terutama cahaya merah dan biru ungu.
Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, klorofil a terlihat hijau
karena memantulkan cahaya hijau. Klorofil b menyerap terutama cahaya biru dan
oranye dan memantulkan cahaya hijau kuning. Karotenoid adalah pigmen kuning
oranye yang menyerap cahaya biru hijau. Klorofil b dan karotenoid tidak
berperan langsung dalam reaksi terang, tetapi mereka memperluas kisaran cahaya
yang dapat digunakan oleh tumbuhan. Kedua pigmen ini meneruskan energi cahaya
yang mereka serap ke klorofil a, dan kemudian menyimpan energi untuk kegiatan
reaksi terang.
5. Kemosintesis
Kemosintesis adalah suatu reaksi penyusunan bahan organik
yang dilakukan dengan energi yang diperoleh dari pemecahan persenyawaan kimia.
Energi kimia digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat.
Disini, jelas bahwa sumber energi tidak hanya cahaya. Beberapa mikroorganisme
ada yang dapat memperoleh energi dengan jalan mengoksidasi persenyawaan kimia.
Misalnya bakteri belerang mengoksidasi H2S untuk memperoleh energi.
Selanjutnya, energi yang diperoleh digunakan untuk melakukan asimilasi C.
Perhatikan reaksinya :
2
H2S + O2 ______> 2H2O + 2S +
energi
Energi yang diperoleh
lebih kecil jumlahnya daripada energi yang dihasilkan dari cahaya. Energi
tersebut digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat. Dengan
demikian, reaksi selengkapnya adalah :
CO2
+ H2S ______> CH2O + S2 + H2O
6. Pengangkutan Air dan Mineral pada
Tumbuhan
a.
Absorpsi dan Transpor Air pada Tumbuhan
Air merupakan bagian terbesar dari tubuh
makhluk hidup. Pada tumbuhan 70% lebih berat tubuhnya terdiri dari air. Air
tersebut dipertahankan supaya tumbuhan tetap hidup. Air dalam jaringan tubuh tumbuhan
berada dalam keseimbangan antara air yang hilang dengan air yang diperoleh dari
tanah.
Beberapa
fungsi air pada tumbuhan :
1)
Air merupakan bagian protoplasma,
kekurangan air protoplasma tumbuhan menjadi viaktif atau dapat mati;
2)
Sebagai pelarut dan sebagai “carrier” untuk berbagai bahan;
3)
Berfungsi dalam proses metabolisme;
4)
Sebagai sumber atom hidrogen untuk
reduksi dari CO2 dalam reaksi fotosintesis;
5)
Berperan dalam proses gerakan dan
masuknya bahan-bahan;
6)
Membantu pengangkutan bahan-bahan pada
tumbuhan;
7)
Berperan dalam regulasi suhu.
b.
Air Tanah
Tumbuhan mengabsorpsi air tanah dengan akarnya.
Air yang ada di dalam tanah terdapat berbagai bentuk. Sumber air tanah adalah
air hujan. Tidak semua air hujan dapat masuk ke dalam tanah. Air dapat masuk ke
dalam tanah melalui pori-pori diantara partikel-partikel tanah yang dipengaruhi
oleh gravitasi. Air tanah semacam ini disebut air gravitasi (gravitational water). Jumlah air tanah
maksimum yang tertinggal sehabis air keluar dari tanah akibat gravitasi disebut
kapasitas lapangan. Air di dalam tanah ini terdapat dalam 3 bentuk air kapiler,
air higroskopik dan air yang terikat secara kimia. Air kapiler dapat di ambil
oleh tumbuhan, sedangkan air higroskopik tidak dapat di ambil oleh tumbuhan dan
tumbuhan akan layu.
c.
Akar
Bagian akar yang dapat menyerap air adalah
di daerah ujung akar. Daerah unjung akar dibedakan menjadi 3 zona yaitu zona
sel meristimatik, zona perpanjangan dan zona penyerapan (absorpsi). Zona
absorpsi terdiri atas 3 macam sistem jaringan yaitu : dermal (epidermis),
korteks dan stele. Epidermis banyak yang membentuk bulu-bulu akar. Korteks
berupa sel-sel endodermis, perisekel, xilem, dan floem.
Bagian-bagian
akar terdiri dari :
1)
Bulu akar
Bulu akar merupakan modifikasi deri sel
epidermis yang mempunyai fungsi untuk penyerapan air. Dinding bulu akar terdiri
atas selulosa dan pektin yang kedua-duanya bersifat hidrofilik dan mempunyai
daya serap yang besar terhadap air.
2)
Endodermis
Disebelah luar Stele dikelilingi oleh
selapisan sel khusus disebut Endodermis. Endodermis mengalami penebalan dinding
sel yang disebut Strip Caspari, air dapat masuk stele melalui sel peresap
(Passage Cells). Pada beberapa jenis monokotil tidak ditemukan sel peresap
tetapi penyerapan air tidak terganggu.
3)
Xilem
Xilem terdiri dari trakeid, pembuluh kayu
dan parenkim. Noktah terdapat pada dinding radial dari trakeid dan trakea
sehingga memudahkan gerakan air masuk ke dalamnya. Penebalan sel ini juga tidak
mengganggu jalannya air karena lignin sifatnya hdrofilik dan mudah dilalui air.
d.
Pengambilan Air Oleh Akar
Air masuk dari luar berupa air tanah harus
melalui bulu akar (epidermis), korteks, endodermis dan perisikel. Dinding
radial sel endodermis mempunyai penebalan dari suberin atau lignin yang kedap
air. Air tanah akan masuk akar jika potensial air pada akar lebih rendah dari
potensial air di tanah. Rendahnya potensial air pada xilem disebabkan hilangnya
air oleh proses transpirasi pada daun tumbuhan. Potensial air pada tanah
disebabkan adanya potensial osmotik dan potensial matriks. Pada tanah yang
kering potensial airnya turun karena tumbukan tidak mampu untuk mengambil air
dari tanah. Batas terendah kandungan air tanah dapat dilihat dari kelayuan pada
daun tumbuhan, mulut daun menutup dan pengambilan air sangat kurang.
e.
Pengangkutan Air
Air bergerak dari akar sampai kedaun
melalui xilem, yaitu melalui pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Parenkim xilem
mempunyai fungsi untuk transpor kea rah lateral. Pengangkutan air melalui xilem
dapat terus berlangsung meskipun xilem mati. Ini membuktikan bahwa tenaga untuk
mendorong air bukan berasal dari xilem itu sendiri. Pembuluh kayu sebagai
kapiler hanya dapat menaikan air sedikit saja. Teori tekanan akar menyatakan
bahwa adanya tekanan akar menyebabkan absorpsi secara aktif oleh akar.
f.
Pengangkutan Mineral
Mineral diangkut melalui xilem dari akar
ke daun. Mineral dipergunakan tumbuhan untuk menyusun bahan organik, misalnya
fosfor dan nitrogen. Tidak semua unsur yang dipindahkan pada daun tetap
disimpan pada daun. Pemindahan mineral terjadi terutama sebelum daun gugur melalui
floem. Pada batang mineral dapat diangkut ke atas atau ke bawah pada floem
menuju daun muda dan juga ke ujung batang atau akar. Mineral yang masih ada
pada daun jika daun gugur akan kembali dipergunakan oleh tumbuhan setelah
terjadi penguraian. Karena itu mineral cukup tersedia untuk tumbuhan.
g.
Pengangkutan Bahan Organik
Bahan organik seperti gula, asam amino dan
hormon diangkut melalui floem. Bahan organik dapat bergerak ke atas dari ujung
batang yang sedang tumbuh bergerak ke bawah yaitu ke tempat penimbunan di akar
diangkut melalui floem. Pengangkutan bahan organik pada floem disebut
Translokasi. Kecepatan translokasi beberapa kali kecepatan difusi.
h.
Osmoregulasi Pada Tumbuhan
Pada tumbuhan darat kehilangan air
merupakan masalah yang sama dengan hewan. Tumbuhan banyak kehilangan air
melalui transpirasi dan penguapan melalui daun. Untuk tumbuhan yang hidup pada
tanah yang cukup air kehilangan air akan segera diganti dengan pengambilan air
dari tanah. Tumbuhan yang tidak mempunyai masalah mengenai penggantian air yang
hilang karena transpirasi dan penguapan disebut tumbuhan mesofil (mesophyle). Berbagai jenis tumbuhan di
daerah yang kering dan harus menyesuaikan diri agar tidak mengalami kekeringan
dengan berbagai cara. Tumbuhan tersebut termasuk tumbuhan serofit (xerophyte).
Beberapa jenis tumbuhan mempunyai jaringan
yang toleran terhadap kekeringan. Pada umumnya tumbuhan ini dapat
mempertahankan diri terhadap perubahan kandungan air pada tubuhnya lebih
daripada hewan. Di antaranya ada yang mempunyai penyesuaian tinggi, sehingga
jaringannya kering, jaringnnya akan kembali normal jika mendapat cukup air. Hal
seperti ini terdapat pada beberapa jenis tumbuhan gurun dan juga pada berbagai
jenis lumut dan paku-pakuan.
Banyak tumbuhan dapat mempertahankan hidupnya
pada masa kering dengan spora dan bijinya. Protoplasma spora dan biji sangat
menjadi kering dan dilindungi oleh selaput yang keras. Pada kondisi ini spora
dan biji tetap hidup untuk periode yang panjang dan dapat tumbuh menjadi
tumbuhan baru jika air cukup dan kondisi yang baik. Biasanya tumbuhan gurun
semacam ini tumbuh pada waktu yang singkat.
Adapula adaptasi lain bagi tumbuhan yang
hidup di daerah kering ialah dengan cara menyimpan air pada sel-sel parenkim
yang besar baik pada batang maupun pada daun. Dengan demikian jaringan batang
dan daun menjadi berair dan tumbuhan demikian disebut sukule. Banyak tumbuhan gurun yang mempunyai batang sukulen, daun pada tumbuhan tersebut
biasanya mengalami reduksi.
Berbagai
cara tumbuhan sukulen mempertahankan air yang dikandungnya, yaitu dengan :
1)
Mengurangi jumlah stroma.
2)
Adaptasi secara fisiologis dengan cara
stroma menutup pada siang hari dan membuka pada malam hari.
Transpirasi tidak terbatas pada stroma tapi juga melalui
kutikula. Transpirasi kutikula pada tumbuhan serofit sangat kecil karena
kutikula menjadi tebal dan mempunyai lapisan lilin yang impermeable.
Tumbuhan yang
hidup di pantai mempunyai masalah untuk mengambil air yang mempunyai tekanan
osmotik tinggi dibandingkan dengan tekanan osmotik air tanah biasa. Tumbuhan
tersebut biasa disebut tumbuhan halofit. Untuk
mengatasi hal ini dilakukan dengan
2 cara, yaitu :
1.
Sel-sel akar mempunyai tekanan osmotik
yang lebih besar dibandingkan akar tumbuhan biasa sehingga dapat mengambil air
dengan cara osmosis.
2.
Berbagai tumbuhan bisa menyimpan air
yang menyebabkan tidak terjadi kekurangan air pada waktu air disekeliling
akarnya mempunyai tekanan osmotik tinggi. Hal ini terjadi pada daerah pasang
surut pantai yang berlumpur. Selain itu tumbuhan mempunyai cara untuk membuang
kelebhan air.
Hal ini terjadi pada waktu kelembaban
tinggi dan suhu tidak begitu tinggi. Caranya ialah gutasi. Gutasi terjadi jika
air yang berlebih tidak habis dengan transpirasi. Air dikeluarkan melalui
struktur khusus di ujung tulang daun yang letaknya di ujung atau ditepi daun
yang disebut hidotoda.
B. Fisiologi Hewan
A. Sistem
Pencernaan
Alat
pencernaan merupakan organ yang berfungsi untuk memecah makanan baik secara
mekanis maupun kimiawi agar mudah terserap dan diedarkan keseluruh tubuh.
Organisme bersel satu tidak memiliki alat pencernaan makanan khusus. Makanan
masuk melalui mulut sel, dicerna didalam vakuola makanan, kemudian diedarkan ke
seluruh sel dan akhirnya dikeluarkan melalui membran sel. Pada hewan
vertebrata, makananmasuk melalui mulut,kemudian ke kerongkongan, perut besar
(ventrikulus), usus dua belas jari (duodenum), usus halus, poros usus (rektum)
dan berakhir sebagai anus. Binatang pemakan tumbuhan (herbivora) memiliki alat
pencernaan makanan yang lebih panjang dibandingkan binatang pemakan daging
(karnivora).
Proses pencernaan
makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara mekanik, dan secara
kimiawi. Untuk mencerna makanan diperlukan saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan, yang keduanya membentuk sisitem pencernaan makanan. Saluran
pencerenaan makanan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
Makanan diserap di usus kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa
makanan dikeluarkan melalui anus.
1. Mulut
Didalam mulut terdapat
gigi, lidah, dan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar air liur. Mulut berfungsi
sebagai pengecap, dan pencerna baik secara mekanik maupun secara kimiawi.
a. Gigi
1)
Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu
bagian yang tampak dari luar
2)
Leher gigi, yaitu bagian gigi yang
terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi
3)
Akar gigi, yaitu bagian gigi yang
tertanam di dalam rahang
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang
gigi, sementum dan rongga gigi. Email merupakan lapisan yang keras pada puncak
gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi, jika email rusak, gigi akan mudah
rusak pula. Tulang gigi, dilapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat
dari dentin yaitu jaringan berwarna kekuningan. Semen gigi, dilapisan luar akar
gigi terdapat semen gigi atau sementum. Rongga gigi, di bagian dalam gigi
terdapat rongga gigi atau pulpa. Rongga gigi berisi serabut saraf dan pembuliuh
darah.
Fungsi gigi bermacam-macam, sesuai dengan letak dan
bentuknya. Gigi seri sebagai pemotong makanan, gigi taring sebagai pengoyak
makanan, dan gigi geraham sebagai pengunyah makanan.
b. Lidah
Lidah berguna untuk
membantu mengatur letak makanan dalam mulut dan mendorong makanan masuk ke
dalam saluran selanjutnya. Selain itu lidah juga berfungsi untuk mengecap
(merasakan) makanan, yaitu rasa asin, manis, pahit dan masam serta peka juga
terhadap dingin, panas dan tekanan.
c. Kelenjar
Ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 kelenjar ludah, dialirkan
melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut. Kelenjar ludah
tersebut adalah kelenjar ludah parotid (di dekat pelipis), kelenjar ludah
rahang bawah dan kelenjar ludah bawah lidah. Ludah mengandung air, lendir, garam dan enzim
ptialin. Enzim ptialin berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yaitu
maltosa dan glukosa.
2. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan
saluran panjang yang tipis sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung.
Panjang krongkongan kurang lebih 20 cm dan lebar kurang lebih 2 cm.
Kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar dan menyempit, bergelombang,
meremas-remas, guna mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut
sebagai gerak peristaltik.
3. Lambung
Lambung
atau ventrikulus berupa suatu kantung yang terletak di dalam rongga perut di sebelah kiri di
bawah sekat rongga badan.
a.
Kardiak adalah bagian atas, daerah pintu
masuk makanan dari kerongkongan
b.
Fundus adalah dagian tengah, bentuknya
membulat
c.
Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang
berhubungan dengan usus dua belas jari
Dinding lambung yang
penuh dengan otot-otot lambung, berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik, Di
bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang
menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI) serta
enzim-enzim lain. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat
perubah protein menjadi molekul-molekul yang lebih kecil.
4. Usus
halus
a. Usus
dua belas jari (duodenum)
Panjangnya 12 jari. Di
dalam dinding usus dua belas jari terdapat muara saluran bersama dari kantung
empedu dan pangkreas. Kantung empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati
dan berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwrna kehijauan dan berasa
sangat pahit.
Pangkreas yang letaknya
dekat dengan lambung mengasiklan getah pankreas. Getah pankreas menghasilkan
enzim amilase, tripsinogen dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi
gula. Tripsinogen merupakan enzim belum aktif yang harus di aktifkan terlebih
dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Karena enzim enterokinase,
tripsinogen berubah menjadi tripsin yang aktif. Tripsin mengubah protein
menjadi peptida dan asam amino. Sedangkan lipaso mengubah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
b. Usus
Kosong (Jejunum)
Panjangnya antara 1,5 m
dan 1,75 m. Di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi ole
enzim yang dihasilkan dinding usus. Sehingga terjadi pelumatan makanan secara
sempurna. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan bermacam-macam enzim
yang dapat memecah molekul makanan memjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini
makanan berupa bubur yang lumat dan encer.
c. Usus
Penyerapan (Ileum)
Panjangnya antara 0,75
m sampai 3,5 m. Di dalam usus ini terdapat penyerapan sari-sari makanan.
Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorbsi. Bersama darah,
makanan dialirkan melalui pembuluh darah (vena porta) menuju ke hati. Glukosa
sebagian disimpan ke dalam hati setelah diubah ke dalam bentuk glikogen yang
tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain diedarkan ke seluruh sel
tubuh melalui pembuluh darah.
5. Usus
besar (Colon),Rectum dan Anus
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus.
Usus besar memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Panjang
usus besar kurang lebih 1 meter. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik,
bagian mendatar dan bagian menurun. Batas antara usus besar dan usus alus
disebut sektum.
Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air
sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia coli
yang membusukan sisa-sisa makanan menjadi kotoran (feses). Dengan demikian
kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bagian akhir usus besar yang
panjangnya kurang lebih 15 cm disebut pelepasan atau poros usus atau rectum.
Rectum bermuara pada anus. Anus mempunyai 2 otot, yaitu otot tak sadar dan otot
sadar.
Beberapa makanan yang mengandung zat-zat berbahaya
dapat merusak sel-sel hati. Misalnya alkohol, makanan yang tercemar dan
obat-obatan tertentu.
B. Sistem
Rangka
Tulang
merupakan struktur penunjang utama tubuh, berfungsi : Sebagai tempat pelekatan
otot, bersama-sama otot membangun alat gerak tubuh, melindungi organ-organ
vital di tengkorak dan dada, menyimpan kalsium yang dapat dimobilisasi bila
diperlukan oleh tubuh, merupakan tempat berlangsungnya hematopoiesis. Terdapat
2 jenis tulang : tulang kompak dan tulang bunga karang (tulang spongiosa).
1. Jaringan
Otot
Jaringan otot berfungsi untuk gerakan. Ada 3 jenis
otot berdasarkan sifat morfologi dan fungsinya, yaitu otot polos, tersebarluas
pada sistem pencernaan makanan, urogenital dan pernafasan. Berkontraksi lambat
dan tidak dibawah kemauan. Sebagian besar berada dibawah pengawasan sistem
syaraf autonom. Terdiri dari sel bentuk kumparan.
Otot rangka, dibangun oleh berkas-berkas serabut
otot yang berinti banyak dan serabut otot tersebut menggambarkan gais-garis
melintang, kontraksinya cepat dan kuat serta dibawah kemauan (voluntary).
Otot jantung, seperti halnya otot rangka sel-selnya
yang panjang seperti serabut memperlihatkan garis-garis melintang. Pada tempat
pertemuan sel jantung dijumpai keping interkalar, suatu struktur yang khas bagi
otot jantung. Kontraksinya kuat, berirama dan tidak dibawah kemampuan
(involuntary).
Berdasarkan struktur sel dan gerakannya, otot
dibedakan atas 3 macam yaitu otot lurik atau otot serat lintang, otot polos dan
otot jantung. Otot lurik bekerja atas kehendak kita,. Otot polos bekerja secara
otonom. Sedangkan otot jantung strukturnya sama dengan otot lurik tetapi
bekerjanya tidak dibawah kesadaran kita. Kerja otot ada yang antagonis
(berlawanan) dan ada pula yang sinergis (sama).
Rangka binatang dapat dibedakan atas rangka dalam
dan rangka luar. Rangka dalam dimiliki oleh hewan-hewan yang rendah
tingkatannta seperti arthropoda. Hewan vertebrata ada yang memiliki rangka luar
misalnya ikan, reptil. Rangka luar hanya berfungsi sebagai pelindung, sedangkan
rangka dalam berfungsi sebagai pelindung, tempat melekatkan otot dan menegakkan
tubuh.
Rangka tubuh manusia tersusun atas berbagai bentuk
tulang yang saling berhubungan. Tulang tengkorak tersusun atas tulang-tulang
yang pipih. Tulang-tulang tersebut bersambungan sedemikian rupa sehingga
membentuk rongga. Dalam rongga itulah tersimpan otak.Tulang tengkorak dapat
dibedakan menjadi 2 bagian: tulang-tulang bagian kepala dan tulang-tulang
bagian muka.
2. Macam-macam
Tulang
Tulang-tulang pada
manusia merupakan rangka dalam. Berdasar letaknya rangka dibedakan menjadi3
bagian utama yaitu tulang tengkorak, tulang badan dan tulang anggota badan. Berdasarkan
zat penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan.
Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih dan
tulang pendek. Tulang pipa dan tulang pendek berisi sum-sum merah yang
berfungsi untuk membuat sel darah merah dan sel darah putih.
a. Tulang
Pipa
Bentuknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang,
bagian tengahnya berlubang. Contohnya: tulang lengan, tulang paha, ruas-ruas
tulang jari. Di dalamnya berisi sumsum kuning.
b. Tulang
Pipih
Bentuknya memipih, di dalamnya berisi sum-sum merah.
Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel
darah putih. Contohnya: tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang
panggul dan tulang dahi.
c. Tulang
Pendek
Bentuknya bulat dan pendek. Sering disebut sebagai
ruas tulang. Di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai
tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
d. Tulang
Keras
Tulang keras tersusun atas sel-sel yang ruang antar
selnya berisi zat kapur dan sedikit zat perekat yaitu zat kolagen. Zat kapur
itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO1) dan kalsium fosfat (Ca(PO4).
Pada masa kanak-kanak zat perekatnya lebih tinggi daripada masa dewasa. Pada
orang dewasa, kadar zat kapurnya tinggi, sehingga tulang semakin keras. Karena
itu pada anak-anak lebih cepat sembuh jika terjadi patah tulang dari pada orang
dewasa.
e. Tulang
Rawan
Ruang anatar sel tulang rawan terisi banyak perekat
dan sedikit mengandung zat kapur. Karenaitu tulang rawan bersifat lentur.
3. Sendi
Hubungan antara 2 tulang dikenal sebagai sendi.
Berdasarkan gerakannya, sendi dibagi menjadi sendi mati, sendi kaku dan sendi
gerak. Sendi mati adalah hubungan 2 tulang yang tidak memungkinkan terjadi gerakan tulang. Sendi kaku adalah
hubungan antara 2 tulang yang memungkinkan sedikit gerakan. Dan sendi gerak
adalah hubungan 2 tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan. Sendi gerak
meliputi sendi engsel, sendi peluru, sendi putar dan sendi pelana.
a. Sendi
Engsel
Disebut sendi engsel karema arah gerakannya dua
arah, seperti engsel pintu. Misaalnya hubungan antar ruas tulang jari tangan
dan jari-jari kaki.
b. Sendi
Putar
Disebut sendi putar karena dari hubungan dua tulang
tersebut. Tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain.Misal
hubungan antara atals dan tulang pemutar sehingga kepada kita dapar bergerak
berputar.
c. Sendi
Peluru
Disebut sendi peluru karena dari hubungan dua
trulang tersebut dapat terjadi gerakan tulang ke segala arah. Hal ini
disebabkan bagian bonggol sendi yang bentuknya seperti bola/peluru masuk ke
dalam cawan sendi dari tulang yang lain. Misal hubungan antara tulang gelang
bahu dengan tulang lengan atas, hubungan antara gelang panggul dengan tulang
paha.
d. Sendi
Pelana
Disebut sendi pelana karena dari hubungan dua tulang
tersebut, tulang yang satu dapat bergerak kedua arah seperti orang yang naik
kuda diatas pelana. Contohnya hubungan antara ruas jari tangan dengan telapak
tangan.
4. Fungsi
Rangka Manusia
Rangka
tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi yaitu :
a.
Untuk menegakkan badan, misalnya tulang-tulang
punggung
b.
Untuk memberi bentuk badan, misalnya
tulang-tulang tengkorak memberi bentuk wajah
c.
Untuk melindungi bagian-bagian tubuh
yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak dan mata, tulang-y=tulangrusuk
melindungi jantung
d.
Sebagai tempat melekatnya otot-otot
e.
Sebagai tempat pembuatan sel darah merah
dan sel darah putih
f.
Sebagai alat gerak pasif
5. Kelainan
Bentuk Rangka Tubuh Manusia
Kelainan yang dibawa
sejak dalam kandungan. Ketika dilahirkan orang tersebut telah mengalami
kelainan tulang. Penyebabnya mungkin si ibu terjatuh atau makanannya kurang
vitamin D dan zat kapur atau karena faktor keturunan (genetik). Bentuk kelainan
ini misalnya ketika dilahirkan anak tersebut kakinya berbentuk X atau O atau
sejajar.
Kekurangan vitamin D,
kekurangan zat kapur, kekurangan zat fosfor dalam makanannya dapat menyebabkan
gangguan proses penulangan. Pada orang tua, terutama wanita, akan menderita
bongkok atau keropos tulang karena kekurangan zat kapur. Susu merupakan makanan
yang banyak mengandung zat kapur yang dibutuhkan tulang.
Posisi duduk yang salah
dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang seseorang. Misalnya posisi duduk yang
selalu membengkok ke kiri/kanan/depan/belakang menyebabakan tulang punggungnya
membengkok mengikuti arah duduknya.
Beberapa penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan
tulang misalnya :
a.
Penyakit polio pada anak-anak. Polio
disebabkan oleh virus. Karena polio pertumbuhan tulang dan jaringan terganggu.
b.
Penyakit sifilis. Anak-anak dalam
kandungan dapat menderita sifilis karena tertular oleh orangtuanya. Akibatnya,
tulang seperti tidak bertenaga.
c.
Kurang minyak. Pada persendian terdapat
minyak yang berfungsi melumasi sendi sehingga tulang-tulang dapat bergerak
leluasa. Karena produksi minyak menurun maka gerakan tulang dapat menimbulkan
bunyi, jika berlangsung terus, tulang menjadi aus karena gesekan.
d.
Kelainan tulang dapat disebabkan karena
kecelakaan. Misalnya tulang menjadi patah, ujung tulang yang lepas dari sendi,
retak tulang dan remuk tulang.
C. Sistem
Pernapasan
Pernapasan mempunyai
dua arti, yaitu : Proses pertukaran gas, dan proses menghasilkan energi yang
dilakukan oleh sel.
Proses menghasilkan
energi di dalam sel dapat dibedakan menjadi pernapasan aerobik yang menggunakan
oksigen langsung dan pernapasan anaerobik yang tidak memerlukan oksigen bebas.
Proses pertukaran gas sebenarnya adalah proses
menangkap oksigen dan melepas karbondioksida ke udara luar. Untuk melakukan
proses pertukaran gas itu diperlukan organ pernapasan yaitu paru-paru atau
insang atau gelembung udara atau kulit.Proses pernapasan aerobik atau anaerobik
dilakukan di dalam sel. Dalam proses reaksi kimia itu diperlukan enzim-enzim
pernapasan untuk mncegah gula menjadi energi.
Alat-alat pernapasan pada berbagai hewan
berbeda-beda tergantung pada tempat hidupnya. Hewan darat mempunyai paru-paru
atau pundi-pundi udara. Katak mempunyai kulit yang berfungsiuntuk pertukaran
gas.ikan mempunyai insang. Hewan avertebrata memiliki organ yang berbeda pula.
1. Sistem
Pernapasan pada Manusia
a. Hidung
Hidung merupakan tempat pertama yang dilalui udara
dari luar. Di dalam rongga idung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir,
yang berguna untuk menyaring udara, mengatur suhu udara yang masuk ke paru-paru
dan mengatur kelembaban udara.
b. Panggal
Tenggorok (Laring)
Antara hidung dan
tenggorokan ada bagian yang harus terkoordinasikan dengan baik yaitu faring.
Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan rongga
hidung ke tenggorokan. Pangkal tenggorokan disebut laring. Laring terdiriatas
kepingan tulang rawan yang membentuk jakun.
c. Batang
Tenggorok (Trakea)
Batang tenggorok terletak di daerah leher, di muka
kerongkongan. Batang tenggorok merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang
tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. Dinding dalamnya dilapisi selaput
lendir, yang sel-selnya berlambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk
menolak debu atau benda-benda asing keluar.
d.
Cabang Batang Tenggorok (Bronkus)
Batang tenggorok bercabang menjadi dua bronkus yaitu
bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua cabang batang tenggorok menuju ke
paru-paru. Di dalam, paru-paru, bronkus membentuk cabang-cabang lagi disebut
bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabag menjadi 3 bronkiolus, sedangkan
bronkus sebalah kiri bercabang dua bronkioulus. Bronkiolus bercabang-cabang lagi
membentuk pembuluh-pembuluh yang halus. Cabang-cabang yang terhalus masuk
kedalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dingding alveolus mengandung kaviler
darah, disitulah oksigen berdifusi ke dalam darah.
e. Paru-paru
Paru-paru terletak di rongga dada tepat di atas
sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga adan, yang membatasi rongga dada
dan rongga perut. Paru-paru terdiri dari 2 bagian. Paru-paru kanan memiliki 3
gelambir sehinggba berukuran lebih besar dari pada paru-paru kiri yang memiliki
2 gelambir. Paru-paru dibungkus oleh 2 lapis selaput paru-paru atau pleura.
Oksigen digunakan untuk
oksidasi karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan sel diangkut oleh darah
melalui pembuluh darah menuju ke paru-paru. Sesampai di alveolus, karbon
dioksida menembus dinding pembuluh darah dan dinding alveolus. Dari alveolus
karbon dioksida akan dikeluarkan melalui saluran prnapasan saat kita
mengeluarkan napas. Karbondioksida akan keluar melalui hidung. Jadi proses
pertukaran gas sebenarnya berlangsung di alveolus.
2. Proses
pernapasan
Rongga dada tempat
paru-paru di batasi oleh tulang rusuk dan tulang dada. Bagian rongga dada di
tutup oleh diafragma. Proses bernafas terdiri dari 2 kegiatan, yaitu menghirup
udara pernapasan atau menarik napas dan menghembuskan udara pernapasan atau
mengeluarkan nafas. Menghirup udara disebut inspirasi dan menghembuskan udara
ekspirasi.
Pernapasan dibedakan
antara pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan perut (pernapasan
diafragma). Pernapasan dada terjadi bila otot-otot antar rusuk berkontraksi,
sehingga tulang rusuk terdorong kemuka. Akibatnya volume rongga dada membesar,
tekanan menurun dan udara masuk. Ketika tulang-tulang rusuk turun kembali
rongga dada menyempit, tekanan naik dan udara keluar.
Pernapasan perut
menggunakan diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi diafragma yang semula
cembung menjadi agak rata. Sehingga paru-paru dapat mengembang kearah perut,
perut mengembung, rongga dada membesar, tekanan menurun dan udara masuk. Ketika
diafragma kembali kekeadaan semula, rongga dada menyempit, tekanan naik dan
udara keluar. Pernapasan perut terjadi terutama pada saat tidur.
Pada waktu bernapas, udara yang masuk paru-paru
berbeda susunannya dengan udara yang keluar dari paru-paru.
|
Gas
|
Udara luar sebelum masuk paru-paru (%)
|
Udara yang keluar dari paru-paru (%)
|
|
Nitrogen (N2)
|
79,07
|
79,8
|
|
Oksigen (O2)
|
20,9
|
14,6
|
|
Karbondioksida
(CO2)
|
0,03
|
5,6
|
Proses pernapasan aerob
disebut juga oksidasi biologi. Oksidasi biologi sebenarnya adalah Proses pemecahan
zat gula agar diperoleh energi dengan mereaksikannya dengan oksigen. Selain
gula, zat makanan yang dapat dioksidasikan adalah lemak dan protein. Proses
oksidasi secara sederana dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
C5H12O6 + O2 __________> CO2
+ H2O +
energi
(Gula) (Oksigen) (Karbondioksida) (Air)
D. Sistem
Pengeluaran
1.
Ginjal (Ren)
Fungsi utama dari
ginjal adalah menjernihkan atau membersihkan plasma darah dan produk akhir
metabolisme ketika zat-zat ini berjalan melalui alas kaviler ginjal. Ginjal
juga membuat seimbang komposisi cairan-cairan tubuh dengan mempertahankan
secara selektif atau mensekresikan banyak zat penyusun plasma.
Hasil-hasil pembakaran
dari sisa-sisa metabolisme tubuh perlu dibuang keluar tubuh. Sisa-sisa itu
berupa karbondioksida, uren, air, kelebihan vitamin, dan zat-zat lainnya. Jika
tidak dibuang akan dapat meracuni tubuh. Untuk mengeluarkan sisa-sisa itu
diperlukan sistem pengeluaran.
Alat pengeluaran pada
manusia dan hewan vertebrata terdiri atas ginjal, kulit, paru-paru dan hati.
Adapun alat pengeluaran pada hewan yang lebih rendah tingkatannya dapat berupa
buluh malpighi, nefridia, sel api dan rongga berdenyut.
2.
Sistem Pengeluaran Pada Manusia
a. Ginjal
Ginjal atau bua
pinggang bentuknya seperti kacang merah berwarna merah keunguan, letaknya di
daerah pinggang, di kiri kanan tulang belakang, jumlahnya sepasang. Pada orang
dewasa setiap ginjal beratnya kurang lebih 200 gr. Susunan ginjal terdiri dari
kulit ginjal di bagian luar sumsum ginjal dibagian tengah dan rongga ginjal
(piala ginjal) di bagian dalam.
Dalam sehari semalam,
banyaknya darah yang disaring ginjal, kira-kira mencapai 1500 liter. Adapun
jumlah urine yang dihasilkan kira-kira 1 sampai 1,5 liter. Jika kita kekurangan
air, sedangkan zat-zat sisa yang dihasilkan banyak maka beberapa zat sisa dapat
mengendap di ginjal atau kantung kemih. Terjadilah batu ginjal.
Dalam keadaan normal urine mengandung :
1)
Air, urea, dan amoniak yang merupakan
sisa-sisa pembongkaran protein
2)
Garam-garam mineral terutama garam dapur
3)
Zat warna empedu yang memberi warna
kuning pada urineZat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin B, C,
obat-obatan dan hormon.
b. Kulit
Kulit merupakan lapisan
tipis yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit berfungsi sebagai alat
pengeluaran. Kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu :
1) Lapisan
kulit ari (epidermis)
Kulit ari (epidermis)
terdiri dari 2 bagian, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi. Lapisan
tanduk sewaktu-waktu dapat mengelupas. Lapisan ini tersusun atas sel-sel yang
mati. Lapisan malpighi merupakan lapisan yang hidup yang terletak di bawah
lapisan tanduk.
2) Lapisan
kulit jangat (dermis)
Merupakan lapisan kulit
yang terletak di bawah lapisan kulit ari. Kulit jangat terdiri dari beberapa
struktur yaitu kelenjar keringat, kelenjar minyak pembuluh darah dan ujung –
ujung syaraf. Selain berfungsi alat pengeluaran kulit juga berfungsi :
a)
Sebagai pelindung tubuh dari kerusakan
akibat benturan maupun kerusakan yang disebabkan oleh zat kimia
b)
Sebagai tempat indra, karna pada kulit
terdapat ujung-ujung syaraf yang dapat merasakan halus, kasar, panas, dingin
dan nyeri.
c)
Untuk menyimpan kelebihan lemak
d)
Tempat pembuatan vitamin D dan pro
vitamin D, dengan bantuan sinar ultra violet.
e)
Sebagai pengatur suhu tubuh.
3) Lapisan
jaringan ikat bawah kulit
Pada jaringan ikat
bawah kulit terdapat cadangan lemak ini berfungsi sebagai cadangan makanan dan
menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
c. Paru-paru
Pada sistem
pengeluaran, paru-paru mengeluarkan gas
karbondioksida (CO2).
d. Hati
Hati terletak pada
rongga perut sebelah kanan tepatnya di bawah diafragma. Pada orang dewasa berat
hati mencapai 2 kg. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia. Sel
darah merah yang rusak oleh hati di rombak menjadi empedu.
Hati merupakan kelenjar
terbesar dalam tubuh manusia. Selain sebagai alat pengeluaran hati juga
mempunyai fungsi lain bagi tubuh :
1) Sebagai
tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen
2) Menawarkan
racun yang masuk ke dalam tubuh.
3) Mengatur
kadar gula dalam darah
4) Sebagai
tempat membuat vibrinogen dan protrombin
5) Sebagai
tempat menguba pro vitamin A menjadi vitamin A
Hati dan ginjal merupakan
organ yang mengalami kerusakan jika di dalam makanan terkandung zat-zat beracun
dan sisa-sisa yang tak berguna. Misalnya apabila terlalu banyak alkohol sel-sel
hati akan mengalami kerusakan yang di kenal sebagai serosis hepatis.
Penyakit yang sering
kita dengar adalah hepatitis disebabkan oleh serangan virus. Orang yang
menderita hepatitis akan mengalami kerusakan pada sel-sel hatinya, sehingga zat
warna empedu beredar keseluruh tubuh. Akibatnya warna tubuh menjadi kekuningan
karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning.
E. Sistem
Saraf
Antara sel, jaringan,
organ dan sistem organ penyusunan tubuh terdapat saling berhubungan dan
kerjasam agar dapat berfungsi untuk menjalankan kegiatan tubuh
organisme.Keserasian kerja itu diatur dan dikendalikan oleh sistem koordinasi
yaitu sistem saraf dan hormon. Sistem saraf hanya dimiliki oleh hewan sedangkan
sistem hormon dimiliki baik oleh hewan maupun tumbuhan.
Sistem saraf pada
manusia sangat kompleks. Disebut sebagai suatu sistem karena saraf kita terdiri
dari berbagai kesatuan atau unit yang saling berinteraksi. Sel-sel saraf atau
neutron terdiri dari badan sel, inti sel, dan sitoplasma.
1. Sistem
Saraf pada Manusia
Alat tubuh yang berfungsi sebagai
reseptor rangsangan adalah indera. Indera sebenarnya bagian tubuh yang memiliki
ujung-ujung saraf sensorik yang peka trhadap rangsangan tertentu. Rangsang
adalah segala bentuk faktor perubahan lingkungan yang dapat diterima oleh
reseptor. Menurut asalnya, rangsang dibedakan menjadi dua macam, yaitu rangsang
dari luar tubuh. Misalnya cuaca, bau, panas, tekanan dan rangsang dari dalam
tubuh sendiri, misalnya rasa lapar, haus dan nyeri.Menurut jenisnya, rangsangan
dibedakan menjadi rangsangan mekanik, misalnya sentuhan dan tekanan. Rangsangan
kimiawi. Misalnya manis, pahit, asam dan bau.dan rangsangan fisis, misalnya
suhu, listrik, gravitasi, cahaya dan suara.
a. Sel
Saraf (Neuron)
Sel saraf atau neutron
adalah sel yang mempunyai kepekaan terhadap rangsang dan mampu
menghantarkannya. Sel saraf memiliki badan sel lengkap dengan intinya. Dan
badan sel terdapat tonjolan-tonjolan protoplasma yang muncul yang disebut
dendrit. Dendrit berfungsi untuk menerima dan menghantarkan implus saraf dari
luar ke badan sel saraf.
b. Macam-macam
Sel Saraf
Berdasarkan pada fungsinya ada tiga macam sel saraf,
yaitu:
1)
Sel saraf sensori merupakan sel saraf
yang berfungsi untuk menghantarkan implus saraf dari alat indera menuju ke otak
atau ke sumsum tulang belakang.
2)
Sel saraf motor merupakan sel saraf yang
berfungsi untuk menyampaikan perintah dari otak (sumsum tulang belakang) menuju
ke otot (kelenjar tubuh).
3)
Sel saraf konektor merupakan sel saraf
yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensori ke neuron motor.
2. Sistem
Saraf pusat
Sistem saraf pusat
dilindungi oleh selaput menginia. Infeksi meningia menimbulkan penyakit
meningitis. Meningia terdiri dari tiga lapis yaitu :
a. Pia Mater merupakan selaput paling dalam yang
menyelubungi permukaan otak dan sumsum tulang belakang.
·
Arakhnoid berupa selaput jaringan yang lembut
memisahkan pia meter dari dura meter.
·
Dura Meter lapisan terluar yang padat
dan keras serta bersatu dengan tengkorak.
a. Otak
Otak merupakan pusat
saraf yang paling utama, terletak di dalam rongga tengkorak. Volume otak
orang dewasa sekitar 1500cm3.
b. Otak
Besar (Cerebrum)
Otak besar atau
cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Otak besar terdiri dari 2
belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Belahan kiri mengatur dan melayani tubuh
bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri.
Otak besar tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan
dalam.
1) Lapisan
luar merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel-sel
saraf. Pada lapisan ini terdapat berbagai macam pusat saraf.
2) Lapisan
dalam merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung
urat saraf, yaitu dendrit dan nevrit.
Otak besar merupakan
pusat saraf yang utama. Karena itu mempunyai fungsi yang sangat penting bagi
pengendalian aktivitas tubuh yaitu untuk : Berpikir, pusat kesadaran dan
kemauan kita, pusat ingatan (memori), pengendalian kesadaran kita, misalnya
untuk bergerak, mendengar, berbicara, mencium, bereaksi.
c. Otak
Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terdiri atas
dua belahan yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Belahan kanan dan belahan
kiri dihubungkan oleh jembatan varol yang terletak di bagian depan otak kecil.
Otak kecil berfungsi
untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan otot-otot sebagai alat
gerak. Benturan pada otak kecil dapat mengganggu keseimbangan seseorang.
d. Sumsum
lanjutan ( Medulla Oblongata)
Sumsum lanjutan disebut
juga sumsum penghubung Sumsum lanjutan terletak dibagian bawah otak besar di
depan otak kecil. Fungsi sumsum lanjutan adalah mengatur denyut jantung.
Kecepatan pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah, dan kegiatan tubuh lain yang
tidak disadari.
e. Sumsum
tulang Belakang ( sumsum Spinal)
Sumsum tulang belakang
terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang dimulai dari luas
tulang leher sampai dengan tulang pinggang yang ke dua. Fungsi sumsum tulang
belakang :
1) Pusat
gerak refleks
2) Penghantar
impuls sensori dari kulit/otot ke otak
3) Membawa
impuls motor dari otak ke otot tubuh
3. Sistem
Saraf Tepi
Sistem saraf penghubung
antara sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh adalah sistem saraf tepi.
Sistem saraf tepi berupa urat saraf dan ganglion.
a. Sistem
saraf sadar
Misalnya kita menggerakkan tangan
karena ada perintah dari otak yang dihantarkan oleh sistem saraf sadar,
1) Sistem
saraf kranial terdiri atas 12 pasang urat saraf otak yang merupakan urat saraf
yang keluar dari otak dan menuju ke alat-alat tubuh atau otot tertentu.
Misalnya menuju ke indera pendengar.
2) Sistem
saraf spinal terdiri atas 31 pasang urat saraf sumsum tulang belakang yang
keluar secara berpasangan dari sela-sela ruas tulang belakang.
b. Sistem
Saraf tak sadar (Otonom)
Sistem saraf tak sadar
bekerja secara otomatis, tidak dibawah kehendak saraf pusat.
1) Sistem
saraf simpatik terdiri atas 25 pasang simpul saraf atau ganglion.
Fungsi
sistem saraf simpatik :
a) Mempercepat
denyut jantung
b) Memperlebar
pembuluh darah
c) Memperledar
pupil mata
d) Mempertinggi
tekanan darah
e) Meningkatkan
laju pernapasan
f) Meningkatkan
kadar gula dalam darah
2) Sistem
saraf para simpatik berupa jaringan sistem saraf yang berhubungan dengan
ganglion-ganglion yang tersebar diseluruh tubuh. Fungsi susunan saraf para
simpatik merupakan kebalikan dari fungsi saraf simpatik. Para simpatik
berfungsi memperlambat laju pernapasan.
4. Fungsi
Saraf
Dapat disimpulkan bahwa
saraf sebagai sistem koordinasi atau pengendali seluruh aktivitas tubuh
manusia. Mekanisme kerjanya melakukan tugas utama, yaitu:
a.
Menerima rangsangan
b.
Meneruskan Impuls saraf ke sistem saraf
pusat
c.
Sistem saraf pusat mengola rangsangan
dan mengambil keputusan
d.
Meneruskan rangsangan dari sistem saraf
pusat ke efektor (otot kelenjar).
F. Sistem
Indera
Sistem yang berfungsi
mengenaliu lingkungan adalah sistem indera. Hewan dan manusia memiliki sistem
indera yang terdiri dari penglihatan, penciuman, pengecap, pendengar dan
peraba. Kelelawar mempunyai indera sopersonik. Supersonik adalah suara getaran
tinggi. Ada sejenis ular yang dapat mengenali panas tubuh mangsanya dan anjing
dapat mencium bau yang tidak dapat diketahui manusia.
1. Indera
pada Manusia
a. Mata
Mata kita berjumlah
sepasang, kiri dan kanan, terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh
tulang tengkorak. Mata dibantu oleh sejumlah alat tambahan yaitu alat pelindung
di sekitar mata dan seperangkat otot penggerak bola mata.
Otot-otot penggerak
bola mata itu dapat menggerakkan bola mata ke segala arah. Apabila salah satu
otot tidak berfungsi, maka kita menjadi juling. Di sebelah dalam kelopak mata
terdapat kelenjar air mata., yang menmghasilkan air mata. Air mata berfungsi
membunuh kuman yang masuk ke dalam mata, serta membasahi bola mata.
1) Otot
penggerak bola mata
Otot tersebut berfungsi
unyuk menggerakkan bola mata ke kiri, ke kanan, ke bawah, ke atas dan berputar.
2) Selaput
(Dinding) Bola Mata
Dinding bola mata
berfungsi sebagai pelindung bola mata. Dinding bola mata atau selaput bola mata
terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan luar, lapisan tengah dan lapisan
dalam.
3) Lapisan
Luar atau Selaput Luar
Pada bagian depan,
lapisan luar bersifat tembus cahaya (transparan). Lapisan ini disebut kornea
atau selaput bening. Fungsinya agar sinar dapat menembus ke dalam bola mata. Di
bagian belakang, selaput bening berubah menjadi lapisan yangf berwarna putih
yang membentuk bola mata yang disebut sklera.
4) Lapisan
Tengah (Selaput Hitam)
Di bagian depan, yakni
di bagian kornea yang bening selaput hitam atau koroid berubah menjadi selaput
pelangi. Di tengah selaput pelangi terdapat lubang yang disebut orang-orangan
mata atau pupil.
5) Lapisan
Dalam (Selaput Jala)
Lapisan paling dalam
disebut selaput jala atau retina mata . Selaput jala mengandung sel-sel yamg
peka terhadap cahaya dan mengandung saraf penglihatan . Fungsinya menangkap
bayangan .
Pada retina mata
terdapat bintik kuning , yaitu bagian yang peka terhadap cahaya . Bintik kuning
mengandung banyak sel-sel kerucut . Pada retina juga terdapat bintik buta,yang
tepat berada di tempat membeloknya saraf penglihatan . Bintik ini tidak
memiliki sel-sel reseptor,jadi tidak dapat mengenali cahaya . Jika bayangan
benda jatuh pada bintik buta maka benda tidak dapat terlihat .
6) Lensa
Mata
Tepat dibelakang selaput
pelangi, yakni dibelakang pupil mata, terdapat lensa mata. Bentuknya bikoveks
(cembung muka belakang). Seperti lensa pada kamera. Proses memipih dan
mencembungnya lensa mata disebut akomodasi. Memipih dan mencembungnya lensa
mata diatur otot pemikat lensa mata (otot siliaris).
7) Proses
melihat benda
Pantulan cahaya masuk
ke dalam mata melalui lensa mata dan jatuh tepat pada bintik kuning.
Sesampainya di retina rangsangan cahaya di terima oleh saraf mata. Oleh saraf
mata rangsang cahaya dikirim ke pusat saraf pengliatan di otak untuk diolah.
Setelah diolah oleh otak barulah kita mengetahui macam benda yang kita lihat.
8) Gangguan
penglihatan
Beberapa gangguan
penglihatan yang diakibatkan oleh daya akomodasi yang tidak normalnya itu rabun
jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi) dan mata tua (presbiopi).
a) Presbiopi
yaitu gangguan penglihatan pada orang tua (usia lanjut) disebabkan oleh otot
penggerak dan lensa mata yang telah mengendor, sehingga daya akomodasinya
berkurang.
b) Kekurangan
vitamin A, disebut avitaminosis A, menyebabkan gangguan penglihatan secara
bertahap.
c) Buta
warna adalah gangguan penglihatan dimana seseorang tidak dapat membedakan
warna.
d) Mata
Juling, kelainan mata akibat otot-otot penggerak bola mata kanan dan kiri yang bekerjanya tidak serasi menyebabkan
mata juling.
e) Gangguan
kenyamanan pandangan adalah segala sesuatu yang berserakan.
b. Telinga
Telinga adalah alat
indera pendengaran yang peka terhadap rangsang getaran bunyi.
1) Bagian-bagian
telinga
Terdiri atas tiga
bagian yaitu telinga bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam. Getaran
ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga dan menyebabkan
gendang pendengar atau selaput timpani bergetar.Di liang telinga terdapat
bulu-bulu dan kelenjar yang mengeluarkan getah. Getaran pada membran timpani
dilanjutkan ke telinga tengah. Telinga bagian tengah mengandung tulang-tulang
pendengaran, yaitu tukul (martil).
Getaran dilanjutkan ke
telinga bagian dalam yang merupakan bagian penerima getaran. Bagian ini
tersusun atas tingkap (jendela) jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah
lingkaran dan rumah siput (kohlea). Kohlea yang artinya rumah siput itu berupa
kantung berisi cairan limfe. Di dalamnya terdapat ujung-ujung saraf pendengaran
yang menuju ke otak.
Antara telinga tengah
dengan rongga mulut dihubungkan oleh suatu saluran yaitu : saluran Eustachius.
Saluran eustachius berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara tekanan udara di
dalam dan di luar rongga telinga.
2) Proses
Pendengaran
Bunyi yanga dapat kita
dengar ialah bunyi yang mempunyai frekuensi gelombang 20 Hz sampai 20.000 Hz.
3) Keseimbangan
Indera keseimbangan
terletak di telinga tengah, yaitu di tiga buah saluran setengah lingkaran.
Ketiga tulang ini berisi cairan limpa (endolimph), saling tegak lurus.
Tiap-tiap pangkal saluran setengah lingkaran mengembung, yang disebut ampula.
Di dalam ampula terdapat ujung saraf (reseptor) dan berisi cairan-cairan.Di
dalam cairan itu terdapat butir-bitir kapur.
Ketika badan kita
berputar, cairan di dalam ampula ikut berputar. Pada saat kita berhenti
berputar, cairan di dalam ampula masih berputar menyebabkan butiran kapur ikut
berputar. Putaran itu diteruskan oleh ujung saraf ke otak. Kita merasakan
kepala kita berputar, padahal kita telah berhenti berputar.
c. Kulit
Selain berfungsi
sebagai alat pelindung dan pengatur suhu tubu, kulit juga berfungsi sebagai
indera peraba, oleh karena itu kulit peka terhadap rangsangan, rabaan, tekanan
dan suhu.
d. Hidung
Indera pencium manusia
terletak pada selaput lendir yang terdapat pada rongga hidung bagian atas. Pada
selaput lendir terdapat sel serabut saraf pencium atau pembau yang berhubungan
dengan otak. Szerabut saraf ini peka terhadap rangsangan kimia berupa gas. Kita
mengenalinya sebagai bau.
e. Lidah
Lidah manusia
mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor sakit, sentuhan dan rasa.
Reseptor yang spesifik pada lidah adalah reseptor rasa atau yang disebut dengan
kuncup pengecap.
Kuncup pengecap
merupakan kumpulan ujung-ujung saraf pada lidah yang berkelompok. Tiap-tiap
kelompok kuncup pengecap mempunyai kepekaan terhadap rangsangan rasa tertentu.
2. Indera
pada Ikan
Mata ikan tidak
berkelopak, sehingga tidak mampu berkedip. Mata diselubungi oleh selaput tipis
yang disebut epidermis yang bening. Ikan tidak memiliki sel saraf berbentuk
kerucut. Jadi hanya memiliki sel-sel saraf berbentuk batang. Dengan sel-sel
batang ikan mampu melihat dengan jelas jika keadaan redup.
Indera pencium yang
berkembang dengan baik. Beberapa jenis iokan memiliki antena misalnya ikan lele.
Telinganya tidak berkembang. Keistimewaan ikan adalah mempunyai gurat sisi
sebagai indera ke enam yang terletak di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Gurat
sisi berbentuk guratan dri depan ke belakang tubuhnya. Gurat sisi berfungsi
untuk mengetahui arah arus air dan tekanan air.
3. Indera
pada Amfibi
Katak memiliki telinga,
tetapi tidak berdaun telinga. Di kiri kanan kepalanya terdapat membran timpai.
Mata katak membulat, besar, mempunyai kelopak mata atas dan bawah. Kata
memiliki kelopakmata tambahan, yamg dikenal sebagai selaput tidur (membran
niktitans). Di darat mata katak selalu basah karena kelenjar air mata. Demngan
matanya yang tajam katak dapat mengejar serangga, kemudian menangkapnya dengan
menjulurkan lidahnya. Lidahnya berlendir menyebabkan mangsanya melekat pada
lidah tadi.
4. Indera
pada Reptil
Yang berkembang baik
pada reptil baik pada kadal, buaya dan ular adalah alat penciumnay. Di ujung
kepala bagioan depan terdapat sepasang lubang hidung. Indera pencium ini
dibantu oleh jaringan yang terdapat pada langit-langit mulutnya. Indera yang
laintidak berkembang.
5. Indera
pada Burung
Indera burung yang
berkembang baik adalah matanya. Bola mata burung mempunyai susunan yang mirip
dengan mata manusia.
G. Sistem
Transportasi
Di dalam tubuh makhluk
hidup terdapat 2 macam sistem transportasi, yaitu sistem peredaran darah dan
sistem peredaran getah bening. Sistem peredaran darah terdiri dari darah dan
alat peredaran darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Sedangkan sistem
peredaran getah bening terdiri dari
cairan limfa, pembuluh limfa dan simpul limfa.
Berdasarkan pembuluh
darahnya, peredaran darah makhluk hidup dibedakan menjadi peredaran darah
terbuka dan peredaran darah tertutup. Peredaran darah terbuka adalah peredaran
darah yang tersebar ke seluruh tubuh tidak melalui pembuluh darah melainkan
keluar dari pembuluh darah. Peredaran darah tertutup adalah perputaran darah
dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung selalu berada di
dalam pembuluh darah.
Ditinjau dari jarak
perputaranya, peredaran darah dibedakan menjadi peredaran darah kecil dan
peredaran darah besar. Peredaran darah kecil adalah perputaran darah yang
meliputi daerah yang sempit yaitu dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke
jantung. Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang meliputi daerah yang
luas yaitu darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.
1. Darah
Darah kita terdapat di
dalam pembuluh darah. Dalam kondisi normal volume darah setiap orang kurang lebih
8% dari berat badannya. Darah kita tersusun dari beberapa komponen, yaitu: 55%
merupakan bagian yang cair yakni plasma darah dan 45% bagian yang padat atau
butiran darah, butiran darah terdiri dari 3 macam sel darah, yaitu: Sel darah
merah eritrosit, Sel darah putih leukosit, dan Sel pembeku darah trombosit.
a. Plasma
Darah
Plasma darah atau
cairan darah terdiri atas 90% air, 8% protein. Protein yang larut di dalam
darah disebut protein darah. Jika protein drah diendapkan, maka akan tersisa
cairan berwarna kuning jernih, yang disebut serum. Di dalam serum inilah
terdapat zat kebal atau zat antibodi.
b. Sel-sel
Darah
Terdiri atas eritrosit,
leukosit, trombosit. Eritrosit atau sel darah merah berfungsi untuk mengangkut
oksigen. Leukosit atau sel darah putih berfungsi untuk membunuh bibit penyakit.
Trombosit atau keping darah berfungsi untuk membekukan darah.
2. Golongan
Darah
Sebelum menyumbangkan
darah, darah harus diperiksa golongannya terlebih dahulu. Transfusi darah tidak
akan dapat dilaksanakan apabila golongan darah si pemberi dan si penerima belum
diketahui.
Orang yang pertama kali
menggolongakan darah menurut sistem ABO (a,b.nol) adalah Karl Landsteiner.
Darah dapat digolongkan ke dalam 4 golongan besar. Yaitu : A, B, AB dan O
(nol).
3. Fungsi
Darah
Fungsi darah adalah sebagai berikut :
a. Sebagai
alat pengangkut
1) Sel
darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan
ke seluruh sel-sel tubuh.
2) Plasma
darah mengangkut : sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh,
karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru, urea dari hati ke ginjal untuk
di keluarkan, hormon dari kelenjar hormon ke seluruh tubuh.
b. Membunuh
kuman-kuman penyakit, yang bertugas membunuh kuman penyakit adalah lekosit.
Caranya dengan membentuk antibodi.
c. Melakuan
pembekuan darah. Proses pembekuan darah yang berperan penting adalah trombosit.
d. Menjaga
kestabilan suhu tubuh.
4. Alat
Peredaran Darah
Alat peredaran darah
pada manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah.
a. Struktur
dan Fungsi Jantung
Jantung berbentuk
kerucut, letaknya di dalam rongga dada, agak ke sebelah kiri. Besar jantung
kira-kira sebesar kepalan tangan masing-masing, dan di dalamnya berongga.
Rongga jantung manusia terbagi menjadi 4 bagian yaitu serambi kanan, serambi
kiri, bilik kanan dan bilik kiri.
Dinding rongga jantung
tersusun terutama atas otot jantung. Antara serambi dan bilik dibatasi oleh
suatu sekat yang berkatup. Katup yang sebelah kanan disebut katup trikuspidalis
terdiri atas 3 kelopak atau kuspa , dan yang sebelah kiri disebut katup
bikuspidalis terdiri atas 2 kelopak atau kuspa. Katub-katub tersebut berfungsi
untuk menjaga agar darah dari bilik tidak mengalir kembali ke serambi.
Otot jantung
berkemampuan untuk berkontraksi, sehingga jantung dapat mengembang dan
mengempis. Mengembang dan mengempisnya serambi dan bilik terjadi secara
bergantian.
Pada saat duduk denyut
nadi sesorang 72 per menit, tetapi pada saat berdiri denyut nadi dapat mencapai
83 per menit. Pada anak-anak, denyut nadinya lebih cepat dibanding orang
dewasa.
b. Pembuluh
Darah
Berdasarkan fungsinya,
pembuluh darah dibedakan atas pembuluh nadi atau arteri dan pembuluh balik atau
vena. Yang menghubungkan antara arteri dan vena adalah pembuluh kapiler.
1) Pembuluh
Nadi atau Arteri
Pembuluh nadi atau
arteri adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Umumnya pembuluh
nadi mengalirkan darah yang mengandung banyak oksigen.
2) Pembuluh
Balik atau Vena
Pembuluh balik atau
vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak
mengandung karbondioksida.
3) Pembuluh
Kapiler
Pembuluh kapiler hanya
tersusun atas satu lapis sel endotelium. Dinding kapiler yang sangat tipis ini
memang sesuai dsengan fungsinya yaitu untuk pertukaran zat.
Ujung pembuluh nadi
yang kecil dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler ini berhubungan
langsung dengan sel-sel tubuh.
c. Peredaran
Darah Tertutup dan Peredaran Darah Terbuka
Darah kita berada di
dalam pembuluh darah, maka peredaran darah kita digplongkanpperedaran darah
tertutup. Di dalam setiap kali beredar darah melewarti jantung dua kali.
Berdasarkan hal tersebut maka peredaran darah manusia disebut sebagai peredaran
darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
Pada hewan rendah, drah hanya sekali melewati jantung yakni dari seluruh tubuh,
ke jantung, beredar lagi ke seluruh tubuh. Peredaran darah yang demikian
disebut peredaran darah tunggal.
1) Peredaran
Darah Kecil
Peredaran darah yang
dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung.
Jantung
_______> Paru-paru _____> Jantung
(bilik
kanan) (serambi kiri)
2) Peredaran
Darah Besar
Peredaran darah dari
bilik kiri jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung.
Jantung
______> Tubuh ________> Jantung
(bilik
kiri) (serambi
kanan)
5. Sistem
Peredaran Getah Bening (Limfa)
Sistem peredaran getah
bening atau limfa terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa dan kelenjar limfa.
Sistem peredaran limfa berperan dalam transfor lemak dan pemberantasan
penyakit.
a. Cairan
Limfa
Cairan limfa mengandung
sel-sel darah putih yang berfungsi mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam
tubuh kita. Cairan limfa juga mengandung lemak. Lemak dari usus tidak diangkut
melalui pembuluh darah, melainkan oleh pembuluh limfa.
b. Pembuluh
Limfa
1)
Pembuluh limfa kanan berfungsi menampung
cairan limfa yang berasal dari kepala, leher bagian kanan, dada kanan dan
lengan kanan. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bawah selangka kanan.
2)
Pembuluh limfa kiri berfungsi menampung
getah bening yang berasal dari kepala, leher kiri, dada kiri dan lengan kiri
serta tubuh bagian bawah. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bawah selangka
kiri.
3)
Peredaran limfa dimulai dari jaringan
tubuh, yang berupa cairan jaringan. Cairan ini masuk ke pembuluh limfa halus
menjadi cairan limfa. Pembuluh limfa kiri bermuara pada vena di bawah selangka
kiri. Sedangkan pembuluh limfa kanan bermuara pada vena di bawah selangka
kanan.
c. Kelenjar
Limfa
Kelenjar limfa atau
simpul limpa menghyasilkan sel-sel darah putih. Fungsi kelenjar limfa untuk
menghasilkan sel drah putih dan menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih
lanjut.
1) Limpa,
ialah sebuah kelenjar yang berwarna ungu tua yang terletak di sebelah belakang
lambung. Limpa berfungsi untuk :
a) Tempat
pembentukan sel darah putih (leukosit) dan antibodi
b) Tempat
cadangan sel darah.
c) Tempat
pembongkaran sel darah merah yang sudah mati
d) Tempat
membunuh kuman-kuman penyakit
a) Tonsil
dan Amandel, Tonsil terletak di bagian kiri dan kanan pangkal tenggorokan.
Tonsil berupa kelenjar limfa yang lebih dikenal dengan amandel.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai fisiologi tumbuhan dan hewan seperti
yang telah diuraikan, maka dapat disimpilkan bahwa tumbuhan dan hewan sama-sama
melakukan proses fisiologi di dalam tubuh seperti melakukan proses bergerak,
mengalami pertumbuhan, melakukan respirasi, reproduksi, dan ekskresi. Namun
cara kerja sistem didalam tubuh tumbuhan dan hewan berbeda. Seperti contohnya,
baik tumbuhan maupun hewan sama-sama melakukan gerakan namun pada tumbuhan
gerakan tersebut bersifat pasif sedangkan pada hewan bergerak secara aktif.
Kemudian dalam respirasi tumbuhan memerlukan CO2 dan menghasilkan O2,
sedangkan pada hewan berbanding terbalik. Dan pada proses reproduksi tumbuhan
memiliki alat reproduksi berupa putik dan benang sari, berbeda dengan hewan
memiliki alat reproduksi berupa kelamin jantan dan kelamin betina pada hewan
vertebrata sedangkan invertebrata tidak memiliki alat reproduksi.
Sama halnya dengan proses ekskresi. Pada hewan vertebrata
ekskresi melalui saluran-saluran ekskresi secara khusus seperti melalui anus,
paru-paru, kulit dan pada hewan invertebrate organ ekskresi berupa sel api,
permukaan sel, pori-pori dan lain sebagainya. Sedangkan tumbuhan melakukan
ekskresi yang sangat berbeda dengan hewan yaitu berupa transpirasi (penguapan)
dan gutasi. Jadi hewan dan tumbuhan memiliki proses fisiologi yang berbeda satu
sama lainnya. Disisi lain kita sangat perlu mengetahui proses fisiologi di
dalam tubuh tumbuhan dan hewan, untuk memudahkan kita melestarikan jenisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Listiana, Lina, dkk.
2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1. Edisi
Pertama. Surabaya. Learning assistance Program for Islamic School (LAPIS)
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Winatasasmita, Djamhur,
dkk. 1985. FisiologBAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Fisiologi
Tumbuhan merupakan cabang botani yang mempelajari bekerjanya sistem kehidupan
di dalam tubuh tumbuhan, dan tanggapan terhadap pengaruh lingkungan sekitarnya
sehingga tumbuhan tersebut dapat hidup. Dari fisiologi tumbuhan ini lahirlah
cabang-cabang campuran biologi, seperti biokimia dan biofisika. Fisiologi juga
sangat mempengaruhi perkembangan genetika. Objek kajian dalam dalam fisiologi
tumbuhan adalah fisika sel dan biofisika organ, fotosintesis, transportasi hara
dan hasil metabolisme, regulasi pertumbuhan dan perkembangan, dan mekanisme
respons terhadap rangsangan lingkungan. Organisme yang menjadi kajian fisiologi
tumbuhan adalah organisme dari kerajaan plantae, meliputi semua jenis tumbuhan,
dan tumbuhan tingkat rendah sampai tumbuhan tingkat tinggi.
Fisiologi
Hewan merupakan cabang botani yang mempelajari fungsi dasar dan mekanisme kerja
alat-alat tubuh dalam kondisi normal, yaitu dalam rangka menciptakan kondisi
hemeostatis. Subjek kajian dari berbagai kelompok hewan Avertebrata dan
Vertebrata, terutama dari kelas Mamalia, hingga manusia. Fisiologi hewan
memiliki posisi yang sentral sehingga tak terpisahkan dengan ilmu-ilmu lainnya.
Cabang-cabang biologi yang berkaitan erat dengan fisiologi hewan, terutama
adalah Biokimia dan Struktur Perkembangan Hewan (Anatomi, Histologi,
Embriologi).
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
fisiologi pada tumbuhan ?
2. Bagaimana
fisiologi pada hewan ?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa saja fisiologi tumbuhan;
2. Untuk
mengetahui apa saja fisiologi hewan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Fisiologi Tumbuhan
1.
Metabolisme
Metabolisme adalah
keseluruhan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme.
Metabolism berasal dari bahasa Yunani metabole = berubah. Pada makhluk hidup
banyak reaksi kimia yang terjadi secara simultan. Jika kita melihat reaksi
kimia satu persatu, akan sulit memahami aliran energi yang terjadi di dalam
sel. Untuk memahami metabolisme sel ada beberapa hal penting, yaitu :
a. Semua
reaksi kimia yang terjadi di dalam sel melibatkan enzim;
b. Reaksi-reaksi
tersebut dapat dikelompokkan ke dalam suatu lintasan. Dalam satu lintasan bisa
terdiri dari 12 atau lebih reaksi (tahap). Setiap lintasan mempunyai fungsi
tersendiri bagi sel atau organisme yang bersangkutan.
Metabolisme dapat
dibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi penguraian (katabolisme) dan reaksi
penyusunan (anabolisme). Metabolisme dilakukan untuk memperoleh energi,
menyusun bahan makanan, merombak bahan makanan, membentuk struktur sel,
merombak struktur sel, memasukan atau mengeluarkan zat-zat, melakukan gerakan,
menanggapi rangsangan dan berproduksi. Untuk melakukan transformasi energi
makhluk hidup menyelenggarakan metabolisme di dalam sel. Seluruh reaksi-reaksi
yang terjadi di dalam tubuh dibantu oleh enzim atau biokatalisator.
2.
Enzim
(Biokatalisator)
Reaksi-reaksi yang
berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27OC
(suhu ruang) pada tubuh tumbuhan atau suhu 37OC pada tubuh hewan
berdarah panas. Pada suhu tersebut proses oksidasi berjalan lambat. Agar
reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Katalisator adalah
zat yang mempercepat suatu reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi.
Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim.
Secara kimia, enzim tersusun atas dua bagian, yaitu
:
a. Bagian
protein disebut epoenzim. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah),
misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman;
b. Bagian
yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Bagian gugus
prostetik ini dapat berupa logam dan besi, tembaga, seng atau zat organik yang
mengandung logam. Ada pula enzim yang memiliki bagian prostetik yang juga
merupakan bagian yang aktif.
1) Ciri-ciri
enzim :
a) Protein
Enzim adalah suatu
protein dengan demikian sifat-sifat enzim dengan protein, yaitu menggumpal pada
suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH.
b) Bekerja
secara khusus
Enzim bekerja secara
khusus, artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak
dapat mempengaruhi reaksi lainnya.
c) Dapat
digunakan berulang kali
Enzim dapat digunakan
berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Akan tetapi
molekul enzim kadang rusak dan harus diganti.
d) Rusak
oleh panas
Enzim rusak oleh panas
karena enzim adalah suatu protein. Rusaknya enzim oleh panas disebut
denaturasi. Kebanyakan enzim rusak pada suhu di atas 50OC. Jika
telah rusak, enzim tidak dapat berfungsi lagi walaupun pada suhu normal.
e) Diperlukan
dalam jumlah sedikit
Oleh karena enzim
berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi,
maka jumlahnya tidak perlu banyak. Satu molekul enzim dapat bekerja
berkali-kali, selama enzim itu sendiri tidak rusak.
f) Dapat
bekerja bolak-balik
Umumnya enzim dapat
bekerja secara bolak-balik. Artinya, suatu enzim dapat bekerja menguraikan satu
persenyawaan menjadi persenyawaan-persenyawaan lain, dan sebaliknya dapat pula
bekerja menyusun persenyawaan-persenyawaan itu menjadi persenyawaan semula. Zat
(substrat) A dapat diuraikan menjadi zat B dan zat C, sebaliknya pada zat C
dapat direaksikan kembali dengan zat B membentuk zat A seperti semula.
g) Kerja
enzim dipengaruhi oleh lingkungan
Lingkungan yang
berpengaruh pada kerja enzim adalah suhu, pH, hasil akhir dan zat penghambat.
(1) Suhu
: Enzim bekerja optimal pada suhu 30OC atau pada suhu tubuh dan akan
rusak pada suhu tinggi. Biasanya enzim barsifat nonaktif pada suhu rendah (0OC
atau dibawahnya), tetapi tidak rusak. Jika suhunya kembali normal enzim mampu
bekerja kembali. Sementara pada suhu tinggi, enzim rusak dan tidak dapat
berfungsi lagi.
(2) pH
: Enzim bekerja optimal pada pH netral. Pada kondisi asam atau basa, kerja
enzim terhambat.
(3) Hasil
akhir : Kerja enzim dipengaruhi oleh hasil akhir. Hasil akhir yang menumpuk
menyebabkan enzim sulit “bertemu” dengan substrat. Semakin menumpuk hasil
akhir, semakin lambat kerja enzim.
(4) Zat
penghambat : Selain hasil akhir, terdapat zat lain yang dapat menghambat kerja
enzim. Zat yang dapat menghambat kerja enzim itu disebut penghambat atau
inhibitor. Zat tersebut memiliki struktur seperti enzim yang dapat “masuk” ke
substrat, atau ada yang memiliki struktur seperti substrat sehingga enzim
“salah masuk” ke penghambat tersebut. Hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut
: semisal enzim itu anak kunci, terdapat zat penghambat (inhibitor) yang
(a) Strukturnya
mirip anak kunci (enzim), sehingga zat penghambat itu dapat masuk ke dalam
gembok (substrat);
(b) Bentuknya
mirip gembok, sehingga enzim sebagai anak kunci “keliru masuk” ke gembok palsu.
2) Cara
kerja enzim
Molekul selalu bergerak dan bertumbukan
satu sama lain. Jika suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat,
maka akan menempel pada enzim. Tempat menempelnya molekul substrat pada enzim
disebut sisi aktif. Kemudian terjadi reaksi dan molekul produk ini dapat
menjadi substrat bagi molekul lain. Ada 2 teori mengenai kena enzim, yaitu
teori gembok-anak kunci, dan induced fid.
a) Teori
gembok-anak kunci
Sisi
aktif enzim tertentu mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu
jenis substrat tertentu. Substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok
cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.
Jika enzim mengalami denaturasi karena panas, bentuk sisi aktif berubah
sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH, juga mempunyai pengaruh yang
sama.
b) Teori
induced fid
Menurut
teori ini, sisi aktif enzim lebih fleksibel daripada lubang kunci. Ikatan
antara enzim dan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan enzim.
(1) Inhibitor
Inhibitor adalah zat yang dapat
menghambat kerja enzim, ada 2 macam inhibitor, yaitu inhibitor kompetitif dan
inhibitor nonkompetitif.
(a) Inhibitor
kompetitif
Inhibitor kompetitif menghambat kerja
enzim dengan menempati sisi aktif enzim. Inhibitor ini bersaing dengan substrat
untuk berikatan dengan sisi aktif enzim. Penghambatan ini bersifat reversible
dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
(b) Inhibitor
nonkompetitif
Inhibitor nonkompetitif biasanya berupa
senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain
sisi aktif enzim. Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat
dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
3.
Katabolisme
Katabolisme
adalah reaksi penguraian senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih
sederhana. Penguraian suatu senyawa dapat menghasilkan energi. Energi itu berasal
dari terlepasnya ikatan-ikatan kimia yang menyusun suatu persenyawaan. Semakin
kompleks persenyawaan kimia itu, semakin banyak ikatan kimia yang menyusunnya,
dan akan semakin besar energi yang dilepaskannya. Akan tetapi energi itu tidak
dapat digunakan secara langsung oleh sel. Energi itu diubah terlebih dahulu
menjadi persenyawaan adenosin trifospat (ATP) yang dapat digunakan oleh sel
sebagai sumber energi terpakai.
ATP
merupakan gugusan adenin yang berikatan dengan tiga gugusan fosfat. Terlepasnya
ikatan fosfat dalam gugusan adenin menghasilkan energi yang langsung dapat
digunakan oleh sel. Energi itu digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi
kimia, pertumbuhan, transportasi, reproduksi, dan merespon rangsangan.
Contoh
katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi. Yang dimaksud dengan
respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi.
Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun
sel hewan dan manusia. Respirasi dilakukan siang maupun malam. Ditinjau dari
kebutuhannya akan oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi dua macam :
a. Respirasi
aerobik, yaitu pernapasan yang menggunakan oksigen untuk mendapatkan energi.
b. Respirasi
anaerobic, yaitu pernapasan yang tidak membutuhkan oksigen untuk mendapatkan
energi. Bahan baku pernapasan adalah karbohidrat, asam lemak atau protein (asam
amino). Hasil pernapasan berupa karbon dioksida, air dan energi dalam bentuk
ATP.
1) Respirasi
aerobik
Persamaan reaksi proses
respirasi aerobic (aerob) secara sederhana dapat dituliskan sebagai berikut :
C6H12
+ 6O2 _______> 6H2O + 6CO2 + 675
kal
Dalam pernyataan,
reaksi yang terjadi tidak sesederhana itu. Banyak tahapan reaksi yang terjadi
dari awal hingga terbentuknya energi. Reaksi-reaksi itu dapat dibedakan menjadi
3 tahapan, yaitu glikolisis, siklus krebs dan transpor elektron.
a) Glikolisis
Glikolisis adalah
peristiwa pengubahan satu molekul glukosa (terdiri dari 6 atom C) menjadi dua
molekul asam piruvat (terdiri dari 3 atom C), 2 molekul NADH dan 2 molekul ATP.
NADH adalah singkatan dari nikotinadenin dinukleotida H yang merupakan sumber
electron berenergi tinggi. ATP adalah singkatan dari adenostin trifosfat, yang
merupakan persenyawaan berenergi tinggi. Selama glikolisis, dihasilkan 4
molekul ATP, akan tetapi 2 molekul ATP di antaranya digunakan kembali untuk
berlangsungnya reaksi-reaksi yang lain sehingga tersisa 2 molekul ATP yang siap
digunakan tubuh. Seluruh proses glikolisis tidak memerlukan oksigen. Reaksi
glikolisis berlangsung di sitoplasma (di luar mitokondria). Hasil akhir sebelum
memasuki daur krebs adalah asam piruvat.
Ada yang membedakan
tahap ini menjadi dua, yaitu glikolisis dan dekarboksilasi oksidatif.
Glikolisis mengubah senyawa 6C menjadi senyawa 3C, sedangkan dekarboksilasi
oksidatif mengubah senyawa 3C menjadi senyawa 2C pada hasil akhir glikolisis
(menjelang memasuki siklus krebs). Yang dimaksud dekarboksilasi oksidatif
adalah reaksi asam piruvat (3C), diubah menjadi asetil KoA (2C).
b) Siklus
Krebs
Krebs adalah nama orang
yang menemukan siklus ini. Sebelum berlangsung siklus krebs, asam piruvat (3C)
diubah menjadi asetil KoA (2C). Asam piruvat tersebut merupakan hasil akhir
dari glikolisis. Memasuki siklus krebs, asetil KoA direaksikan dengan asam
oksaloasetat (4C) menjadi asam sitrat (6C). Selanjutnya, asam oksaloasetat
memasuki daur menjadi berbagai macam zat yang akhirnya kembali menjadi asam
oksaloasetat.
Dalam perjalanannya, 1C
(CO2) dilepaskan. Pada tiap tahapan, dilepaskan energy dalam bentuk
ATP dan hydrogen. ATP yang dihasilkan langsung dapat digunakan. Sebaliknya,
hidrogen berenergi digabungkan dengan penerima hidrogen (aseptor hidrogen)
yaitu NAD dan FAD, untuk dibawa ke system transpor electron. Dalam tahap ini
dilepaskan energi, dan hidrogen direaksikan dengan oksigen membentuk air.
Seluruh reaksi siklus krebs berlangsung dengan memerlukan oksigen bebas
(aerobik). Siklus krebs berlangsung di dalam mitokondria.
c) Sistem
Transpor Elektron (STE)
Energ yang dibentuk dari peristiwa glikolisis dan
siklus krebs ada dua macam. Pertama, dalam bentuk ikatan fosfat berenergi
tinggi, yaitu ATP atau GTP ( guanosin trifosfat). Energi ini merupakan energi
siap pakai, yang langsung dapat digunakan. Kedua, dalam bentuk sumber elektron,
yaitu NADH (nikotin adenin dinukleotida H) dan FAD (flavin adenin dinukleotida)
dalam bentuk FADH. Kedua macam sumber elektron ini dibawa ke sistem transpor
elektron. Proses transpor elektron ini sangat kompleks. Pada dasarnya elektron
dan H+ dari NADH dan FADH2 dibawa dari satu substrat ke
substrat lain. Setiap kali dipindahkan, energi yang terlepas digunakan untuk mengikatkan
fosfat anorganik (P) ke molekul ADP sehingga terbentuk ATP. Pada bagian akhir
terdapat oksigen (O2) sebagai penerima (aseptor), sehingga terbentuklah
H2O.
2) Respirasi
Anaerobik
Respirasi anaerobik
(sering disebut respirasi anaerob) adalah reaksi pemecahan karbohidrat untuk
mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. (Respirasi aerobik menggunakan
oksigen untuk mengikat hydrogen membentuk air). Respirasi anaerobik menggunakan
senyawa tertentu misalnya asam piruvat atau asetaldehida, sebagai pengikat
hidrogen dan membentuk asam laktat atau alkohol.
Respirasi anaerobik terjadi pada :
a) Jaringan
yang kekurangan oksigen, misalnya pada jaringan otot; ketika kita lari sangat
cepat atau melakukan konstraksi otot sangat kuat, ada otot yang kekurangan
oksigen;
b) Akar
tumbuhan yang terendam air;
c) Biji-biji
berkulit tebal yang sulit ditembus oksigen;
d) Sel-sel
ragi dan bakteri anaerobik.
Bahan baku respirasi anaerobik
pada peragian adalah glukosa. Selain glukosa, bahan baku seperti fruktosa,
galaktosa, dan manosa juga dapat diubah menjadi alkohol. Hasil akhirnya adalah
alkohol, karbon dioksida, dan energi. Alkohol bersifat racun bagi sel-sel ragi.
Sel-sel ragi hanya tahan terhadap alkohol pada kadar 9-18%. Lebih tinggi dari
kadar tersebut, proses alkoholisasi (pembuatan alkohol) terhenti. Hal yang
demikian merupakan suatu kendala pada industri pembuatan alkohol.
Oleh karena glukosa
tidak terurai lengkap menjadi air dan karbon dioksida, maka energi yang
dihasilkan lebih kecil disbanding respirasi aerobik. Pada respirasi aerobik
dihasilkan 675 kal, sedang pada respirasi anaerobik hanya dihasilkan 21 kal.
Perhatikan persamaan reaksinya berikut ini :
C6H12O6
_______> 2 C2H5OH + 2CO2 + 21
kal
Dari persamaan reaksi
tersebut terlihat bahwa oksigen tidak diperlukan. Bahkan, bakteri anaerobik
seperti Clostridium tetani (penyebab
tetanus) tidak dapat hidup jika berhubungan dengan udara bebas. Infeksi tetanus
dapat terjadi jika luka tertutup sehingga memberi kemungkinan bakteri tumbuh
subur.
(1) Fermentasi
Proses pembuatan
alkohol oleh mikroorganisme disebut fermentasi alkohol. Selain fermentasi
alkohol, fermentasi yang lain juga dilakukan oleh mikroorganisme dengan
menggunakan berbagai substrat zat organik. Jika hasil akhirnya asam laktat,
disebut fermentasi asam laktat, sedangkan jika hasil akhirnya alkohol disebut
fermentasi alkohol. Berikut disajikan uraian singkat fermentasi asam laktat.
(a) Fermentasi
Asam Laktat
Fermentasi asam laktat
tergolong respirasi anaerobik. Hasil akhirnya adalah asam laktat atau asam
susu. Contoh fermentasi ini ialah fermentasi yang berlangsung didalam sel-sel
otot. Jika asam laktat yang dihasilkannya menumpuk, maka akan timbul kelelahan
otot.
Misalnya jika otot kita
bergerak melebihi takaran, maka otot kita akan melakukan respirasi anaerobik
menghasilkan asam laktat. Jika asam laktat berlebihan, otot terasa lelah dan
nyeri. Ketika istirahat, asam laktat diangkut dan dikeluarkan oleh tubuh
sehingga badan terasa segar kembali. Pada fermentasi asam laktat, proses
respirasi diawali dengan tahap glikolisis. Asam piruvat yang dihasilkannya akan
diubah menjadi asam laktat atau asam susu.
4.
Anabolisme
Anabolisme adalah semua
reaksi proses penyusunan yang berlangsung didalam sel. Anabolisme yang akan
dibahas meliputi fotosintesis dan kemosintesis.
a. Fotosintesis
Fotosintesis berasal
dari kata foton = cahaya, sintesis = penyusunan. Fotosintesis adalah peristiwa
penyusunan zat organik (gula) dan zat anorganik (air, karbon dioksida) dengan
pertolongan energi cahaya matahari. Karena bahan baku yang digunakan adalah zat
karbon (karbon dioksida), maka dapat juga disebut asimilasi zat karbon. Dalam
buku ini akan digunakan istilah fotosintesis untuk menyebutkan proses tersebut.
1) Proses
Fotosintesis
Pada dasarnya, proses
fotosintesis merupakan kebalikan dari pernapasan. Proses pernapasan bertujuan
memecah gula menjadi karbon dioksida, air dan energi. Sebaliknya, proses
fotosintesis mereaksikan (menggabungkan) karbon dioksida dan air menjadi gula
dengan menggunakan energi cahaya matahari. Proses fotosintesis umumnya hanya
berlangsung pada pertumbuhan berklorofil pada waktu siang hari. Secara singkat,
persamaan reaksi fotosintesis yang terjadi di alam dapat dituliskan sebagai
berikut :
6CO2 + 12H2O
_____________> C6H12 + 6O2 +
6H2O
a) Percobaan
tentang fotosintesis
Fotosintesis merupakan
suatu proses yang penting bagi kehidupan organisme di bumi. Dengan fotosintesis
ini tumbuhan menyediakan makanan bagi organisme lain baik secara langsung
maupun tidak langsung. Banyak ilmuan yang melakukan penelitian tentang hal yang
berhubungan dengan fotosintesis, diantaranya sebagai berikut :
(1) Ingenhousz
Orang yang pertama kali
menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz (1730 – 1799). Ingen housz
memasukan tumbuhan air Hydrilla
verticilata ke dalam bejana yang
diisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi
tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu diletakkan di terik
matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu.
Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas, yang setelah diuji adalah
oksigen. Ingenhousz menyimpulkan, fotosintesis menghasilkan oksigen.
(2) T.W.
Engelmann
Pada tahun 1822,
engelman melakukan percobaan dengan menggunakan Ganggang Spirogyra. Ganggang
Spirogyra mempunyai kloroplas seperti spiral. Hanya kloroplas yang terkena
cahaya yang mengeluarkan oksigen. Kloroplas yang tidak terkena cahaya tidak
mengeluarkan oksigen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bakteri suka
oksigen yang berkerumun dibagian kloroplas yang terkena cahaya. Kesimpulan dari
percobaan Engelmann adalah bahwa fotosintesis dilakukan oleh kloroplas dan
kloroplas hanya berfotosintesis jika terkena cahaya.
(3) Sacks
Pada tahun 1860, sacks
membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum. Daun yang sebagian
dibungkus kertas timah (kertas bungkus rokok) dipetik disore hari, setelah
terkena sinar matahari sejak pagi hari. Daun tersebut direbus untuk mematikan
sel-selnya. Selanjutnya daun tersebut dimasukkan ke dalam alkohol, agar
klorofilnya larut sehingga daun tersebut menjadi pucat. Jika daun itu ditetesi
dengan yodium, maka bagian yang tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedang
yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. Warna biru kehitaman
menandakan bahwa didaun tersebut terdapat amilum.
(4) Hill
dan F.F. Blackman
Hill pada tahun 1937
berhasil membuktikan bahwa energi sinar yang diterima digunakan untuk memecah
molekul air menjadi H+ dan O2 peristiwa ini dikenal
sebagai fotolisis, yang merupakan tahap awal dari fotosintesis. Fotolisis
berlangsung dengan bantuan cahaya sehingga disebut reaksi terang. Pada reaksi
terang, molekul air (H2O) terurai menjadi molekul oksigen (O2)
dan proton (H2). Dalam reaksi tersebut dihasilkan energi dalam
bentuk ATP dan NADP kemudian H4 yang dihasilkan dalam reaksi
penguraian air tersebut ditangkap oleh NADP, sehingga terbentuk NADPH.
Persamaan
reaksinya adalah sebagai berikut :
12
H2O + ATP + 24 NADP+ _______> 6 O2
+ ATP + 24 NADPH
Reaksi terang tersebut
terjadi di dalam grana. Blackman mengemukakan reaksi gelap yang terjadi di
stroma. Dalam reaksi gelap, ATP dan NADPH yang terbentuk pada reaksi terang
digunakan untuk pembentukan sukrosa dari karbon dioksida. Persamaan reaksinya
adalah sebagai berikut :
6
CO2 + ATP + NADPH _______> (CH2O)6 +
6 H2O
Jika kedua reaksi
tersebut digabungkan, akan menghasilkan reaksi fotosintesis sebagai berikut :
6
CO2 + 12 H2O + energi _______> (C6H12O)
+ 6 H2O + 6 O2
Jadi, reaksi gelap
hanya berlangsung jika tersedia energi proton (H+) yang dihasilkan
oleh reaksi terang . tanpa didahului reaksi terang, reaksi gelap tidak akan
berlangsung.
b) Cahaya
yang Berguna dalam Fotosintesis
Fotosintesis memerlukan
cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Cahaya matahari terdiri dari
banyak cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda. Cahaya yang berguna untuk
fotosintesis adalah cahaya tampak. Gelombang cahaya tampak yang terpendek
adalah cahaya ungu, dan yang terpanjang adalah cahaya merah.
Reaksi fotosintesis
terjadi pada membran fotosintesis tumbuhan. Pada bakteri fotosintesis, membran
tersebut merupakan lipatan membran sel. Pada tumbuhan, alga dan protista bersel
satu (misalnya Euglena), semua reaksi fotosintesis terjadi di dalam organel sel
yang disebut kloroplas. Kloroplas mempunyai sistem membran dalam. Membran ini
terorganisasi menjadi kantong pipih yang disebut tilakoid. Tumpukan tilakoid
disebut grana. Tiap-tiap tilakoid merupakan ruang tertutup dan sebagai tempat
pembentukan ATP. Di sekeliling tilakoid terdapat cairan yang disebut stroma.
Stroma mengandung enzim yang berperan dalam reaksi fotosintesis.
Di
dalam kroloplas terkandung beberapa jenis pigmen, yaitu klorofil a, klorofil b,
dan karotenoid. Kloropil a mampu menyerap terutama cahaya merah dan biru ungu.
Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, klorofil a terlihat hijau
karena memantulkan cahaya hijau. Klorofil b menyerap terutama cahaya biru dan
oranye dan memantulkan cahaya hijau kuning. Karotenoid adalah pigmen kuning
oranye yang menyerap cahaya biru hijau. Klorofil b dan karotenoid tidak
berperan langsung dalam reaksi terang, tetapi mereka memperluas kisaran cahaya
yang dapat digunakan oleh tumbuhan. Kedua pigmen ini meneruskan energi cahaya
yang mereka serap ke klorofil a, dan kemudian menyimpan energi untuk kegiatan
reaksi terang.
5. Kemosintesis
Kemosintesis adalah suatu reaksi penyusunan bahan organik
yang dilakukan dengan energi yang diperoleh dari pemecahan persenyawaan kimia.
Energi kimia digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat.
Disini, jelas bahwa sumber energi tidak hanya cahaya. Beberapa mikroorganisme
ada yang dapat memperoleh energi dengan jalan mengoksidasi persenyawaan kimia.
Misalnya bakteri belerang mengoksidasi H2S untuk memperoleh energi.
Selanjutnya, energi yang diperoleh digunakan untuk melakukan asimilasi C.
Perhatikan reaksinya :
2
H2S + O2 ______> 2H2O + 2S +
energi
Energi yang diperoleh
lebih kecil jumlahnya daripada energi yang dihasilkan dari cahaya. Energi
tersebut digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat. Dengan
demikian, reaksi selengkapnya adalah :
CO2
+ H2S ______> CH2O + S2 + H2O
6. Pengangkutan Air dan Mineral pada
Tumbuhan
a.
Absorpsi dan Transpor Air pada Tumbuhan
Air merupakan bagian terbesar dari tubuh
makhluk hidup. Pada tumbuhan 70% lebih berat tubuhnya terdiri dari air. Air
tersebut dipertahankan supaya tumbuhan tetap hidup. Air dalam jaringan tubuh tumbuhan
berada dalam keseimbangan antara air yang hilang dengan air yang diperoleh dari
tanah.
Beberapa
fungsi air pada tumbuhan :
1)
Air merupakan bagian protoplasma,
kekurangan air protoplasma tumbuhan menjadi viaktif atau dapat mati;
2)
Sebagai pelarut dan sebagai “carrier” untuk berbagai bahan;
3)
Berfungsi dalam proses metabolisme;
4)
Sebagai sumber atom hidrogen untuk
reduksi dari CO2 dalam reaksi fotosintesis;
5)
Berperan dalam proses gerakan dan
masuknya bahan-bahan;
6)
Membantu pengangkutan bahan-bahan pada
tumbuhan;
7)
Berperan dalam regulasi suhu.
b.
Air Tanah
Tumbuhan mengabsorpsi air tanah dengan akarnya.
Air yang ada di dalam tanah terdapat berbagai bentuk. Sumber air tanah adalah
air hujan. Tidak semua air hujan dapat masuk ke dalam tanah. Air dapat masuk ke
dalam tanah melalui pori-pori diantara partikel-partikel tanah yang dipengaruhi
oleh gravitasi. Air tanah semacam ini disebut air gravitasi (gravitational water). Jumlah air tanah
maksimum yang tertinggal sehabis air keluar dari tanah akibat gravitasi disebut
kapasitas lapangan. Air di dalam tanah ini terdapat dalam 3 bentuk air kapiler,
air higroskopik dan air yang terikat secara kimia. Air kapiler dapat di ambil
oleh tumbuhan, sedangkan air higroskopik tidak dapat di ambil oleh tumbuhan dan
tumbuhan akan layu.
c.
Akar
Bagian akar yang dapat menyerap air adalah
di daerah ujung akar. Daerah unjung akar dibedakan menjadi 3 zona yaitu zona
sel meristimatik, zona perpanjangan dan zona penyerapan (absorpsi). Zona
absorpsi terdiri atas 3 macam sistem jaringan yaitu : dermal (epidermis),
korteks dan stele. Epidermis banyak yang membentuk bulu-bulu akar. Korteks
berupa sel-sel endodermis, perisekel, xilem, dan floem.
Bagian-bagian
akar terdiri dari :
1)
Bulu akar
Bulu akar merupakan modifikasi deri sel
epidermis yang mempunyai fungsi untuk penyerapan air. Dinding bulu akar terdiri
atas selulosa dan pektin yang kedua-duanya bersifat hidrofilik dan mempunyai
daya serap yang besar terhadap air.
2)
Endodermis
Disebelah luar Stele dikelilingi oleh
selapisan sel khusus disebut Endodermis. Endodermis mengalami penebalan dinding
sel yang disebut Strip Caspari, air dapat masuk stele melalui sel peresap
(Passage Cells). Pada beberapa jenis monokotil tidak ditemukan sel peresap
tetapi penyerapan air tidak terganggu.
3)
Xilem
Xilem terdiri dari trakeid, pembuluh kayu
dan parenkim. Noktah terdapat pada dinding radial dari trakeid dan trakea
sehingga memudahkan gerakan air masuk ke dalamnya. Penebalan sel ini juga tidak
mengganggu jalannya air karena lignin sifatnya hdrofilik dan mudah dilalui air.
d.
Pengambilan Air Oleh Akar
Air masuk dari luar berupa air tanah harus
melalui bulu akar (epidermis), korteks, endodermis dan perisikel. Dinding
radial sel endodermis mempunyai penebalan dari suberin atau lignin yang kedap
air. Air tanah akan masuk akar jika potensial air pada akar lebih rendah dari
potensial air di tanah. Rendahnya potensial air pada xilem disebabkan hilangnya
air oleh proses transpirasi pada daun tumbuhan. Potensial air pada tanah
disebabkan adanya potensial osmotik dan potensial matriks. Pada tanah yang
kering potensial airnya turun karena tumbukan tidak mampu untuk mengambil air
dari tanah. Batas terendah kandungan air tanah dapat dilihat dari kelayuan pada
daun tumbuhan, mulut daun menutup dan pengambilan air sangat kurang.
e.
Pengangkutan Air
Air bergerak dari akar sampai kedaun
melalui xilem, yaitu melalui pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Parenkim xilem
mempunyai fungsi untuk transpor kea rah lateral. Pengangkutan air melalui xilem
dapat terus berlangsung meskipun xilem mati. Ini membuktikan bahwa tenaga untuk
mendorong air bukan berasal dari xilem itu sendiri. Pembuluh kayu sebagai
kapiler hanya dapat menaikan air sedikit saja. Teori tekanan akar menyatakan
bahwa adanya tekanan akar menyebabkan absorpsi secara aktif oleh akar.
f.
Pengangkutan Mineral
Mineral diangkut melalui xilem dari akar
ke daun. Mineral dipergunakan tumbuhan untuk menyusun bahan organik, misalnya
fosfor dan nitrogen. Tidak semua unsur yang dipindahkan pada daun tetap
disimpan pada daun. Pemindahan mineral terjadi terutama sebelum daun gugur melalui
floem. Pada batang mineral dapat diangkut ke atas atau ke bawah pada floem
menuju daun muda dan juga ke ujung batang atau akar. Mineral yang masih ada
pada daun jika daun gugur akan kembali dipergunakan oleh tumbuhan setelah
terjadi penguraian. Karena itu mineral cukup tersedia untuk tumbuhan.
g.
Pengangkutan Bahan Organik
Bahan organik seperti gula, asam amino dan
hormon diangkut melalui floem. Bahan organik dapat bergerak ke atas dari ujung
batang yang sedang tumbuh bergerak ke bawah yaitu ke tempat penimbunan di akar
diangkut melalui floem. Pengangkutan bahan organik pada floem disebut
Translokasi. Kecepatan translokasi beberapa kali kecepatan difusi.
h.
Osmoregulasi Pada Tumbuhan
Pada tumbuhan darat kehilangan air
merupakan masalah yang sama dengan hewan. Tumbuhan banyak kehilangan air
melalui transpirasi dan penguapan melalui daun. Untuk tumbuhan yang hidup pada
tanah yang cukup air kehilangan air akan segera diganti dengan pengambilan air
dari tanah. Tumbuhan yang tidak mempunyai masalah mengenai penggantian air yang
hilang karena transpirasi dan penguapan disebut tumbuhan mesofil (mesophyle). Berbagai jenis tumbuhan di
daerah yang kering dan harus menyesuaikan diri agar tidak mengalami kekeringan
dengan berbagai cara. Tumbuhan tersebut termasuk tumbuhan serofit (xerophyte).
Beberapa jenis tumbuhan mempunyai jaringan
yang toleran terhadap kekeringan. Pada umumnya tumbuhan ini dapat
mempertahankan diri terhadap perubahan kandungan air pada tubuhnya lebih
daripada hewan. Di antaranya ada yang mempunyai penyesuaian tinggi, sehingga
jaringannya kering, jaringnnya akan kembali normal jika mendapat cukup air. Hal
seperti ini terdapat pada beberapa jenis tumbuhan gurun dan juga pada berbagai
jenis lumut dan paku-pakuan.
Banyak tumbuhan dapat mempertahankan hidupnya
pada masa kering dengan spora dan bijinya. Protoplasma spora dan biji sangat
menjadi kering dan dilindungi oleh selaput yang keras. Pada kondisi ini spora
dan biji tetap hidup untuk periode yang panjang dan dapat tumbuh menjadi
tumbuhan baru jika air cukup dan kondisi yang baik. Biasanya tumbuhan gurun
semacam ini tumbuh pada waktu yang singkat.
Adapula adaptasi lain bagi tumbuhan yang
hidup di daerah kering ialah dengan cara menyimpan air pada sel-sel parenkim
yang besar baik pada batang maupun pada daun. Dengan demikian jaringan batang
dan daun menjadi berair dan tumbuhan demikian disebut sukule. Banyak tumbuhan gurun yang mempunyai batang sukulen, daun pada tumbuhan tersebut
biasanya mengalami reduksi.
Berbagai
cara tumbuhan sukulen mempertahankan air yang dikandungnya, yaitu dengan :
1)
Mengurangi jumlah stroma.
2)
Adaptasi secara fisiologis dengan cara
stroma menutup pada siang hari dan membuka pada malam hari.
Transpirasi tidak terbatas pada stroma tapi juga melalui
kutikula. Transpirasi kutikula pada tumbuhan serofit sangat kecil karena
kutikula menjadi tebal dan mempunyai lapisan lilin yang impermeable.
Tumbuhan yang
hidup di pantai mempunyai masalah untuk mengambil air yang mempunyai tekanan
osmotik tinggi dibandingkan dengan tekanan osmotik air tanah biasa. Tumbuhan
tersebut biasa disebut tumbuhan halofit. Untuk
mengatasi hal ini dilakukan dengan
2 cara, yaitu :
1.
Sel-sel akar mempunyai tekanan osmotik
yang lebih besar dibandingkan akar tumbuhan biasa sehingga dapat mengambil air
dengan cara osmosis.
2.
Berbagai tumbuhan bisa menyimpan air
yang menyebabkan tidak terjadi kekurangan air pada waktu air disekeliling
akarnya mempunyai tekanan osmotik tinggi. Hal ini terjadi pada daerah pasang
surut pantai yang berlumpur. Selain itu tumbuhan mempunyai cara untuk membuang
kelebhan air.
Hal ini terjadi pada waktu kelembaban
tinggi dan suhu tidak begitu tinggi. Caranya ialah gutasi. Gutasi terjadi jika
air yang berlebih tidak habis dengan transpirasi. Air dikeluarkan melalui
struktur khusus di ujung tulang daun yang letaknya di ujung atau ditepi daun
yang disebut hidotoda.
B. Fisiologi Hewan
A. Sistem
Pencernaan
Alat
pencernaan merupakan organ yang berfungsi untuk memecah makanan baik secara
mekanis maupun kimiawi agar mudah terserap dan diedarkan keseluruh tubuh.
Organisme bersel satu tidak memiliki alat pencernaan makanan khusus. Makanan
masuk melalui mulut sel, dicerna didalam vakuola makanan, kemudian diedarkan ke
seluruh sel dan akhirnya dikeluarkan melalui membran sel. Pada hewan
vertebrata, makananmasuk melalui mulut,kemudian ke kerongkongan, perut besar
(ventrikulus), usus dua belas jari (duodenum), usus halus, poros usus (rektum)
dan berakhir sebagai anus. Binatang pemakan tumbuhan (herbivora) memiliki alat
pencernaan makanan yang lebih panjang dibandingkan binatang pemakan daging
(karnivora).
Proses pencernaan
makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara mekanik, dan secara
kimiawi. Untuk mencerna makanan diperlukan saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan, yang keduanya membentuk sisitem pencernaan makanan. Saluran
pencerenaan makanan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
Makanan diserap di usus kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa
makanan dikeluarkan melalui anus.
1. Mulut
Didalam mulut terdapat
gigi, lidah, dan kelenjar pencernaan yaitu kelenjar air liur. Mulut berfungsi
sebagai pengecap, dan pencerna baik secara mekanik maupun secara kimiawi.
a. Gigi
1)
Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu
bagian yang tampak dari luar
2)
Leher gigi, yaitu bagian gigi yang
terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi
3)
Akar gigi, yaitu bagian gigi yang
tertanam di dalam rahang
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang
gigi, sementum dan rongga gigi. Email merupakan lapisan yang keras pada puncak
gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi, jika email rusak, gigi akan mudah
rusak pula. Tulang gigi, dilapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat
dari dentin yaitu jaringan berwarna kekuningan. Semen gigi, dilapisan luar akar
gigi terdapat semen gigi atau sementum. Rongga gigi, di bagian dalam gigi
terdapat rongga gigi atau pulpa. Rongga gigi berisi serabut saraf dan pembuliuh
darah.
Fungsi gigi bermacam-macam, sesuai dengan letak dan
bentuknya. Gigi seri sebagai pemotong makanan, gigi taring sebagai pengoyak
makanan, dan gigi geraham sebagai pengunyah makanan.
b. Lidah
Lidah berguna untuk
membantu mengatur letak makanan dalam mulut dan mendorong makanan masuk ke
dalam saluran selanjutnya. Selain itu lidah juga berfungsi untuk mengecap
(merasakan) makanan, yaitu rasa asin, manis, pahit dan masam serta peka juga
terhadap dingin, panas dan tekanan.
c. Kelenjar
Ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 kelenjar ludah, dialirkan
melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut. Kelenjar ludah
tersebut adalah kelenjar ludah parotid (di dekat pelipis), kelenjar ludah
rahang bawah dan kelenjar ludah bawah lidah. Ludah mengandung air, lendir, garam dan enzim
ptialin. Enzim ptialin berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yaitu
maltosa dan glukosa.
2. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan
saluran panjang yang tipis sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung.
Panjang krongkongan kurang lebih 20 cm dan lebar kurang lebih 2 cm.
Kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar dan menyempit, bergelombang,
meremas-remas, guna mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut
sebagai gerak peristaltik.
3. Lambung
Lambung
atau ventrikulus berupa suatu kantung yang terletak di dalam rongga perut di sebelah kiri di
bawah sekat rongga badan.
a.
Kardiak adalah bagian atas, daerah pintu
masuk makanan dari kerongkongan
b.
Fundus adalah dagian tengah, bentuknya
membulat
c.
Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang
berhubungan dengan usus dua belas jari
Dinding lambung yang
penuh dengan otot-otot lambung, berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik, Di
bagian dinding lambung sebelah dalam terdapat kelenjar-kelenjar yang
menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung asam lambung (HCI) serta
enzim-enzim lain. Asam lambung berperan sebagai pembunuh mikroorganisme dan
mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin merupakan enzim yang dapat
perubah protein menjadi molekul-molekul yang lebih kecil.
4. Usus
halus
a. Usus
dua belas jari (duodenum)
Panjangnya 12 jari. Di
dalam dinding usus dua belas jari terdapat muara saluran bersama dari kantung
empedu dan pangkreas. Kantung empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati
dan berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwrna kehijauan dan berasa
sangat pahit.
Pangkreas yang letaknya
dekat dengan lambung mengasiklan getah pankreas. Getah pankreas menghasilkan
enzim amilase, tripsinogen dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi
gula. Tripsinogen merupakan enzim belum aktif yang harus di aktifkan terlebih
dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Karena enzim enterokinase,
tripsinogen berubah menjadi tripsin yang aktif. Tripsin mengubah protein
menjadi peptida dan asam amino. Sedangkan lipaso mengubah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
b. Usus
Kosong (Jejunum)
Panjangnya antara 1,5 m
dan 1,75 m. Di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi ole
enzim yang dihasilkan dinding usus. Sehingga terjadi pelumatan makanan secara
sempurna. Getah usus yang dihasilkan mengandung lendir dan bermacam-macam enzim
yang dapat memecah molekul makanan memjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini
makanan berupa bubur yang lumat dan encer.
c. Usus
Penyerapan (Ileum)
Panjangnya antara 0,75
m sampai 3,5 m. Di dalam usus ini terdapat penyerapan sari-sari makanan.
Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorbsi. Bersama darah,
makanan dialirkan melalui pembuluh darah (vena porta) menuju ke hati. Glukosa
sebagian disimpan ke dalam hati setelah diubah ke dalam bentuk glikogen yang
tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain diedarkan ke seluruh sel
tubuh melalui pembuluh darah.
5. Usus
besar (Colon),Rectum dan Anus
Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus.
Usus besar memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Panjang
usus besar kurang lebih 1 meter. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik,
bagian mendatar dan bagian menurun. Batas antara usus besar dan usus alus
disebut sektum.
Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air
sisa makanan. Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia coli
yang membusukan sisa-sisa makanan menjadi kotoran (feses). Dengan demikian
kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bagian akhir usus besar yang
panjangnya kurang lebih 15 cm disebut pelepasan atau poros usus atau rectum.
Rectum bermuara pada anus. Anus mempunyai 2 otot, yaitu otot tak sadar dan otot
sadar.
Beberapa makanan yang mengandung zat-zat berbahaya
dapat merusak sel-sel hati. Misalnya alkohol, makanan yang tercemar dan
obat-obatan tertentu.
B. Sistem
Rangka
Tulang
merupakan struktur penunjang utama tubuh, berfungsi : Sebagai tempat pelekatan
otot, bersama-sama otot membangun alat gerak tubuh, melindungi organ-organ
vital di tengkorak dan dada, menyimpan kalsium yang dapat dimobilisasi bila
diperlukan oleh tubuh, merupakan tempat berlangsungnya hematopoiesis. Terdapat
2 jenis tulang : tulang kompak dan tulang bunga karang (tulang spongiosa).
1. Jaringan
Otot
Jaringan otot berfungsi untuk gerakan. Ada 3 jenis
otot berdasarkan sifat morfologi dan fungsinya, yaitu otot polos, tersebarluas
pada sistem pencernaan makanan, urogenital dan pernafasan. Berkontraksi lambat
dan tidak dibawah kemauan. Sebagian besar berada dibawah pengawasan sistem
syaraf autonom. Terdiri dari sel bentuk kumparan.
Otot rangka, dibangun oleh berkas-berkas serabut
otot yang berinti banyak dan serabut otot tersebut menggambarkan gais-garis
melintang, kontraksinya cepat dan kuat serta dibawah kemauan (voluntary).
Otot jantung, seperti halnya otot rangka sel-selnya
yang panjang seperti serabut memperlihatkan garis-garis melintang. Pada tempat
pertemuan sel jantung dijumpai keping interkalar, suatu struktur yang khas bagi
otot jantung. Kontraksinya kuat, berirama dan tidak dibawah kemampuan
(involuntary).
Berdasarkan struktur sel dan gerakannya, otot
dibedakan atas 3 macam yaitu otot lurik atau otot serat lintang, otot polos dan
otot jantung. Otot lurik bekerja atas kehendak kita,. Otot polos bekerja secara
otonom. Sedangkan otot jantung strukturnya sama dengan otot lurik tetapi
bekerjanya tidak dibawah kesadaran kita. Kerja otot ada yang antagonis
(berlawanan) dan ada pula yang sinergis (sama).
Rangka binatang dapat dibedakan atas rangka dalam
dan rangka luar. Rangka dalam dimiliki oleh hewan-hewan yang rendah
tingkatannta seperti arthropoda. Hewan vertebrata ada yang memiliki rangka luar
misalnya ikan, reptil. Rangka luar hanya berfungsi sebagai pelindung, sedangkan
rangka dalam berfungsi sebagai pelindung, tempat melekatkan otot dan menegakkan
tubuh.
Rangka tubuh manusia tersusun atas berbagai bentuk
tulang yang saling berhubungan. Tulang tengkorak tersusun atas tulang-tulang
yang pipih. Tulang-tulang tersebut bersambungan sedemikian rupa sehingga
membentuk rongga. Dalam rongga itulah tersimpan otak.Tulang tengkorak dapat
dibedakan menjadi 2 bagian: tulang-tulang bagian kepala dan tulang-tulang
bagian muka.
2. Macam-macam
Tulang
Tulang-tulang pada
manusia merupakan rangka dalam. Berdasar letaknya rangka dibedakan menjadi3
bagian utama yaitu tulang tengkorak, tulang badan dan tulang anggota badan. Berdasarkan
zat penyusunnya, tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan.
Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih dan
tulang pendek. Tulang pipa dan tulang pendek berisi sum-sum merah yang
berfungsi untuk membuat sel darah merah dan sel darah putih.
a. Tulang
Pipa
Bentuknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang,
bagian tengahnya berlubang. Contohnya: tulang lengan, tulang paha, ruas-ruas
tulang jari. Di dalamnya berisi sumsum kuning.
b. Tulang
Pipih
Bentuknya memipih, di dalamnya berisi sum-sum merah.
Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel
darah putih. Contohnya: tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang
panggul dan tulang dahi.
c. Tulang
Pendek
Bentuknya bulat dan pendek. Sering disebut sebagai
ruas tulang. Di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai
tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
d. Tulang
Keras
Tulang keras tersusun atas sel-sel yang ruang antar
selnya berisi zat kapur dan sedikit zat perekat yaitu zat kolagen. Zat kapur
itu dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO1) dan kalsium fosfat (Ca(PO4).
Pada masa kanak-kanak zat perekatnya lebih tinggi daripada masa dewasa. Pada
orang dewasa, kadar zat kapurnya tinggi, sehingga tulang semakin keras. Karena
itu pada anak-anak lebih cepat sembuh jika terjadi patah tulang dari pada orang
dewasa.
e. Tulang
Rawan
Ruang anatar sel tulang rawan terisi banyak perekat
dan sedikit mengandung zat kapur. Karenaitu tulang rawan bersifat lentur.
3. Sendi
Hubungan antara 2 tulang dikenal sebagai sendi.
Berdasarkan gerakannya, sendi dibagi menjadi sendi mati, sendi kaku dan sendi
gerak. Sendi mati adalah hubungan 2 tulang yang tidak memungkinkan terjadi gerakan tulang. Sendi kaku adalah
hubungan antara 2 tulang yang memungkinkan sedikit gerakan. Dan sendi gerak
adalah hubungan 2 tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan. Sendi gerak
meliputi sendi engsel, sendi peluru, sendi putar dan sendi pelana.
a. Sendi
Engsel
Disebut sendi engsel karema arah gerakannya dua
arah, seperti engsel pintu. Misaalnya hubungan antar ruas tulang jari tangan
dan jari-jari kaki.
b. Sendi
Putar
Disebut sendi putar karena dari hubungan dua tulang
tersebut. Tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain.Misal
hubungan antara atals dan tulang pemutar sehingga kepada kita dapar bergerak
berputar.
c. Sendi
Peluru
Disebut sendi peluru karena dari hubungan dua
trulang tersebut dapat terjadi gerakan tulang ke segala arah. Hal ini
disebabkan bagian bonggol sendi yang bentuknya seperti bola/peluru masuk ke
dalam cawan sendi dari tulang yang lain. Misal hubungan antara tulang gelang
bahu dengan tulang lengan atas, hubungan antara gelang panggul dengan tulang
paha.
d. Sendi
Pelana
Disebut sendi pelana karena dari hubungan dua tulang
tersebut, tulang yang satu dapat bergerak kedua arah seperti orang yang naik
kuda diatas pelana. Contohnya hubungan antara ruas jari tangan dengan telapak
tangan.
4. Fungsi
Rangka Manusia
Rangka
tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi yaitu :
a.
Untuk menegakkan badan, misalnya tulang-tulang
punggung
b.
Untuk memberi bentuk badan, misalnya
tulang-tulang tengkorak memberi bentuk wajah
c.
Untuk melindungi bagian-bagian tubuh
yang penting, misalnya tengkorak melindungi otak dan mata, tulang-y=tulangrusuk
melindungi jantung
d.
Sebagai tempat melekatnya otot-otot
e.
Sebagai tempat pembuatan sel darah merah
dan sel darah putih
f.
Sebagai alat gerak pasif
5. Kelainan
Bentuk Rangka Tubuh Manusia
Kelainan yang dibawa
sejak dalam kandungan. Ketika dilahirkan orang tersebut telah mengalami
kelainan tulang. Penyebabnya mungkin si ibu terjatuh atau makanannya kurang
vitamin D dan zat kapur atau karena faktor keturunan (genetik). Bentuk kelainan
ini misalnya ketika dilahirkan anak tersebut kakinya berbentuk X atau O atau
sejajar.
Kekurangan vitamin D,
kekurangan zat kapur, kekurangan zat fosfor dalam makanannya dapat menyebabkan
gangguan proses penulangan. Pada orang tua, terutama wanita, akan menderita
bongkok atau keropos tulang karena kekurangan zat kapur. Susu merupakan makanan
yang banyak mengandung zat kapur yang dibutuhkan tulang.
Posisi duduk yang salah
dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang seseorang. Misalnya posisi duduk yang
selalu membengkok ke kiri/kanan/depan/belakang menyebabakan tulang punggungnya
membengkok mengikuti arah duduknya.
Beberapa penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan
tulang misalnya :
a.
Penyakit polio pada anak-anak. Polio
disebabkan oleh virus. Karena polio pertumbuhan tulang dan jaringan terganggu.
b.
Penyakit sifilis. Anak-anak dalam
kandungan dapat menderita sifilis karena tertular oleh orangtuanya. Akibatnya,
tulang seperti tidak bertenaga.
c.
Kurang minyak. Pada persendian terdapat
minyak yang berfungsi melumasi sendi sehingga tulang-tulang dapat bergerak
leluasa. Karena produksi minyak menurun maka gerakan tulang dapat menimbulkan
bunyi, jika berlangsung terus, tulang menjadi aus karena gesekan.
d.
Kelainan tulang dapat disebabkan karena
kecelakaan. Misalnya tulang menjadi patah, ujung tulang yang lepas dari sendi,
retak tulang dan remuk tulang.
C. Sistem
Pernapasan
Pernapasan mempunyai
dua arti, yaitu : Proses pertukaran gas, dan proses menghasilkan energi yang
dilakukan oleh sel.
Proses menghasilkan
energi di dalam sel dapat dibedakan menjadi pernapasan aerobik yang menggunakan
oksigen langsung dan pernapasan anaerobik yang tidak memerlukan oksigen bebas.
Proses pertukaran gas sebenarnya adalah proses
menangkap oksigen dan melepas karbondioksida ke udara luar. Untuk melakukan
proses pertukaran gas itu diperlukan organ pernapasan yaitu paru-paru atau
insang atau gelembung udara atau kulit.Proses pernapasan aerobik atau anaerobik
dilakukan di dalam sel. Dalam proses reaksi kimia itu diperlukan enzim-enzim
pernapasan untuk mncegah gula menjadi energi.
Alat-alat pernapasan pada berbagai hewan
berbeda-beda tergantung pada tempat hidupnya. Hewan darat mempunyai paru-paru
atau pundi-pundi udara. Katak mempunyai kulit yang berfungsiuntuk pertukaran
gas.ikan mempunyai insang. Hewan avertebrata memiliki organ yang berbeda pula.
1. Sistem
Pernapasan pada Manusia
a. Hidung
Hidung merupakan tempat pertama yang dilalui udara
dari luar. Di dalam rongga idung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir,
yang berguna untuk menyaring udara, mengatur suhu udara yang masuk ke paru-paru
dan mengatur kelembaban udara.
b. Panggal
Tenggorok (Laring)
Antara hidung dan
tenggorokan ada bagian yang harus terkoordinasikan dengan baik yaitu faring.
Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan rongga
hidung ke tenggorokan. Pangkal tenggorokan disebut laring. Laring terdiriatas
kepingan tulang rawan yang membentuk jakun.
c. Batang
Tenggorok (Trakea)
Batang tenggorok terletak di daerah leher, di muka
kerongkongan. Batang tenggorok merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang
tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. Dinding dalamnya dilapisi selaput
lendir, yang sel-selnya berlambut getar. Rambut-rambut getar berfungsi untuk
menolak debu atau benda-benda asing keluar.
d.
Cabang Batang Tenggorok (Bronkus)
Batang tenggorok bercabang menjadi dua bronkus yaitu
bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua cabang batang tenggorok menuju ke
paru-paru. Di dalam, paru-paru, bronkus membentuk cabang-cabang lagi disebut
bronkiolus. Bronkus sebelah kanan bercabag menjadi 3 bronkiolus, sedangkan
bronkus sebalah kiri bercabang dua bronkioulus. Bronkiolus bercabang-cabang lagi
membentuk pembuluh-pembuluh yang halus. Cabang-cabang yang terhalus masuk
kedalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dingding alveolus mengandung kaviler
darah, disitulah oksigen berdifusi ke dalam darah.
e. Paru-paru
Paru-paru terletak di rongga dada tepat di atas
sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga adan, yang membatasi rongga dada
dan rongga perut. Paru-paru terdiri dari 2 bagian. Paru-paru kanan memiliki 3
gelambir sehinggba berukuran lebih besar dari pada paru-paru kiri yang memiliki
2 gelambir. Paru-paru dibungkus oleh 2 lapis selaput paru-paru atau pleura.
Oksigen digunakan untuk
oksidasi karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan sel diangkut oleh darah
melalui pembuluh darah menuju ke paru-paru. Sesampai di alveolus, karbon
dioksida menembus dinding pembuluh darah dan dinding alveolus. Dari alveolus
karbon dioksida akan dikeluarkan melalui saluran prnapasan saat kita
mengeluarkan napas. Karbondioksida akan keluar melalui hidung. Jadi proses
pertukaran gas sebenarnya berlangsung di alveolus.
2. Proses
pernapasan
Rongga dada tempat
paru-paru di batasi oleh tulang rusuk dan tulang dada. Bagian rongga dada di
tutup oleh diafragma. Proses bernafas terdiri dari 2 kegiatan, yaitu menghirup
udara pernapasan atau menarik napas dan menghembuskan udara pernapasan atau
mengeluarkan nafas. Menghirup udara disebut inspirasi dan menghembuskan udara
ekspirasi.
Pernapasan dibedakan
antara pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan perut (pernapasan
diafragma). Pernapasan dada terjadi bila otot-otot antar rusuk berkontraksi,
sehingga tulang rusuk terdorong kemuka. Akibatnya volume rongga dada membesar,
tekanan menurun dan udara masuk. Ketika tulang-tulang rusuk turun kembali
rongga dada menyempit, tekanan naik dan udara keluar.
Pernapasan perut
menggunakan diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi diafragma yang semula
cembung menjadi agak rata. Sehingga paru-paru dapat mengembang kearah perut,
perut mengembung, rongga dada membesar, tekanan menurun dan udara masuk. Ketika
diafragma kembali kekeadaan semula, rongga dada menyempit, tekanan naik dan
udara keluar. Pernapasan perut terjadi terutama pada saat tidur.
Pada waktu bernapas, udara yang masuk paru-paru
berbeda susunannya dengan udara yang keluar dari paru-paru.
|
Gas
|
Udara luar sebelum masuk paru-paru (%)
|
Udara yang keluar dari paru-paru (%)
|
|
Nitrogen (N2)
|
79,07
|
79,8
|
|
Oksigen (O2)
|
20,9
|
14,6
|
|
Karbondioksida
(CO2)
|
0,03
|
5,6
|
Proses pernapasan aerob
disebut juga oksidasi biologi. Oksidasi biologi sebenarnya adalah Proses pemecahan
zat gula agar diperoleh energi dengan mereaksikannya dengan oksigen. Selain
gula, zat makanan yang dapat dioksidasikan adalah lemak dan protein. Proses
oksidasi secara sederana dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
C5H12O6 + O2 __________> CO2
+ H2O +
energi
(Gula) (Oksigen) (Karbondioksida) (Air)
D. Sistem
Pengeluaran
1.
Ginjal (Ren)
Fungsi utama dari
ginjal adalah menjernihkan atau membersihkan plasma darah dan produk akhir
metabolisme ketika zat-zat ini berjalan melalui alas kaviler ginjal. Ginjal
juga membuat seimbang komposisi cairan-cairan tubuh dengan mempertahankan
secara selektif atau mensekresikan banyak zat penyusun plasma.
Hasil-hasil pembakaran
dari sisa-sisa metabolisme tubuh perlu dibuang keluar tubuh. Sisa-sisa itu
berupa karbondioksida, uren, air, kelebihan vitamin, dan zat-zat lainnya. Jika
tidak dibuang akan dapat meracuni tubuh. Untuk mengeluarkan sisa-sisa itu
diperlukan sistem pengeluaran.
Alat pengeluaran pada
manusia dan hewan vertebrata terdiri atas ginjal, kulit, paru-paru dan hati.
Adapun alat pengeluaran pada hewan yang lebih rendah tingkatannya dapat berupa
buluh malpighi, nefridia, sel api dan rongga berdenyut.
2.
Sistem Pengeluaran Pada Manusia
a. Ginjal
Ginjal atau bua
pinggang bentuknya seperti kacang merah berwarna merah keunguan, letaknya di
daerah pinggang, di kiri kanan tulang belakang, jumlahnya sepasang. Pada orang
dewasa setiap ginjal beratnya kurang lebih 200 gr. Susunan ginjal terdiri dari
kulit ginjal di bagian luar sumsum ginjal dibagian tengah dan rongga ginjal
(piala ginjal) di bagian dalam.
Dalam sehari semalam,
banyaknya darah yang disaring ginjal, kira-kira mencapai 1500 liter. Adapun
jumlah urine yang dihasilkan kira-kira 1 sampai 1,5 liter. Jika kita kekurangan
air, sedangkan zat-zat sisa yang dihasilkan banyak maka beberapa zat sisa dapat
mengendap di ginjal atau kantung kemih. Terjadilah batu ginjal.
Dalam keadaan normal urine mengandung :
1)
Air, urea, dan amoniak yang merupakan
sisa-sisa pembongkaran protein
2)
Garam-garam mineral terutama garam dapur
3)
Zat warna empedu yang memberi warna
kuning pada urineZat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin B, C,
obat-obatan dan hormon.
b. Kulit
Kulit merupakan lapisan
tipis yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit berfungsi sebagai alat
pengeluaran. Kulit terdiri dari tiga lapisan yaitu :
1) Lapisan
kulit ari (epidermis)
Kulit ari (epidermis)
terdiri dari 2 bagian, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi. Lapisan
tanduk sewaktu-waktu dapat mengelupas. Lapisan ini tersusun atas sel-sel yang
mati. Lapisan malpighi merupakan lapisan yang hidup yang terletak di bawah
lapisan tanduk.
2) Lapisan
kulit jangat (dermis)
Merupakan lapisan kulit
yang terletak di bawah lapisan kulit ari. Kulit jangat terdiri dari beberapa
struktur yaitu kelenjar keringat, kelenjar minyak pembuluh darah dan ujung –
ujung syaraf. Selain berfungsi alat pengeluaran kulit juga berfungsi :
a)
Sebagai pelindung tubuh dari kerusakan
akibat benturan maupun kerusakan yang disebabkan oleh zat kimia
b)
Sebagai tempat indra, karna pada kulit
terdapat ujung-ujung syaraf yang dapat merasakan halus, kasar, panas, dingin
dan nyeri.
c)
Untuk menyimpan kelebihan lemak
d)
Tempat pembuatan vitamin D dan pro
vitamin D, dengan bantuan sinar ultra violet.
e)
Sebagai pengatur suhu tubuh.
3) Lapisan
jaringan ikat bawah kulit
Pada jaringan ikat
bawah kulit terdapat cadangan lemak ini berfungsi sebagai cadangan makanan dan
menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
c. Paru-paru
Pada sistem
pengeluaran, paru-paru mengeluarkan gas
karbondioksida (CO2).
d. Hati
Hati terletak pada
rongga perut sebelah kanan tepatnya di bawah diafragma. Pada orang dewasa berat
hati mencapai 2 kg. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia. Sel
darah merah yang rusak oleh hati di rombak menjadi empedu.
Hati merupakan kelenjar
terbesar dalam tubuh manusia. Selain sebagai alat pengeluaran hati juga
mempunyai fungsi lain bagi tubuh :
1) Sebagai
tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen
2) Menawarkan
racun yang masuk ke dalam tubuh.
3) Mengatur
kadar gula dalam darah
4) Sebagai
tempat membuat vibrinogen dan protrombin
5) Sebagai
tempat menguba pro vitamin A menjadi vitamin A
Hati dan ginjal merupakan
organ yang mengalami kerusakan jika di dalam makanan terkandung zat-zat beracun
dan sisa-sisa yang tak berguna. Misalnya apabila terlalu banyak alkohol sel-sel
hati akan mengalami kerusakan yang di kenal sebagai serosis hepatis.
Penyakit yang sering
kita dengar adalah hepatitis disebabkan oleh serangan virus. Orang yang
menderita hepatitis akan mengalami kerusakan pada sel-sel hatinya, sehingga zat
warna empedu beredar keseluruh tubuh. Akibatnya warna tubuh menjadi kekuningan
karena itu penyakit hepatitis sering disebut penyakit kuning.
E. Sistem
Saraf
Antara sel, jaringan,
organ dan sistem organ penyusunan tubuh terdapat saling berhubungan dan
kerjasam agar dapat berfungsi untuk menjalankan kegiatan tubuh
organisme.Keserasian kerja itu diatur dan dikendalikan oleh sistem koordinasi
yaitu sistem saraf dan hormon. Sistem saraf hanya dimiliki oleh hewan sedangkan
sistem hormon dimiliki baik oleh hewan maupun tumbuhan.
Sistem saraf pada
manusia sangat kompleks. Disebut sebagai suatu sistem karena saraf kita terdiri
dari berbagai kesatuan atau unit yang saling berinteraksi. Sel-sel saraf atau
neutron terdiri dari badan sel, inti sel, dan sitoplasma.
1. Sistem
Saraf pada Manusia
Alat tubuh yang berfungsi sebagai
reseptor rangsangan adalah indera. Indera sebenarnya bagian tubuh yang memiliki
ujung-ujung saraf sensorik yang peka trhadap rangsangan tertentu. Rangsang
adalah segala bentuk faktor perubahan lingkungan yang dapat diterima oleh
reseptor. Menurut asalnya, rangsang dibedakan menjadi dua macam, yaitu rangsang
dari luar tubuh. Misalnya cuaca, bau, panas, tekanan dan rangsang dari dalam
tubuh sendiri, misalnya rasa lapar, haus dan nyeri.Menurut jenisnya, rangsangan
dibedakan menjadi rangsangan mekanik, misalnya sentuhan dan tekanan. Rangsangan
kimiawi. Misalnya manis, pahit, asam dan bau.dan rangsangan fisis, misalnya
suhu, listrik, gravitasi, cahaya dan suara.
a. Sel
Saraf (Neuron)
Sel saraf atau neutron
adalah sel yang mempunyai kepekaan terhadap rangsang dan mampu
menghantarkannya. Sel saraf memiliki badan sel lengkap dengan intinya. Dan
badan sel terdapat tonjolan-tonjolan protoplasma yang muncul yang disebut
dendrit. Dendrit berfungsi untuk menerima dan menghantarkan implus saraf dari
luar ke badan sel saraf.
b. Macam-macam
Sel Saraf
Berdasarkan pada fungsinya ada tiga macam sel saraf,
yaitu:
1)
Sel saraf sensori merupakan sel saraf
yang berfungsi untuk menghantarkan implus saraf dari alat indera menuju ke otak
atau ke sumsum tulang belakang.
2)
Sel saraf motor merupakan sel saraf yang
berfungsi untuk menyampaikan perintah dari otak (sumsum tulang belakang) menuju
ke otot (kelenjar tubuh).
3)
Sel saraf konektor merupakan sel saraf
yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensori ke neuron motor.
2. Sistem
Saraf pusat
Sistem saraf pusat
dilindungi oleh selaput menginia. Infeksi meningia menimbulkan penyakit
meningitis. Meningia terdiri dari tiga lapis yaitu :
a. Pia Mater merupakan selaput paling dalam yang
menyelubungi permukaan otak dan sumsum tulang belakang.
·
Arakhnoid berupa selaput jaringan yang lembut
memisahkan pia meter dari dura meter.
·
Dura Meter lapisan terluar yang padat
dan keras serta bersatu dengan tengkorak.
a. Otak
Otak merupakan pusat
saraf yang paling utama, terletak di dalam rongga tengkorak. Volume otak
orang dewasa sekitar 1500cm3.
b. Otak
Besar (Cerebrum)
Otak besar atau
cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak manusia. Otak besar terdiri dari 2
belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Belahan kiri mengatur dan melayani tubuh
bagian kanan, sebaliknya belahan kanan mengatur dan melayani tubuh bagian kiri.
Otak besar tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan luar (korteks) dan lapisan
dalam.
1) Lapisan
luar merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel-sel
saraf. Pada lapisan ini terdapat berbagai macam pusat saraf.
2) Lapisan
dalam merupakan lapisan yang berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung
urat saraf, yaitu dendrit dan nevrit.
Otak besar merupakan
pusat saraf yang utama. Karena itu mempunyai fungsi yang sangat penting bagi
pengendalian aktivitas tubuh yaitu untuk : Berpikir, pusat kesadaran dan
kemauan kita, pusat ingatan (memori), pengendalian kesadaran kita, misalnya
untuk bergerak, mendengar, berbicara, mencium, bereaksi.
c. Otak
Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terdiri atas
dua belahan yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Belahan kanan dan belahan
kiri dihubungkan oleh jembatan varol yang terletak di bagian depan otak kecil.
Otak kecil berfungsi
untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan otot-otot sebagai alat
gerak. Benturan pada otak kecil dapat mengganggu keseimbangan seseorang.
d. Sumsum
lanjutan ( Medulla Oblongata)
Sumsum lanjutan disebut
juga sumsum penghubung Sumsum lanjutan terletak dibagian bawah otak besar di
depan otak kecil. Fungsi sumsum lanjutan adalah mengatur denyut jantung.
Kecepatan pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah, dan kegiatan tubuh lain yang
tidak disadari.
e. Sumsum
tulang Belakang ( sumsum Spinal)
Sumsum tulang belakang
terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang dimulai dari luas
tulang leher sampai dengan tulang pinggang yang ke dua. Fungsi sumsum tulang
belakang :
1) Pusat
gerak refleks
2) Penghantar
impuls sensori dari kulit/otot ke otak
3) Membawa
impuls motor dari otak ke otot tubuh
3. Sistem
Saraf Tepi
Sistem saraf penghubung
antara sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh adalah sistem saraf tepi.
Sistem saraf tepi berupa urat saraf dan ganglion.
a. Sistem
saraf sadar
Misalnya kita menggerakkan tangan
karena ada perintah dari otak yang dihantarkan oleh sistem saraf sadar,
1) Sistem
saraf kranial terdiri atas 12 pasang urat saraf otak yang merupakan urat saraf
yang keluar dari otak dan menuju ke alat-alat tubuh atau otot tertentu.
Misalnya menuju ke indera pendengar.
2) Sistem
saraf spinal terdiri atas 31 pasang urat saraf sumsum tulang belakang yang
keluar secara berpasangan dari sela-sela ruas tulang belakang.
b. Sistem
Saraf tak sadar (Otonom)
Sistem saraf tak sadar
bekerja secara otomatis, tidak dibawah kehendak saraf pusat.
1) Sistem
saraf simpatik terdiri atas 25 pasang simpul saraf atau ganglion.
Fungsi
sistem saraf simpatik :
a) Mempercepat
denyut jantung
b) Memperlebar
pembuluh darah
c) Memperledar
pupil mata
d) Mempertinggi
tekanan darah
e) Meningkatkan
laju pernapasan
f) Meningkatkan
kadar gula dalam darah
2) Sistem
saraf para simpatik berupa jaringan sistem saraf yang berhubungan dengan
ganglion-ganglion yang tersebar diseluruh tubuh. Fungsi susunan saraf para
simpatik merupakan kebalikan dari fungsi saraf simpatik. Para simpatik
berfungsi memperlambat laju pernapasan.
4. Fungsi
Saraf
Dapat disimpulkan bahwa
saraf sebagai sistem koordinasi atau pengendali seluruh aktivitas tubuh
manusia. Mekanisme kerjanya melakukan tugas utama, yaitu:
a.
Menerima rangsangan
b.
Meneruskan Impuls saraf ke sistem saraf
pusat
c.
Sistem saraf pusat mengola rangsangan
dan mengambil keputusan
d.
Meneruskan rangsangan dari sistem saraf
pusat ke efektor (otot kelenjar).
F. Sistem
Indera
Sistem yang berfungsi
mengenaliu lingkungan adalah sistem indera. Hewan dan manusia memiliki sistem
indera yang terdiri dari penglihatan, penciuman, pengecap, pendengar dan
peraba. Kelelawar mempunyai indera sopersonik. Supersonik adalah suara getaran
tinggi. Ada sejenis ular yang dapat mengenali panas tubuh mangsanya dan anjing
dapat mencium bau yang tidak dapat diketahui manusia.
1. Indera
pada Manusia
a. Mata
Mata kita berjumlah
sepasang, kiri dan kanan, terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh
tulang tengkorak. Mata dibantu oleh sejumlah alat tambahan yaitu alat pelindung
di sekitar mata dan seperangkat otot penggerak bola mata.
Otot-otot penggerak
bola mata itu dapat menggerakkan bola mata ke segala arah. Apabila salah satu
otot tidak berfungsi, maka kita menjadi juling. Di sebelah dalam kelopak mata
terdapat kelenjar air mata., yang menmghasilkan air mata. Air mata berfungsi
membunuh kuman yang masuk ke dalam mata, serta membasahi bola mata.
1) Otot
penggerak bola mata
Otot tersebut berfungsi
unyuk menggerakkan bola mata ke kiri, ke kanan, ke bawah, ke atas dan berputar.
2) Selaput
(Dinding) Bola Mata
Dinding bola mata
berfungsi sebagai pelindung bola mata. Dinding bola mata atau selaput bola mata
terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan luar, lapisan tengah dan lapisan
dalam.
3) Lapisan
Luar atau Selaput Luar
Pada bagian depan,
lapisan luar bersifat tembus cahaya (transparan). Lapisan ini disebut kornea
atau selaput bening. Fungsinya agar sinar dapat menembus ke dalam bola mata. Di
bagian belakang, selaput bening berubah menjadi lapisan yangf berwarna putih
yang membentuk bola mata yang disebut sklera.
4) Lapisan
Tengah (Selaput Hitam)
Di bagian depan, yakni
di bagian kornea yang bening selaput hitam atau koroid berubah menjadi selaput
pelangi. Di tengah selaput pelangi terdapat lubang yang disebut orang-orangan
mata atau pupil.
5) Lapisan
Dalam (Selaput Jala)
Lapisan paling dalam
disebut selaput jala atau retina mata . Selaput jala mengandung sel-sel yamg
peka terhadap cahaya dan mengandung saraf penglihatan . Fungsinya menangkap
bayangan .
Pada retina mata
terdapat bintik kuning , yaitu bagian yang peka terhadap cahaya . Bintik kuning
mengandung banyak sel-sel kerucut . Pada retina juga terdapat bintik buta,yang
tepat berada di tempat membeloknya saraf penglihatan . Bintik ini tidak
memiliki sel-sel reseptor,jadi tidak dapat mengenali cahaya . Jika bayangan
benda jatuh pada bintik buta maka benda tidak dapat terlihat .
6) Lensa
Mata
Tepat dibelakang selaput
pelangi, yakni dibelakang pupil mata, terdapat lensa mata. Bentuknya bikoveks
(cembung muka belakang). Seperti lensa pada kamera. Proses memipih dan
mencembungnya lensa mata disebut akomodasi. Memipih dan mencembungnya lensa
mata diatur otot pemikat lensa mata (otot siliaris).
7) Proses
melihat benda
Pantulan cahaya masuk
ke dalam mata melalui lensa mata dan jatuh tepat pada bintik kuning.
Sesampainya di retina rangsangan cahaya di terima oleh saraf mata. Oleh saraf
mata rangsang cahaya dikirim ke pusat saraf pengliatan di otak untuk diolah.
Setelah diolah oleh otak barulah kita mengetahui macam benda yang kita lihat.
8) Gangguan
penglihatan
Beberapa gangguan
penglihatan yang diakibatkan oleh daya akomodasi yang tidak normalnya itu rabun
jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi) dan mata tua (presbiopi).
a) Presbiopi
yaitu gangguan penglihatan pada orang tua (usia lanjut) disebabkan oleh otot
penggerak dan lensa mata yang telah mengendor, sehingga daya akomodasinya
berkurang.
b) Kekurangan
vitamin A, disebut avitaminosis A, menyebabkan gangguan penglihatan secara
bertahap.
c) Buta
warna adalah gangguan penglihatan dimana seseorang tidak dapat membedakan
warna.
d) Mata
Juling, kelainan mata akibat otot-otot penggerak bola mata kanan dan kiri yang bekerjanya tidak serasi menyebabkan
mata juling.
e) Gangguan
kenyamanan pandangan adalah segala sesuatu yang berserakan.
b. Telinga
Telinga adalah alat
indera pendengaran yang peka terhadap rangsang getaran bunyi.
1) Bagian-bagian
telinga
Terdiri atas tiga
bagian yaitu telinga bagian luar, bagian tengah, dan bagian dalam. Getaran
ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga dan menyebabkan
gendang pendengar atau selaput timpani bergetar.Di liang telinga terdapat
bulu-bulu dan kelenjar yang mengeluarkan getah. Getaran pada membran timpani
dilanjutkan ke telinga tengah. Telinga bagian tengah mengandung tulang-tulang
pendengaran, yaitu tukul (martil).
Getaran dilanjutkan ke
telinga bagian dalam yang merupakan bagian penerima getaran. Bagian ini
tersusun atas tingkap (jendela) jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah
lingkaran dan rumah siput (kohlea). Kohlea yang artinya rumah siput itu berupa
kantung berisi cairan limfe. Di dalamnya terdapat ujung-ujung saraf pendengaran
yang menuju ke otak.
Antara telinga tengah
dengan rongga mulut dihubungkan oleh suatu saluran yaitu : saluran Eustachius.
Saluran eustachius berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara tekanan udara di
dalam dan di luar rongga telinga.
2) Proses
Pendengaran
Bunyi yanga dapat kita
dengar ialah bunyi yang mempunyai frekuensi gelombang 20 Hz sampai 20.000 Hz.
3) Keseimbangan
Indera keseimbangan
terletak di telinga tengah, yaitu di tiga buah saluran setengah lingkaran.
Ketiga tulang ini berisi cairan limpa (endolimph), saling tegak lurus.
Tiap-tiap pangkal saluran setengah lingkaran mengembung, yang disebut ampula.
Di dalam ampula terdapat ujung saraf (reseptor) dan berisi cairan-cairan.Di
dalam cairan itu terdapat butir-bitir kapur.
Ketika badan kita
berputar, cairan di dalam ampula ikut berputar. Pada saat kita berhenti
berputar, cairan di dalam ampula masih berputar menyebabkan butiran kapur ikut
berputar. Putaran itu diteruskan oleh ujung saraf ke otak. Kita merasakan
kepala kita berputar, padahal kita telah berhenti berputar.
c. Kulit
Selain berfungsi
sebagai alat pelindung dan pengatur suhu tubu, kulit juga berfungsi sebagai
indera peraba, oleh karena itu kulit peka terhadap rangsangan, rabaan, tekanan
dan suhu.
d. Hidung
Indera pencium manusia
terletak pada selaput lendir yang terdapat pada rongga hidung bagian atas. Pada
selaput lendir terdapat sel serabut saraf pencium atau pembau yang berhubungan
dengan otak. Szerabut saraf ini peka terhadap rangsangan kimia berupa gas. Kita
mengenalinya sebagai bau.
e. Lidah
Lidah manusia
mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor sakit, sentuhan dan rasa.
Reseptor yang spesifik pada lidah adalah reseptor rasa atau yang disebut dengan
kuncup pengecap.
Kuncup pengecap
merupakan kumpulan ujung-ujung saraf pada lidah yang berkelompok. Tiap-tiap
kelompok kuncup pengecap mempunyai kepekaan terhadap rangsangan rasa tertentu.
2. Indera
pada Ikan
Mata ikan tidak
berkelopak, sehingga tidak mampu berkedip. Mata diselubungi oleh selaput tipis
yang disebut epidermis yang bening. Ikan tidak memiliki sel saraf berbentuk
kerucut. Jadi hanya memiliki sel-sel saraf berbentuk batang. Dengan sel-sel
batang ikan mampu melihat dengan jelas jika keadaan redup.
Indera pencium yang
berkembang dengan baik. Beberapa jenis iokan memiliki antena misalnya ikan lele.
Telinganya tidak berkembang. Keistimewaan ikan adalah mempunyai gurat sisi
sebagai indera ke enam yang terletak di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Gurat
sisi berbentuk guratan dri depan ke belakang tubuhnya. Gurat sisi berfungsi
untuk mengetahui arah arus air dan tekanan air.
3. Indera
pada Amfibi
Katak memiliki telinga,
tetapi tidak berdaun telinga. Di kiri kanan kepalanya terdapat membran timpai.
Mata katak membulat, besar, mempunyai kelopak mata atas dan bawah. Kata
memiliki kelopakmata tambahan, yamg dikenal sebagai selaput tidur (membran
niktitans). Di darat mata katak selalu basah karena kelenjar air mata. Demngan
matanya yang tajam katak dapat mengejar serangga, kemudian menangkapnya dengan
menjulurkan lidahnya. Lidahnya berlendir menyebabkan mangsanya melekat pada
lidah tadi.
4. Indera
pada Reptil
Yang berkembang baik
pada reptil baik pada kadal, buaya dan ular adalah alat penciumnay. Di ujung
kepala bagioan depan terdapat sepasang lubang hidung. Indera pencium ini
dibantu oleh jaringan yang terdapat pada langit-langit mulutnya. Indera yang
laintidak berkembang.
5. Indera
pada Burung
Indera burung yang
berkembang baik adalah matanya. Bola mata burung mempunyai susunan yang mirip
dengan mata manusia.
G. Sistem
Transportasi
Di dalam tubuh makhluk
hidup terdapat 2 macam sistem transportasi, yaitu sistem peredaran darah dan
sistem peredaran getah bening. Sistem peredaran darah terdiri dari darah dan
alat peredaran darah yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Sedangkan sistem
peredaran getah bening terdiri dari
cairan limfa, pembuluh limfa dan simpul limfa.
Berdasarkan pembuluh
darahnya, peredaran darah makhluk hidup dibedakan menjadi peredaran darah
terbuka dan peredaran darah tertutup. Peredaran darah terbuka adalah peredaran
darah yang tersebar ke seluruh tubuh tidak melalui pembuluh darah melainkan
keluar dari pembuluh darah. Peredaran darah tertutup adalah perputaran darah
dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung selalu berada di
dalam pembuluh darah.
Ditinjau dari jarak
perputaranya, peredaran darah dibedakan menjadi peredaran darah kecil dan
peredaran darah besar. Peredaran darah kecil adalah perputaran darah yang
meliputi daerah yang sempit yaitu dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke
jantung. Peredaran darah besar adalah peredaran darah yang meliputi daerah yang
luas yaitu darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.
1. Darah
Darah kita terdapat di
dalam pembuluh darah. Dalam kondisi normal volume darah setiap orang kurang lebih
8% dari berat badannya. Darah kita tersusun dari beberapa komponen, yaitu: 55%
merupakan bagian yang cair yakni plasma darah dan 45% bagian yang padat atau
butiran darah, butiran darah terdiri dari 3 macam sel darah, yaitu: Sel darah
merah eritrosit, Sel darah putih leukosit, dan Sel pembeku darah trombosit.
a. Plasma
Darah
Plasma darah atau
cairan darah terdiri atas 90% air, 8% protein. Protein yang larut di dalam
darah disebut protein darah. Jika protein drah diendapkan, maka akan tersisa
cairan berwarna kuning jernih, yang disebut serum. Di dalam serum inilah
terdapat zat kebal atau zat antibodi.
b. Sel-sel
Darah
Terdiri atas eritrosit,
leukosit, trombosit. Eritrosit atau sel darah merah berfungsi untuk mengangkut
oksigen. Leukosit atau sel darah putih berfungsi untuk membunuh bibit penyakit.
Trombosit atau keping darah berfungsi untuk membekukan darah.
2. Golongan
Darah
Sebelum menyumbangkan
darah, darah harus diperiksa golongannya terlebih dahulu. Transfusi darah tidak
akan dapat dilaksanakan apabila golongan darah si pemberi dan si penerima belum
diketahui.
Orang yang pertama kali
menggolongakan darah menurut sistem ABO (a,b.nol) adalah Karl Landsteiner.
Darah dapat digolongkan ke dalam 4 golongan besar. Yaitu : A, B, AB dan O
(nol).
3. Fungsi
Darah
Fungsi darah adalah sebagai berikut :
a. Sebagai
alat pengangkut
1) Sel
darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan
ke seluruh sel-sel tubuh.
2) Plasma
darah mengangkut : sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh,
karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru, urea dari hati ke ginjal untuk
di keluarkan, hormon dari kelenjar hormon ke seluruh tubuh.
b. Membunuh
kuman-kuman penyakit, yang bertugas membunuh kuman penyakit adalah lekosit.
Caranya dengan membentuk antibodi.
c. Melakuan
pembekuan darah. Proses pembekuan darah yang berperan penting adalah trombosit.
d. Menjaga
kestabilan suhu tubuh.
4. Alat
Peredaran Darah
Alat peredaran darah
pada manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah.
a. Struktur
dan Fungsi Jantung
Jantung berbentuk
kerucut, letaknya di dalam rongga dada, agak ke sebelah kiri. Besar jantung
kira-kira sebesar kepalan tangan masing-masing, dan di dalamnya berongga.
Rongga jantung manusia terbagi menjadi 4 bagian yaitu serambi kanan, serambi
kiri, bilik kanan dan bilik kiri.
Dinding rongga jantung
tersusun terutama atas otot jantung. Antara serambi dan bilik dibatasi oleh
suatu sekat yang berkatup. Katup yang sebelah kanan disebut katup trikuspidalis
terdiri atas 3 kelopak atau kuspa , dan yang sebelah kiri disebut katup
bikuspidalis terdiri atas 2 kelopak atau kuspa. Katub-katub tersebut berfungsi
untuk menjaga agar darah dari bilik tidak mengalir kembali ke serambi.
Otot jantung
berkemampuan untuk berkontraksi, sehingga jantung dapat mengembang dan
mengempis. Mengembang dan mengempisnya serambi dan bilik terjadi secara
bergantian.
Pada saat duduk denyut
nadi sesorang 72 per menit, tetapi pada saat berdiri denyut nadi dapat mencapai
83 per menit. Pada anak-anak, denyut nadinya lebih cepat dibanding orang
dewasa.
b. Pembuluh
Darah
Berdasarkan fungsinya,
pembuluh darah dibedakan atas pembuluh nadi atau arteri dan pembuluh balik atau
vena. Yang menghubungkan antara arteri dan vena adalah pembuluh kapiler.
1) Pembuluh
Nadi atau Arteri
Pembuluh nadi atau
arteri adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Umumnya pembuluh
nadi mengalirkan darah yang mengandung banyak oksigen.
2) Pembuluh
Balik atau Vena
Pembuluh balik atau
vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak
mengandung karbondioksida.
3) Pembuluh
Kapiler
Pembuluh kapiler hanya
tersusun atas satu lapis sel endotelium. Dinding kapiler yang sangat tipis ini
memang sesuai dsengan fungsinya yaitu untuk pertukaran zat.
Ujung pembuluh nadi
yang kecil dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler ini berhubungan
langsung dengan sel-sel tubuh.
c. Peredaran
Darah Tertutup dan Peredaran Darah Terbuka
Darah kita berada di
dalam pembuluh darah, maka peredaran darah kita digplongkanpperedaran darah
tertutup. Di dalam setiap kali beredar darah melewarti jantung dua kali.
Berdasarkan hal tersebut maka peredaran darah manusia disebut sebagai peredaran
darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
Pada hewan rendah, drah hanya sekali melewati jantung yakni dari seluruh tubuh,
ke jantung, beredar lagi ke seluruh tubuh. Peredaran darah yang demikian
disebut peredaran darah tunggal.
1) Peredaran
Darah Kecil
Peredaran darah yang
dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung.
Jantung
_______> Paru-paru _____> Jantung
(bilik
kanan) (serambi kiri)
2) Peredaran
Darah Besar
Peredaran darah dari
bilik kiri jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung.
Jantung
______> Tubuh ________> Jantung
(bilik
kiri) (serambi
kanan)
5. Sistem
Peredaran Getah Bening (Limfa)
Sistem peredaran getah
bening atau limfa terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa dan kelenjar limfa.
Sistem peredaran limfa berperan dalam transfor lemak dan pemberantasan
penyakit.
a. Cairan
Limfa
Cairan limfa mengandung
sel-sel darah putih yang berfungsi mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam
tubuh kita. Cairan limfa juga mengandung lemak. Lemak dari usus tidak diangkut
melalui pembuluh darah, melainkan oleh pembuluh limfa.
b. Pembuluh
Limfa
1)
Pembuluh limfa kanan berfungsi menampung
cairan limfa yang berasal dari kepala, leher bagian kanan, dada kanan dan
lengan kanan. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bawah selangka kanan.
2)
Pembuluh limfa kiri berfungsi menampung
getah bening yang berasal dari kepala, leher kiri, dada kiri dan lengan kiri
serta tubuh bagian bawah. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bawah selangka
kiri.
3)
Peredaran limfa dimulai dari jaringan
tubuh, yang berupa cairan jaringan. Cairan ini masuk ke pembuluh limfa halus
menjadi cairan limfa. Pembuluh limfa kiri bermuara pada vena di bawah selangka
kiri. Sedangkan pembuluh limfa kanan bermuara pada vena di bawah selangka
kanan.
c. Kelenjar
Limfa
Kelenjar limfa atau
simpul limpa menghyasilkan sel-sel darah putih. Fungsi kelenjar limfa untuk
menghasilkan sel drah putih dan menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih
lanjut.
1) Limpa,
ialah sebuah kelenjar yang berwarna ungu tua yang terletak di sebelah belakang
lambung. Limpa berfungsi untuk :
a) Tempat
pembentukan sel darah putih (leukosit) dan antibodi
b) Tempat
cadangan sel darah.
c) Tempat
pembongkaran sel darah merah yang sudah mati
d) Tempat
membunuh kuman-kuman penyakit
a) Tonsil
dan Amandel, Tonsil terletak di bagian kiri dan kanan pangkal tenggorokan.
Tonsil berupa kelenjar limfa yang lebih dikenal dengan amandel.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai fisiologi tumbuhan dan hewan seperti
yang telah diuraikan, maka dapat disimpilkan bahwa tumbuhan dan hewan sama-sama
melakukan proses fisiologi di dalam tubuh seperti melakukan proses bergerak,
mengalami pertumbuhan, melakukan respirasi, reproduksi, dan ekskresi. Namun
cara kerja sistem didalam tubuh tumbuhan dan hewan berbeda. Seperti contohnya,
baik tumbuhan maupun hewan sama-sama melakukan gerakan namun pada tumbuhan
gerakan tersebut bersifat pasif sedangkan pada hewan bergerak secara aktif.
Kemudian dalam respirasi tumbuhan memerlukan CO2 dan menghasilkan O2,
sedangkan pada hewan berbanding terbalik. Dan pada proses reproduksi tumbuhan
memiliki alat reproduksi berupa putik dan benang sari, berbeda dengan hewan
memiliki alat reproduksi berupa kelamin jantan dan kelamin betina pada hewan
vertebrata sedangkan invertebrata tidak memiliki alat reproduksi.
Sama halnya dengan proses ekskresi. Pada hewan vertebrata
ekskresi melalui saluran-saluran ekskresi secara khusus seperti melalui anus,
paru-paru, kulit dan pada hewan invertebrate organ ekskresi berupa sel api,
permukaan sel, pori-pori dan lain sebagainya. Sedangkan tumbuhan melakukan
ekskresi yang sangat berbeda dengan hewan yaitu berupa transpirasi (penguapan)
dan gutasi. Jadi hewan dan tumbuhan memiliki proses fisiologi yang berbeda satu
sama lainnya. Disisi lain kita sangat perlu mengetahui proses fisiologi di
dalam tubuh tumbuhan dan hewan, untuk memudahkan kita melestarikan jenisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Listiana, Lina, dkk.
2008. Ilmu Pengetahuan Alam 1. Edisi
Pertama. Surabaya. Learning assistance Program for Islamic School (LAPIS)
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Winatasasmita, Djamhur,
dkk. 1985. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan.
Jakarta : Depdikbud Universitas Terbuka.
Sumarwoto, Idjah. dkk.
1985. Biologi Umum. Jilid I. Jakarta
: PT. Gramedia.
i Hewan dan Tumbuhan.
Jakarta : Depdikbud Universitas Terbuka.
Sumarwoto, Idjah. dkk.
1985. Biologi Umum. Jilid I. Jakarta
: PT. Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar