Sabtu, 30 Mei 2015

KARAKTERISTIK PETUMBUHAN FISIK DAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA MI

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Istilah pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat berdiri sendiri atau dipisahkan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan ukuran dan struktur. Tidak saja anak itu menjadi lebih besar secara fisik, tetapi ukuran dan struktur organ dalam dan otak meningkat. Akibat adanya pertumbuhan otak, anak mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat, dan berpikir. Anak tumbuh, baik secara mental maupun fisik ( Hurlock, 1991). Sebaliknya,
perkembangan, berkaitan dengan perubahan yang teratur dan koheren. Progresif artinya adanya perubahan secara terarah, membimbing individu maju, bukan mundur, teratur dan koheren, yaitu menunjukan adanya hubungan nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului atau yang akan mengikutinya.

B.   Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik ?
2.      Bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan motorik anak ?
3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan perkembangan motorik ?
4.      Bagaimana optimalisasi pertumbuhan phisik dan motorik ?

C.   Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana pengertian pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik;
2.      Untuk mengetahui bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan motorik anak;
3.      Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan perkembangan motorik;
4.      Untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pertumbuhan phisik dan motorik.



























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhannya sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa, ukuran panjang badannya akan bertambah sekitar sepertiga dari panjang badan semula dan berat badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai dengan umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu, dari pertumbuhan yang kurang proporsional pada awal terbentuknya manusia (kehidupan sebelum lahir ata prenatal) sampai dengan proporsi yang ideal di masa dewasa, pada pertumbuhan fisik yang kurang proporsional akan mengakibatkan perkembangan motorik yang kurang baik.
Pengertian pertumbuhan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Pertumbuhan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali (Warner, 1969). Sedangkan istilah pertumbuhan menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni.
Pada waktu dilahirkan, anak laki-laki pada umumnya lebih panjang dan lebih berat daripada anak wanita. Selama tahun pertama, panjang badan bertambah 1/3 bagian dan berat badan menjadi tiga kali berat semula. Proporsi badan berubah dengan cepat terutama pada bagian kedua tahun pertama. Kaki tumbuh dengan sangat cepat mulai 8 minggu, lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kepala. Kepala tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan badan sebagai keseluruhan. Meskipun begitu, besar tengkorak serta bentuk tengkorak lebih jelas.
Perbedaan mengenai pertumbuhan fisik ini sangat besar pada berbagai macam kultur dan bangsa. Perbandingannya adalah pada waktu dilahirkan, besar kepala adalah seperempat besar seluruh badan. Misalnya, kepala orang dewasa, ukurannya sudah dua kali lipat daripada kepalanya ketika dilahirkan dan badannya secara keseluruhan sudah tiga kali ukuran badannya ketika lahir. Perkembangan bola mata menjadi sempurna pada pertumbuhan selama usia 5 tahun pertama dan otak berkembang sempurna dalam 10 tahun pertama. Jantung dan anggota tubuh lainnya di bagian dalam memerlukan waktu kurang lebih 20 tahun untuk mencapai kesempurnaan.
Koordinasi pada tingkah laku motorik pada anak makin lama makin bertambah baik, makin cermat dan makin tepat. Hal ini menunjukan pertumbuhan fisik dan motorik yang ideal pada anak. Sewaktu masih anak-anak, bentuk tubuh antara anak laki-laki dan perempuan tidak terlalu terlihat perbedaannya, namun pada akhir masa kanak-kanak, saat mulai memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin jelas. Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekal, berat dan segitiga). Sedangkan anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan memperlihatkan cirri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
Sekalipun demikian, dalam kelompok anak laki-laki dan anak perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki-laki mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf atau endomorf dan sebaliknya, pada anak perempuan ada yang tubuhnya berbentuk mesomorf.
Seperti telah dikemukakan di atas pada permulaan masa sekolah sekitar 6 tahun, kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada dan panggul lebih besar. Dalam hal ini hampir tidak ada perbedaan-perbedaan karena jenis seks. Pada umumnya ada relasi yang tetap dalam perkembangan tulang dan jaringan. Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan dapat diharapkan bahwa kekuatan seperti lari, meloncat dan melempar akan bertambah dalam masa ini. Selain itu, anak menampakkan makin bertambah larinya, mereka makin pandai meloncat dengan bertambahnya usia. Dalam hal ini sekali lagi ada perbedaan pada masing-masing anak.
Pada umur 6 tahun, keseimbangan badannya relatif baik, anak makin dapat menjaga keseimbangan badannya (paling senang berjalan di atas dinding, pagar, dan sebagainya). Penguasaan badan seperti membongkok, melakukan macam-maacam latihan senam serta aktivitas olahraga berkembang dalam masa anak sekolah. Berkembang juga koordinasi antara mata dan tangan (visio-motorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar, dan menangkap.
Kekuatan badan dan kekuatan tangan anak laki-laki bertambah dengan pesat antara usia 6 sampai 12 tahun. Dalam masa ini juga ada perubahan dalam sifat dan frekuensi motorik kasar dan halus. Ternyata bahwa  kecakapan motorik ini makin disesuaikan dengan “keleluasaan” lingkungan. Gerakan motorik sekarang makin tergantung daripada aturan formal dan aturan yang telah ditentukan dan bersifat kurang spontan. Gerakan yang sangat banyak dilakukan oleh anak makin berkurang pada masa ini.
B.   Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik Anak
Pertumbuhan selama awal masa kanak-kanak berlansung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang. Sekalipun pola perkembangan dapat berlangsung stabil tetapi terdapat beberapa perbedaan individu dalam semua aspek perkembangan fisik. Anak dengan tingkat kecerdasan yang tingg. Misalnya, tubuhnya cenderung lebih tinggi pada awal masa kanak-kanak daripada mereka yang kecerdasannya rata-rata atau dibawah rata-rata dan gigi sementaranya lebih cepat tanggal. Meskipun perbedaan sex tidak menonjol dalam peningkatan tinggi dan berat tubuh, tetapi pengerasan tulang dan lepasnya gigi sementara lebih cepat pada anak perempuan, dari usia ke usia. Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung memperoleh gizi dan perawatan yang lebih baik sebelum dan sesudah kelahiran. Oleh karena itu, perkembangan tinggi, berat, dan otot-otot badan cenderung lebih baik.
Awal masa kanak-kanak merupakan masa yang ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu. Terdapat tiga alasan, pertama, anak  sedang mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktivitas sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani, sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau diejek teman-temannya. Akhir masa kanak-kanak merupakan periode pertumbuhan yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas.
Pertumbuhan fisik mengikuti pola yang dapat diramalkan meskipun sejumlah perbedaan dapat terjadi. Tahapan-tahapan perkembangan melalui beberapa hal, seperti bentuk tubuh dapat mempengaruhi tinggi dan berat dalam akhir masa kanak-kanak, demikian kesehatan dan gizi, karena kedua hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam masa perkembangan, emosional, dapat juga mempengaruhi perkembangan masa kanak-kanak, anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan emosional lebih banyak mempengaruhi berat daripada tinggi.
Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikan cirri-ciri yang menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak. Salah satu sebutan yang banyak digunakan adalah usia kelompok, masa anak-anak mempelajari dasar-dasar perlaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk kelas satu pada pendidikan dasar.

C.   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
Perkembangan utama yang terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar seputar penguasaan dan pengendalian lingkungan. Banyak ahli psikologi melabelkan awal masa kanak-kanak sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukan bahwa anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya, san bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungan. Salah satu cara yang umum dalam menjelajahi lingkungan adalah dengan bertanya. Jadi, periode ini sering disebut sebagai usia bertanya.
Yang paling menonjol dalam periode ini adalah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain. Oleh karena itu, periode ini juga dikenal sebagai usia meniru. Namun, meskipun kecenderungan ini tampak kuat tetapi anak lebih menunjukan kreativitas dalam bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan masa-masa lain dalam kehidupannya, sehingga masa ini sering juga disebut sebagai periode usia kreatif. Awal masa kanak-kanak harus merupakan periode yang bahagia dalam kehidupan, kalau tidak, kebiasaan tidak bahagia dengan mudah akan berkembang, sehingga secara langsung akan dapat mempengaruhi periode perkembangan secara keseluruhan.
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara langsung dapat dikemukakan diantaranya :
1.      Kesehatan yang kurang baik dapat menghambat anak menikmati yang ia lakukan;
2.      Lingkungan yang tidak mendukung, karena lingkungan yang demikian tidak memberikan kesempatan dan tidak merangsang anak memperoleh kesempatan untuk menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin;
3.      Bimbingan yang kurang tepat, baik dari guru maupun orang tua, terutama bimbingan dalam belajar dan berperilaku secara sosial;
4.      Keputusan yang kurang tepat dan tidak terencana mengakibatkan anak tidak akan mengerti apa yang seharusnya dilakukan dan diinginkan darinya oleh orang tua maupun guru;
5.      Tidak diberikan kebebasan pada anak untuk mengekspresikan dirinya;
6.      Harapan-harapan yang realistis, sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak memperoleh kesempatan yang wajar untuk meraih kesuksesan, sehingga demikian dapat mendorong konsep diri yang baik;

D.   Optimalisasi Pertumbuhan phisik dan motorik
Penguasaan tugas-tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua seperti pada tahun-tahun prasekolah. Sekarang, penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil juga menjadi tanggung jawab kelompok teman-teman. Misalnya, pengembangan berbagai keterampilan dasar seperti membaca, menulis, berhitung, dan pengembangan sikap-sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga-lembaga merupakan tanggung jawab guru dan orang tua. Meskipun orang tua dapat membantu meletakan dasar penyesuaian diri anak dengan teman-teman sebaya, tetapi menjadi anggota kelompok memberi kesempatan yang besar untuk memperoleh pengalaman belajar. Pada permulaan akhir masa kanak-kanak, anak-anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama tahun-tahun prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak yang lebih besar sebagian bergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan untuk belajar, sebagian pada bentuk tubuh dan sebagian lagi bergantung pada apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya.
Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengoptimalkan perkembangan pada masa kanak-kanak, seperti faktor kesehatan dan gizi, merupakan faktor yang penting agar pertumbuhan fisik anak dapat berkembang secara ideal. Semakin baik kesehatan dan gizi, anak cenderung semakin besar dari usia ke usia dibandingkan dengan anak yang kesehatan dan gizinya buruk. Selain itu, kestabilan emosional juga dapat mempengaruhi perkembangan selama masa kanak-kanak. Ketegangan emosional juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan emosional. Dengan demikian, pemenuhan gizi dan kesehatan sangat diperlukan untuk menstimulasi pertumbuhan anak, sedangkan pemenuhan kebutuhan kasih sayang juga tidak kalah pentingnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan masa kanak-kanak.




















BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan ini dapat dipahami  bahwa  pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan. Namun pada dasarnya kita mengetahui bagaimana itu pertumbuhan dan bagaimana perkembangan. Pertumbuhan akan terus tumbuh seiring berjalannya waktu, begitupun perkembangan, pertumbuhan bisa dilihat dari fisik, perkembangan bisa dilihat dari cara berpikir dan tingkah laku.
Pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak tentunya berlangsung secara bertahap, seperti pertumbuhan pada awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa bayi. Pada awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak. Seperti dilingkungan, jika lingkungannya banyak pengaruh buruk tentu saja anak tersebut akan melihat, meniru dan mempraktekannya. Sehingga, secara langsung akan mempengaruhi periode perkembangan secara keseluruhan.
Banyak upaya-upaya yang dapat mengoptimalkan perkembangan pada masa kanak-kanak, seperti dengan memperhatikan kesehatan dan gizi anak, dan  kestabilan emosional anak. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan emosional, karena itu kita harus memperhatikan beberapa aspek-aspek tersebut, supaya tidak menghalangi perkembangan dan pertumbuhan anak.


Daftar Pustaka
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Jakarta : Erlangga, Jakarta
Hurlock.1991. Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga
Rahayu Siti, Monks F.J, DAN Knoers A.M.P. 1982. Psikologi Perkembangan (Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press


Tidak ada komentar:

Posting Komentar