BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Istilah
pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat berdiri sendiri atau dipisahkan.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan ukuran dan
struktur. Tidak saja anak itu menjadi lebih besar secara fisik, tetapi ukuran
dan struktur organ dalam dan otak meningkat. Akibat adanya pertumbuhan otak,
anak mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat, dan
berpikir. Anak tumbuh, baik secara mental maupun fisik ( Hurlock, 1991).
Sebaliknya,
perkembangan, berkaitan dengan perubahan yang teratur dan koheren.
Progresif artinya adanya perubahan secara terarah, membimbing individu maju,
bukan mundur, teratur dan koheren, yaitu menunjukan adanya hubungan nyata
antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului atau yang akan
mengikutinya.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik ?
2. Bagaimana
tahap pertumbuhan dan perkembangan motorik anak ?
3. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan perkembangan
motorik ?
4. Bagaimana
optimalisasi pertumbuhan phisik dan motorik ?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui bagaimana pengertian pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik;
2. Untuk
mengetahui bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan motorik anak;
3. Untuk
mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik dan
perkembangan motorik;
4. Untuk
mengetahui bagaimana optimalisasi pertumbuhan phisik dan motorik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
Pertumbuhan fisik
manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhannya sebelum lahir. Proses
pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa, ukuran panjang
badannya akan bertambah sekitar sepertiga dari panjang badan semula dan berat
badannya akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir sampai dengan
umur 25 tahun, perbandingan ukuran badan individu, dari pertumbuhan yang kurang
proporsional pada awal terbentuknya manusia (kehidupan sebelum lahir ata
prenatal) sampai dengan proporsi yang ideal di masa dewasa, pada pertumbuhan
fisik yang kurang proporsional akan mengakibatkan perkembangan motorik yang
kurang baik.
Pengertian pertumbuhan
menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja
dapat diulang kembali. Pertumbuhan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap
dan tidak dapat diputar kembali (Warner, 1969). Sedangkan istilah pertumbuhan
menunjukkan bertambah besarnya ukuran badan dan fungsi fisik yang murni.
Pada waktu dilahirkan,
anak laki-laki pada umumnya lebih panjang dan lebih berat daripada anak wanita.
Selama tahun pertama, panjang badan bertambah 1/3 bagian dan berat badan
menjadi tiga kali berat semula. Proporsi badan berubah dengan cepat terutama
pada bagian kedua tahun pertama. Kaki tumbuh dengan sangat cepat mulai 8
minggu, lebih cepat dibanding dengan pertumbuhan kepala. Kepala tumbuh relatif
lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan badan sebagai keseluruhan.
Meskipun begitu, besar tengkorak serta bentuk tengkorak lebih jelas.
Perbedaan mengenai
pertumbuhan fisik ini sangat besar pada berbagai macam kultur dan bangsa.
Perbandingannya adalah pada waktu dilahirkan, besar kepala adalah seperempat
besar seluruh badan. Misalnya, kepala orang dewasa, ukurannya sudah dua kali
lipat daripada kepalanya ketika dilahirkan dan badannya secara keseluruhan
sudah tiga kali ukuran badannya ketika lahir. Perkembangan bola mata menjadi
sempurna pada pertumbuhan selama usia 5 tahun pertama dan otak berkembang
sempurna dalam 10 tahun pertama. Jantung dan anggota tubuh lainnya di bagian
dalam memerlukan waktu kurang lebih 20 tahun untuk mencapai kesempurnaan.
Koordinasi pada tingkah
laku motorik pada anak makin lama makin bertambah baik, makin cermat dan makin
tepat. Hal ini menunjukan pertumbuhan fisik dan motorik yang ideal pada anak.
Sewaktu masih anak-anak, bentuk tubuh antara anak laki-laki dan perempuan tidak
terlalu terlihat perbedaannya, namun pada akhir masa kanak-kanak, saat mulai
memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dan anak
perempuan semakin jelas. Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh
mesomorf (cenderung menjadi anak yang kekal, berat dan segitiga). Sedangkan
anak perempuan kalau tidak endomorf (cenderung menjadi gemuk dan berat) akan
memperlihatkan cirri ektomorf (cenderung kurus dan bertulang panjang).
Sekalipun demikian,
dalam kelompok anak laki-laki dan anak perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga
tidak dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki-laki
mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf atau endomorf dan
sebaliknya, pada anak perempuan ada yang tubuhnya berbentuk mesomorf.
Seperti telah
dikemukakan di atas pada permulaan masa sekolah sekitar 6 tahun, kaki dan
tangan menjadi lebih panjang, dada dan panggul lebih besar. Dalam hal ini
hampir tidak ada perbedaan-perbedaan karena jenis seks. Pada umumnya ada relasi
yang tetap dalam perkembangan tulang dan jaringan. Dengan terus bertambahnya
berat dan kekuatan badan dapat diharapkan bahwa kekuatan seperti lari, meloncat
dan melempar akan bertambah dalam masa ini. Selain itu, anak menampakkan makin
bertambah larinya, mereka makin pandai meloncat dengan bertambahnya usia. Dalam
hal ini sekali lagi ada perbedaan pada masing-masing anak.
Pada umur 6 tahun,
keseimbangan badannya relatif baik, anak makin dapat menjaga keseimbangan
badannya (paling senang berjalan di atas dinding, pagar, dan sebagainya).
Penguasaan badan seperti membongkok, melakukan macam-maacam latihan senam serta
aktivitas olahraga berkembang dalam masa anak sekolah. Berkembang juga
koordinasi antara mata dan tangan (visio-motorik) yang dibutuhkan untuk
membidik, menyepak, melempar, dan menangkap.
Kekuatan badan dan
kekuatan tangan anak laki-laki bertambah dengan pesat antara usia 6 sampai 12
tahun. Dalam masa ini juga ada perubahan dalam sifat dan frekuensi motorik
kasar dan halus. Ternyata bahwa
kecakapan motorik ini makin disesuaikan dengan “keleluasaan” lingkungan.
Gerakan motorik sekarang makin tergantung daripada aturan formal dan aturan
yang telah ditentukan dan bersifat kurang spontan. Gerakan yang sangat banyak
dilakukan oleh anak makin berkurang pada masa ini.
B.
Tahap
Pertumbuhan dan Perkembangan Motorik Anak
Pertumbuhan selama awal
masa kanak-kanak berlansung lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa
bayi. Awal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan yang relatif seimbang.
Sekalipun pola perkembangan dapat berlangsung stabil tetapi terdapat beberapa
perbedaan individu dalam semua aspek perkembangan fisik. Anak dengan tingkat
kecerdasan yang tingg. Misalnya, tubuhnya cenderung lebih tinggi pada awal masa
kanak-kanak daripada mereka yang kecerdasannya rata-rata atau dibawah rata-rata
dan gigi sementaranya lebih cepat tanggal. Meskipun perbedaan sex tidak
menonjol dalam peningkatan tinggi dan berat tubuh, tetapi pengerasan tulang dan
lepasnya gigi sementara lebih cepat pada anak perempuan, dari usia ke usia.
Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung memperoleh gizi
dan perawatan yang lebih baik sebelum dan sesudah kelahiran. Oleh karena itu,
perkembangan tinggi, berat, dan otot-otot badan cenderung lebih baik.
Awal masa kanak-kanak
merupakan masa yang ideal untuk mempelajari keterampilan tertentu. Terdapat
tiga alasan, pertama, anak sedang
mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang suatu aktivitas
sampai mereka terampil melakukannya. Kedua, anak-anak bersifat pemberani,
sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau
diejek teman-temannya. Akhir masa kanak-kanak merupakan periode pertumbuhan
yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan
pubertas.
Pertumbuhan fisik
mengikuti pola yang dapat diramalkan meskipun sejumlah perbedaan dapat terjadi.
Tahapan-tahapan perkembangan melalui beberapa hal, seperti bentuk tubuh dapat
mempengaruhi tinggi dan berat dalam akhir masa kanak-kanak, demikian kesehatan
dan gizi, karena kedua hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam masa
perkembangan, emosional, dapat juga mempengaruhi perkembangan masa kanak-kanak,
anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan
emosional lebih banyak mempengaruhi berat daripada tinggi.
Para ahli psikologi
menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda untuk menguraikan cirri-ciri yang
menonjol dari perkembangan psikologis anak selama tahun-tahun awal masa
kanak-kanak. Salah satu sebutan yang banyak digunakan adalah usia kelompok,
masa anak-anak mempelajari dasar-dasar perlaku sosial sebagai persiapan bagi
kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada
waktu mereka masuk kelas satu pada pendidikan dasar.
C.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Motorik
Perkembangan utama yang
terjadi selama awal masa kanak-kanak berkisar seputar penguasaan dan
pengendalian lingkungan. Banyak ahli psikologi melabelkan awal masa kanak-kanak
sebagai usia menjelajah, sebuah label yang menunjukan bahwa anak-anak ingin
mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana
perasaannya, san bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungan. Salah satu
cara yang umum dalam menjelajahi lingkungan adalah dengan bertanya. Jadi,
periode ini sering disebut sebagai usia bertanya.
Yang paling menonjol
dalam periode ini adalah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain. Oleh
karena itu, periode ini juga dikenal sebagai usia meniru. Namun, meskipun
kecenderungan ini tampak kuat tetapi anak lebih menunjukan kreativitas dalam
bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan masa-masa lain dalam
kehidupannya, sehingga masa ini sering juga disebut sebagai periode usia
kreatif. Awal masa kanak-kanak harus merupakan periode yang bahagia dalam
kehidupan, kalau tidak, kebiasaan tidak bahagia dengan mudah akan berkembang,
sehingga secara langsung akan dapat mempengaruhi periode perkembangan secara
keseluruhan.
Beberapa hal yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara langsung dapat
dikemukakan diantaranya :
1. Kesehatan
yang kurang baik dapat menghambat anak menikmati yang ia lakukan;
2. Lingkungan
yang tidak mendukung, karena lingkungan yang demikian tidak memberikan
kesempatan dan tidak merangsang anak memperoleh kesempatan untuk menggunakan
kemampuannya semaksimal mungkin;
3. Bimbingan
yang kurang tepat, baik dari guru maupun orang tua, terutama bimbingan dalam
belajar dan berperilaku secara sosial;
4. Keputusan
yang kurang tepat dan tidak terencana mengakibatkan anak tidak akan mengerti
apa yang seharusnya dilakukan dan diinginkan darinya oleh orang tua maupun
guru;
5. Tidak
diberikan kebebasan pada anak untuk mengekspresikan dirinya;
6. Harapan-harapan
yang realistis, sesuai dengan kemampuan anak sehingga anak memperoleh
kesempatan yang wajar untuk meraih kesuksesan, sehingga demikian dapat mendorong
konsep diri yang baik;
D.
Optimalisasi
Pertumbuhan phisik dan motorik
Penguasaan tugas-tugas
perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua seperti
pada tahun-tahun prasekolah. Sekarang, penguasaan ini juga menjadi tanggung
jawab guru-guru dan sebagian kecil juga menjadi tanggung jawab kelompok teman-teman.
Misalnya, pengembangan berbagai keterampilan dasar seperti membaca, menulis,
berhitung, dan pengembangan sikap-sikap terhadap kelompok sosial dan
lembaga-lembaga merupakan tanggung jawab guru dan orang tua. Meskipun orang tua
dapat membantu meletakan dasar penyesuaian diri anak dengan teman-teman sebaya,
tetapi menjadi anggota kelompok memberi kesempatan yang besar untuk memperoleh pengalaman
belajar. Pada permulaan akhir masa kanak-kanak, anak-anak mempunyai sejumlah
besar keterampilan yang mereka pelajari selama tahun-tahun prasekolah.
Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak yang lebih besar sebagian
bergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan untuk belajar, sebagian
pada bentuk tubuh dan sebagian lagi bergantung pada apa yang sedang digemari
oleh teman-teman sebaya.
Upaya-upaya yang dapat
dilakukan dalam rangka mengoptimalkan perkembangan pada masa kanak-kanak,
seperti faktor kesehatan dan gizi, merupakan faktor yang penting agar
pertumbuhan fisik anak dapat berkembang secara ideal. Semakin baik kesehatan
dan gizi, anak cenderung semakin besar dari usia ke usia dibandingkan dengan
anak yang kesehatan dan gizinya buruk. Selain itu, kestabilan emosional juga
dapat mempengaruhi perkembangan selama masa kanak-kanak. Ketegangan emosional
juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat
daripada anak yang mengalami gangguan emosional. Dengan demikian, pemenuhan
gizi dan kesehatan sangat diperlukan untuk menstimulasi pertumbuhan anak,
sedangkan pemenuhan kebutuhan kasih sayang juga tidak kalah pentingnya untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan masa kanak-kanak.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan ini
dapat dipahami bahwa pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat
dipisahkan. Namun pada dasarnya kita mengetahui bagaimana itu pertumbuhan dan
bagaimana perkembangan. Pertumbuhan akan terus tumbuh seiring berjalannya
waktu, begitupun perkembangan, pertumbuhan bisa dilihat dari fisik,
perkembangan bisa dilihat dari cara berpikir dan tingkah laku.
Pertumbuhan fisik dan
perkembangan motorik anak tentunya berlangsung secara bertahap, seperti
pertumbuhan pada awal masa kanak-kanak berlangsung lambat dibandingkan dengan
tingkat pertumbuhan masa bayi. Pada awal masa kanak-kanak merupakan masa
pertumbuhan yang relatif seimbang.
Banyak faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik anak. Seperti
dilingkungan, jika lingkungannya banyak pengaruh buruk tentu saja anak tersebut
akan melihat, meniru dan mempraktekannya. Sehingga, secara langsung akan
mempengaruhi periode perkembangan secara keseluruhan.
Banyak upaya-upaya yang
dapat mengoptimalkan perkembangan pada masa kanak-kanak, seperti dengan
memperhatikan kesehatan dan gizi anak, dan
kestabilan emosional anak. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat daripada
anak yang mengalami gangguan emosional, karena itu kita harus memperhatikan
beberapa aspek-aspek tersebut, supaya tidak menghalangi perkembangan dan
pertumbuhan anak.
Daftar Pustaka
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Jakarta
: Erlangga, Jakarta
Hurlock.1991. Perkembangan
Anak. Jakarta : Erlangga
Rahayu Siti, Monks F.J, DAN Knoers A.M.P. 1982. Psikologi Perkembangan (Pengantar Dalam
Berbagai Bagiannya). Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar